Nasehat Yang Baik Menyelamatkan Negeri, Hoaks Menghancurkannya

Alkitab adalah sekumpulan nasehat dari Allah kepada manusia, yaitu nasehat akan kebenaran, dan tentang jalan keselamatan. Dia ingin kita hidup di dalamnya.

Sejak semula berita bohong atau nasihat palsu telah menjadi perusak dunia yang paling mematikan. Ketika manusia lebih mempercayai hoaks yang dikatakan oleh ular, maka sejak saat itu kehancuran peradaban manusia telah dimulai. Manusia tidak lagi mengindahkan nasihat Allah, bahkan sekalipun itu untuk keselamatannya.

Sahabat Alkitab, kita telah melihat yang terjadi di depan mata ada negara-negara yang menemui kehancurannya karena mempercayai berita bohong. Karena berita hoaks itu, maka bangsa bangkit melawan bangsa dan saudara melawan saudara. Bukan ini yang kita inginkan, bukan juga kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan adalah damai sejahtera atas seluruh negeri. Oleh sebab itu, Allah telah menaruh firman-Nya dalam hati manusia agar manusia dapat saling menasehati dan saling membangun dengan berita-berita kebenaran, juga nasihat-nasihat yang baik.

Selamat Pagi. Jangan percaya hoaks, apalagi memberitakannya. Dan hendaklah kita saling memberi nasihat, sebagai seorang saudara dalam Tuhan dan berhenti.

Pelatihan Untuk Menghasilkan Terjemahan Berkualitas

Untuk meningkatkan kompetensi dalam menangani proyek penerjemahan dan pengolahan naskah di lingkungan Lembaga Alkitab Indonesia dan didukung oleh United Bible  Societies  (Perserikatan Lembaga Alkitab Sedunia), LAI mengadakan pelatihan Paratext 8.0 pada tanggal 5-9 Maret 2018 di Bali. Pelatihan kali ini diadakan di Hotel Santika, tidak jauh dari Pantai Kuta, resort wisata andalan Pulau Dewata.

Paratext adalah sebuah perangkat lunak komputer yang selama ini dipakai oleh lembaga-lembaga Alkitab di seluruh dunia yang bernaung di bawah payung UBS dan SIL International untuk menunjang pekerjaan penerjemahan. Pada 2017 yang lalu, Paratext versi 8.0 hadir dengan berbagai fitur dan fungsionalitas yang disempurnakan sehingga dengan memanfaatkan teknologi ini kita dapat menghasilkan teks terjemahan yang konsisten dan akurat berdasarkan teks Ibrani, Aram, dan Yunani. Program ini juga memungkinkan penerjemah mengakses berbagai bahan pendukung seperti pedoman penafsiran, dan melihat berbagai terjemahan lain untuk perbandingan.

Pelatihan Paratext 8.0 ini diikuti oleh para pembina penerjemahan (Translation Officers) dan tenaga di bidang naskah dan produksi. Selain itu diikutsertakan juga administrator proyek penerjemahan LAI dari berbagai daerah di Indonesia.  Pada kesempatan ini, Brian Renes dan Zeth Bitjoli dari ICAP-UBS hadir sebagai pelatih yang membimbing peserta menggunakan alat bantu ini secara efektif. Materi pelatihan sebagian besar berangkat dari pengalaman di lapangan, dan meliputi bagaimana mengatasi masalah secara konkret. Itulah mengapa peserta lebih banyak diajak berlatih menyelesaikan masalah yang mereka hadapi.

Kesempatan untuk dapat belajar bersama dan saling memperkaya di antara peserta adalah hal yang patut disyukuri oleh kita semua. Diharapkan pelatihan ini semakin menguatkan komitmen LAI untuk menghasilkan terjemahan yang berkualitas. Bukankah mengupayakan kualitas adalah bagian yang tak terpisahkan dari komitmen Lembaga Alkitab Indonesia demi mewujudkan visinya menghadirkan Alkitab dalam bahasa yang mudah dimengerti? (JS)

Alkitab & 171 Pilkada Serentak

Minggu ini narasi yang mendominasi media adalah pernyataan Ketua KPK Agus Raharjo yang mensinyalir 90% calon kepala daerah peserta Pilkada serentak 2018 akan menjadi terangka. Bermacam tanggapan dilontarkan oleh berbagai pihak. Mulai dari “terlalu prematur pendapat tersebut” sampai “yah begitulah adanya”. Korupsi adalah salah satu penyakit kronis bangsa ini. Nyaris tidak ada sisi kehidupan publik yang bebas dari korupsi. Dalam proses pilkada selalu membutuhkan biaya mahal, karena harus melakukan sosialisasi calon dan program, yang konon mesti dibarengi bagi2 sembako dan cash. Dampaknya ke pasca terpilih, dimana dituntut segera mengembalikan begitu banyak modal yang sudah keluar. Uang yang beredar dalam kontestasi 171 Pilkada serentak 2018 pastilah sangat besar. Bila rata-rata 10 Milyar per daerah, maka akan ada 1,71 Trilyun rupiah uang beredar. Angka ini pastilah angka minimal.

“Dimana hartamu berada disitulah hatimu berada” sudah tertulis dalam Alkitab. Bila uang dan posisi diagung-agungkan sebagai harta utama, maka tidak terbantahkan para calon pemimpin daerah terikat erat hatinya disana. Kalau sudah masalah hati, apapun dan berapapun akan dipertaruhkan. Ayat Alkitab di atas sesungguhnya bertujuan mengingatkan agar manusia tidak terjebak kepada keterpurukan dan jalan kesengsaraan karena hati yang terikat kepada kefanaan. Sebagai sumber nilai-nilai mulia dan universal, Alkitab menyediakan banyak jawaban atas segala pergumulan hidup dan proses politik. Untuk lebih mudah memahaminya LAI sudah menyediakan 33 Alkitab dalam bahasa daerah di Indonesia. Bila para calon pemimpin daerah dan pengikutnya membaca, menghayati dan melakukan nilai-nilai mulia dan universal yang tercantum dalam Alkitab, niscaya Ketua KPK tidak perlu mensinyalir 90% calon peserta pilkada menjadi tersangka. Bahkan sangat mungkin KPK tidak dibutuhkan lagi seperti di Jerman, Swiss, Selandia Baru dan negara-negara lain yang sudah ratusan tahun membaca, menghayati dan menerapkan nilai-nilai mulia yang tercantum dalam Alkitab.

Sigit Triyono, Sekretaris Umum LAI

Berkat Orang Jujur Jatuh Kepada Banyak Orang

Kejujuran itu berdampak, bukan hanya kepada diri sendiri tapi kepada banyak orang.

Pernahkah kita mendengarkan kalimat “Jika pemimpinnya jujur maka bawahannya tidak berani untuk tidak jujur”? Kalimat ini benar, karena sifat itu dapat ditularkan dengan cara diajarkan, atau dipaksakan untuk diterapkan oleh orang lain. Ketika telah “menular” maka akan menjadi suatu budaya. Dan ketika telah menjadi budaya maka setiap orang dengan sendirinya akan berlaku jujur dengan tanpa pengawasan atau paksaan. Dalam keadaan ini, jika itu adalah sebuah perusahaan, maka sudah pasti perusahaan itu akan menjadi maju dan berkembang dengan sangat baik. Pada akhirnya ini akan berimbas pada kehidupan yang lebih baik bagi setiap orang di dalamnya. Dalam lingkup yang lebih besar ini pun dapat berlaku.

Sahabat Alkitab, marilah kita menumbuhkan dan mengembangkan karakter baik dalam diri kita, seperti kejujuran, sebab kejujuran yang kita mulai akan memberkati banyak orang yang ada di sekitar kita. Jika kita punya kuasa dan otoritas untuk “memaksakannya” maka lakukanlah dan jangan menunda.

Selamat Pagi, berani jujur? Tuhan menyertai dan memberkati kita semua.

Menggemakan “Alkitab Untuk Semua” Ke Gereja-gereja Se-Jakarta

Gereja-gereja di Jakarta yang tergabung dalam Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Wilayah DKI Jakarta 6-8 Maret tengah menggelar Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) di 3G Hotel & Resort Mega Mendung, Bogor. Adapun tema yang disorot: “Tuhan Mengangkat Kita Dari Samudera Raya” (Bdk. Mazmur 71:20b), dan sub tema: “Memperkuat kehidupan bergereja untuk berpartisipasi dalam memelihara keragaman dan keutuhan bangsa”

Selaras dengan tema persidangan tersebut Dr. (Cand.) Sigit Triyono , Sekretaris Umum Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) yang mewakili Pengurus LAI secara sengaja hadir pada hari kedua untuk menyapa peserta Sidang MPL PGI Wilayah DKI Jakarta 2018. Maksud kedatangan Sekum LAI adalah untuk menginformasikan visi-misi, program kerja LAI, dan menginformasikan 2 produk baru LAI, yakni Alkitab Hidup Sejahtera Berkeadilan dan Alkitab Digital LAI.  Selain itu Sekum LAI juga melaporkan kegiatan Konsultasi Nasional Revisi Alkitab Terjemahan Baru edisi 2 kepada peserta Sidang MPL PGI Wilayah DKI Jakarta itu.

Mengakhiri kunjungannya Sekum LAI menyerahkan Alkitab Edisi Studi kepada Pdt. Manuel Raintung, M.Th., Ketua Umum PGI Wilayah Jakarta dan Alkitab Hidup Sejahtera Berkeadilan kepada peserta Sidang MPL PGI Wilayah DKI Jakarta. Kiranya kunjungan singkat ini semakin mempererat kerjasama LAI dengan PGI Wilayah DKI Jakarta. []

Audit Seperti Orang Bercermin Diri

“Setelah itu atas perintah Raja Darius, diadakan penyelidikan dalam arsip kerajaan yang disimpan di Babel” (Ezra 6:1, BIMK). Dalam kitab Ezra, pernah diadakan penyelidikan (audit) terhadap pembangunan yang Bait Allah yang tengah berlangsung, dasarnya adalah “Apakah memang pernah ada perintah raja terdahulu untuk membangun kembali Bait Allah orang Israel yang telah dihancurkan itu?” Raja Darius melakukan penyelidikan terhadap seluruh arsip kerajaan yang tersimpan di Babel dan di kota Ahmete di daerah Madia. Penemuan dari penyelidikan ini memungkinkan pembangunan dapat terus dilanjutkan. Raja Darius juga pernah memerintahkan kepada Ezra untuk melakukan penyelidikan di Yerusalem apakah Hukum Allah benar-benar dilaksanakan di sana (Ezra 7:14).

Lembaga Alkitab Indonesia sebagai lembaga sosial keagamaan juga melakukan audit terhadap dirinya sendiri. Tujuannya adalah untuk menjaga dan menjamin efisiensi kerja serta kepercayaan umat Kristiani atas setiap donasi yang telah mereka berikan. Audit ini dilakukan oleh internal LAI sendiri dan oleh lembaga audit eksternal independen. Keduanya dilakukan secara berkala dan berkesinambungan.

LAI yang berkantor pusat di jalan Salemba Raya Jakarta Pusat memilki empat perwakilan yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia, yaitu di Medan, Makassar, Manado, dan Jayapura. Saat ini LAI tengah melakukan audit internal terhadap LAI Perwakilan Makassar yang dikerjakan oleh Alpha Martyanta, S.E. dan Annette R. Sitorus, S.E.,. Audit internal ini dilakukan untuk menjamin sistem/ manajemen yang ada di LAI berjalan sesuai SOP yang ada, dan juga untuk menghindari adanya resiko kesalahan, penyalahgunaan, dan kendala dengan mengembangkan efisiensi dan efektivitas kerja dan pelayanan LAI.

Audit seperti seorang yang bercermin diri untuk memastikan apakah dirinya telah berpenampilan semenarik mungkin, mulai dari ujung rambut sampai ujung kuku. []

Tuhan Berkenan Kepada Keadilan & Kerendahan Hati

Kesombongan manusia telah memisahkan dirinya dengan Allah, dan menjauhkannya dari kasih karunia.

Kesombongan membuat manusia merasa lebih dari pada yang lain, dan tanpa sadar juga terhadap Allah. Ini menjadikannya lupa diri, seperti tidak lagi membutuhkan Tuhan. Sementara ketidakadilan adalah bentuk perlakuan terburuk manusia terhadap sesamanya. Namun pada akhirnya orang yang sombong dan semena-mena akan jatuh dan kesudahannya adalah kehancuran.

Sahabat Alkitab, jauhlah kiranya dalam diri kita berlaku sombong dan berlaku tidak adil terhadap sesama kita. Sebab Allah sangat membencinya. Allah menghendaki setiap kita menjadi pribadi yang rendah hati dan menghargai sesama manusia dengan berlaku adil terhadap mereka.

Selamat Pagi, betapa indahnya hari ini jika kita mau saling menghargai. Mulailah dari sekarang dan dari diri sendiri.

Kebaikan, Kejujuran, & Ketulusan Adalah Cara Menghormati Tuhan

Hormatilah Tuhan, sebab Ia layak menerimanya.

Tuhan bukan manusia yang hanya melihat apa yang kelihatan. Mata Tuhan memandang sampai ke dalam hati manusia. Tuhan melihat kebaikan, kejujuran, dan ketulusan hati kita, karena itulah tanda bahwa kita sungguh-sungguh menghormati-Nya. Tuhan akan memberkati kita yang demikian dengan umur panjang, kebahagiaan, perlindungan, damai sejahtera, dan kebijaksanaan.

Selamat pagi Sahabat Alkitab, marilah kita menaruh hormat kita kepada Tuhan bukan dengan banyaknya pelayanan dan ibadah yang kita lakukan, melainkan dengan sikap hati yang penuh kebaikan, kejujuran, dan ketulusan.

Berkat Tuhan Datang Kepada Yang Tulus, Jujur, & Bijaksana

Ketika Tuhan memberkati, maka itu tidak berarti selalu uang, kekayaan, dan materi.

Manusia memang selalu melihat apa yang tampak di depan mata, namun Tuhan selalu melihat hati. Hati yang tulus untuk menyembah dan melayani Tuhan, hati yang jujur dengan diri sendiri, dengan segala kelemahan dan kekurangan, hati yang jujur mengakui bahwa ia membutuhkan Tuhan, dan hati yang bijaksana dalam bertutur dan bertindak. Berkat Tuhan datang kepada orang-orang yang demikian.

Sahabat Alkitab, kerja keras yang tidak disertai oleh Tuhan tidak akan mendapat apa-apa. Karena di tangan Tuhanlah ada kekayaan. Karena itu jadilah pribadi yang tulus, jujur, dan bijaksana. Dunia mencarinya dan akan menawarkan apa saja untuk mendapatkannya, terlebih lagi Tuhan.

Selamat Pagi. Mari berkarya di hari kerja ini dengan mata yang tertuju kepada Tuhan.

Kebaikan Dapat Dimulai Dari Perkataan Yang Baik

Berbuat baik tidak susah, juga tidak mahal. Berkatalah yang benar dan membangun, itu sudah merupakan kebaikan.

Amsal berkata jika ingin hidup bahagia maka lakukanlah kebaikan. Kita berpikir bahwa berbuat baik itu susah dan mahal. Kita perlu uang yang banyak agar dapat berbuat kebaikan bagi sesama. Itu keliru. Kebaikan selalu dimulai dari dalam hati lalu terpancar lewat perkataan dan perbuatan. Dan yang paling mudah dari keduanya adalah dengan perkataan. Jika kita mengucapkan yang baik, orang akan menjadi senang, bahagia, termotivasi, bahkan diubahkan.

Sahabat Alkitab, jauhkanlah dari bibir kita kata-kata yang menyesatkan, yang palsu, yang menyakitkan, yang hambar dan tidak berguna. Mari lakukan kebaikan dengan ucapan.

Selamat beribadah, kiranya mulut kita senantiasa menyanyikan kebaikan Tuhan.