Tuhan Ketika Dosa Masih Menjadi Pakaian Kami, Berdiri Dihadapan-Mu Adalah Penderitaan. Tolong Kami Menggantinya Dengan Pakaian Kekudusan Dari-Mu.

title

Seperti terang tidak mungkin bersatu dengan gelap, begitupun dosa tidak dapat berdampingan dengan kekudusan.

"Hendaklah kamu suci, sebab Aku suci." Sebuah perintah yang disandingkan dengan kenyataan akan keberadaan Allah. Kepada umat pilihan-Nya, Allah memerintahkan mereka hidup dalam kekudusan (lih. Im. 11:44-45; 19:2). Perintah yang sama kembali diulang oleh Petrus kepada para pengikut jalan Tuhan yang tersebar di berbagai wilayah. Dalam keadaan yang begitu sulit mereka tetap diperintahkan untuk hidup dalam kekudusan. Inilah cara yang harus mereka lakukan ketika menyembah Allah yang kudus. Selain sebagai bentuk penyembahan, kekudusan hidup juga adalah bentuk ucapan syukur kepada Allah yang telah menyelamatkan mereka dan juga merupakan bentuk kesaksian hidup di tengah-tengah dunia yang belum mengenal Kristus Yesus.

Sahabat Alkitab, tahukah Anda bahwa dalam sebuah pertemuan resmi ketika seseorang hendak bertemu dengan Presiden maka ia harus berpakaian sesuai dengan aturan atau instruksi yang telah ditetapkan, jika tidak maka dipastikan orang tersebut batal bertemu dengan presiden sebab ia dianggap tidak layak untuk itu. Jauh lebih lagi dengan kehidupan dan penyembahan kita kepada Allah. Siapakah yang dapat tahan berdiri dihadapan Allah yang kudus? Saat kita masih begitu menikmati dosa dan tidak ingin meninggalkannya, maka sia-sialah ibadah, doa, pujian, dan penyembahan yang kita naikkan kepada Allah. Allah tidak akan menerimanya. Pengorbanan Kristus telah menguduskan setiap orang yang menerima-Nya, inilah status kita dihadapan Allah. Namun kita juga diperintahkan untuk mengaktualisasikan kekudusan itu dalam hidup kita. Jadi status dan aktualisasi diri itu adalah dua hal yang harus berjalan bersamaan.

Selamat Beribadah. Marilah kita masuk ke rumah-Nya dengan menanggalkan segala beban dosa, lalu kita pulang dengan berpakaian kehidupan yang baru, yang kudus.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Ampuni Kami Karena Lebih Mengejar Menjadi Spesial Bagi Dunia Dari Pada Bagi-Mu.

title

Kita jauh melebihi para malaikat, lebih dikasihi dan dianggap lebih berharga.

"Hidupmu berharga bagi Allah, tiada yang tak berkenan di hadapan-Nya. Dia ciptakan kau seturut gambar-Nya, sungguh terlalu indah kau bagi Dia." Penggalan syair lagu tersebut sangat menggambarkan surat yang dikirimkan oleh Petrus kepada orang-orang Kristen yang tersebar di perantauan. Mereka adalah orang-orang yang paling mengalami betapa beratnya menjadi pengikut Kristus. Rupa-rupa Tekanan dan penderitaan hebat harus mereka alami, karena itu Petrus menguatkan mereka dengan menunjukkan betapa mereka adalah pribadi yang spesial di mata Allah. Bagaimana tidak, keselamatan dan segala kebaikan telah disiapkan oleh Allah bagi mereka jauh sebelum mereka ada. Berita keselamatan dibawa oleh para nabi hanya bagi mereka.

Sahabat Alkitab, betapa berharganya kita di mata Allah. Berita keselamatan yang telah dirancangkan-Nya sejak semula dipercayakan ke dalam tangan pemberitaan para nabi, agar berita itu dapat sampai kepada kita hari ini. Jika Allah menganggap kita begitu berharga, pernahkah kita berusaha menjadi berharga di hadapan-Nya? Ataukah kita sibuk menarik perhatian dunia agar dianggap berharga olehnya? Terpikirkankah oleh kita bagaimana Allah menggerakkan seluruh semesta ini hanya untuk menunjukkan bahwa ia mengasihi kita? Lalu mengapa kita sibuk dengan urusan-urusan yang tidak mendatangkan kesenangan bagi-Nya? Kita harus bertobat untuk hal ini.

Selamat Pagi. Syukur kepada Allah karena kasih-Nya yang besar bagi kita. Mulailah fokus untuk hidup bagi Allah dan bukan bagi dunia.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Menjadi Sempurna Adalah Apa Yang Engkau Ingin Kami Perjuangkan. Ajar Kami Menerima Semua Cobaan Dengan Senang Hati.

title

Kita harus berjuang menjadi sempurna dalam semua sisi. Seorang Kristen yang jujur haruslah juga seorang yang ramah, murah hati, dan kudus.

Cobaan yang datang dalam kehidupan para pengikut jalan Tuhan ini bermacam-macam, "menghantam" semua sisi kehidupan. Rasul Petrus mengingatkan mereka akan tujuan dari cobaan itu yaitu untuk membuktikan apakah mereka sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan atau tidak. Jika emas yang sifatnya fana saja harus diuji dulu dalam perapian untuk memperoleh kemurniannya, apalagi iman orang percaya. Setelah ujian itu selesai, mereka yang tetap teguh akan menerima pujian dan penghormatan pada hari Maranata nanti.

Sahabat Alkitab, pernahkah kita berpikir mengapa justru saat memutuskan untuk mengikut dan melayani Tuhan kehidupan yang kita alami jauh terasa lebih berat? Ya sebab status kita sekarang adalah anak Allah. Kita adalah anak-anak yang begitu berharga di mata Tuhan, bukan anak gampangan, karena itu untuk menjadikan kehidupan beriman kita menjadi semakin bernilai tinggi, Allah perlu membentuk kita melalui berbagai-bagai ujian, cobaan, atau tantangan hidup. Tidak hanya satu, tapi atas semua segi kehidupan kita. Semua karakter kita harus melewati ujian agar menjadi sempurna. Kita belum sempurna jika kita menjadi pribadi yang jujur namun di sisi lain adalah seorang yang pemarah dan garang. Kita belum sempurna jika kita menjadi pribadi yang ramah dan baik hati namun di sisi lain kita mengabaikan kekudusan hidup. Kita baru menjadi sempurna jika seluruh keberadaan kita telah menjadi serupa dengan karakter Kristus. Menjadi serupa Kristus adalah proses yang panjang dan seumur hidup, kita masih harus terus berjuang melewati ujian iman itu.

Selamat Pagi. Tetaplah bersemangat dan bangkitlah kembali, sebab tantangan dan ujian hari ini bukanlah yang terakhir.

Salam Alkitab Untuk Semua

LAI & 15 Destinasi Wisata Danau Toba

title

Ada desa di pinggir Danau Toba yang bernama Tongging di Kecamatan Merek Kabupaten Karo Sumatera Utara. Sebuah desa yang tenang, sejuk, damai dengan pemandangan pinggir danau yang sangat indah. Seumur-umur saya baru satu kali ini sampai ke Tongging (28-31 Okt 2018) karena ada tugas menindaklanjuti kemitraan yang saling memberdayakan antara LAI dengan GBKP. Suasana desa Tongging sungguh tidak kalah dengan suasana pinggir Danau Victoria di Tanzania Afrika yang juga pernah saya singgahi karena tugas pelayanan Gereja beberapa tahun lalu.

Di satu pagi yang cerah 29/10/2018 saat saya berolah raga jalan kaki menyusuri pinggir danau Toba, saya meilhat papan pengumuman dengan judul “Visitor Information”. Terpampang disana sebuah peta yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Karo yang menerangkan tentang “Lake Toba Geopark” dengan 4 “Geoarea” dan 15 “Geosite” yang menghasilkan “Lake Toba Spectacular View”. Begitu luasnya wilayah “Geopark” ini, sehingga keseluruhan wilayahnya bernaung di bawah 7 Kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, yaitu: (1) Kabupaten Tapanuli Utara, (2) Kabupaten Karo, (3) Kabupaten Simalungun, (4) Kabupaten Toba Samosir, (5) Kabupaten Humbang Hasundutan, (6) Kabupaten Samosir, dan (7) Kabupaten Pakpak Dairi.

Dalam hati saya bergumam: “pantaslah Pemerintah Pusat mengalokasikan dana trilyunan rupiah untuk pengembangan wisata di kawasan Danau Toba, ini karena begitu luasnya wilayah ini yang empat tahun lalu masih banyak infrastruktur belum tersedia.” Saat inipun saya lihat pembangunan infrastruktur masih giat dibangun di sana-sini.

Di dalam peta di atas Desa Tongging adalah “Geosite” nomor satu dari 15 “Geosite” yang ada. “Geosite adalah situs sejarah alam yang berhubungan dengan sejarah semesta, bumi dan manusia. Situs ini terbuka untuk kegiatan periwisata. Setiap situs geologi atau situs bentangan alam yang mengandung unsur keragaman geologi penting adalah ‘Geosite’. ‘Geosite’ dapat dijabarkan sebagai singkapan batuan atau bentangan yang menunjukkan nilai tingi sebagai warisan bumi. Situs itu mungkin ditemukan di tempat lain, tetapi secara umum sulit ditemui.” Demikian bunyi keterangan tentang “Geosite” di papan “Visitor Information” desa Tongging.

Saat saya berbincang dengan Pak Dermando Purba pemilik “Anugerah Tongging Hotel” dimana saya dan rombongan GBKP menginap, saya bertanya secara khusus: “Mengapa di kamar hotel ini tidak tersedia Alkitab Pak? Padahal standar internasional setiap hotel mestinya menyediakan Kitab Suci agama apapun sebagai kelengkapan pelayanannya.” Sambil tersennyum Pak Purba yang sudah sepuluh tahun mengelola hotelnya berujar: ”Saya pernah mendengar ada pembagian Alkitab gratis dari Gideon Internasional, tapi katanya diprioritaskan ke Sekolah-sekolah, jadi kami tidak dapat jatah itu.”

Lalu saya tawarkan bantuan untuk menghubungi Gideon International agar dikirim Alkitab cuma-cuma untuk semua kamar hotelnya. Pak Purba dengan semangat mengatakan: “Terima kasih Pak, saya tunggu bantuan Bapak.” Dan tidak lama sesudah saya bincang-bincang dengan Pak Purba, saya langsung Whatshap Pak Ridwan Naftali Koordinator Gideon International. Saya memberitahu tentang kebutuhan Alkitab di “Anugerah Tongging Hotel” lengkap dengan alamat dan peta lokasinya. Alhasil Pak Ridwan akan segera menindaklanjutinya agar segera ada yang mengirim Alkitab kesana.

Dengan akan dibangunnya hotel-hotel dan bertambahnya kunjungan wisatawan di Kawasan Danau Toba yang terdiri atas empat “Geoarea” dan limabelas “Geosite”, maka kebutuhan “supplay” Alkitab untuk diletakkan di setiap kamar Hotel menjadi sangat besar. Ini peluang tak terbantahkan, terutama bagi The Gideon International.

Lembaga Alkitab Indonesia selalu siap mendukung segala upaya distribusi Alkitab di pelosok negeri. Dengan harapan semakin banyak umat akan bertemu dan berinteraksi dengan Allah serta mengalami hidup baru di dalam Kristus. Salam Alkitab Untuk Semua.

Sigit Triyono (Sekum LAI)

Membagi Kasih di Kepulauan Kei Kecil dan Kei Besar

title

Ini pertama kali saya mengikuti program SDK LAI (Satu Dalam Kasih) Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Program ini mendistribusikan Alkitab bagi jemaat-jemaat di P. Kei hasil sumbangan donatur. Beberapa kali saya hanya mendengar cerita dari pak Sigit Triyono. Cerita tentunya berbeda dengan kenyataan yang sesungguhnya.

Sebelum berangkat saya tdk pernah mencari tahu bagaimana jemaat Ur Pulau, jemaat Tamangil dan lainnya. Karena berangkat atau tdk masih belum bisa saya pastikan, walaupun saya bertekad untuk ikut tapi kalau bergerak saja sakit apa bisa dengan tekad saja?

Akhirnya di last minute, saya bisa memastikan ikut pergi. Jadi saya tidak bisa membayangkan bagaimana medan pelayanannya di sana. Perjalanan Jakarta-Ambon- Tual sebuah perjalanan yang biasa.

Sesampai di sana sudah malam. Kami dibagi untuk tinggal di beberapa rumah jemaat. Istilah kerennya "live in". Inipun bukan masalah buat saya. Saya bisa menikmati hidup bersama dengan mereka.

Ini perjalanan spiritual.

Perjalanan iman yang tdk bisa didapatkan di tempat lain. Ketika saya disana, justru saya yg banyak diberkati oleh semua yg saya hadapi, yaitu:
1. Masyarakat di sana masih asli, belum terkontaminasi perubahan jaman yang menggilas karakter asli mereka. Kepolosan dan ketulusan mereka saya rasakan.
2. Memberi dari kekurangan mereka. Ini pelajaran kedua yang saya dapatkan. Mereka bukan jemaat yang kaya maka mereka dibantu dalam memiliki alkitab. Tapi mereka menyiapkan makanan yang luar biasa untuk dinikmati bersama jemaat. Mereka memberikan apa yang ada pada mereka. Bukan dari kelebihannya.
3. Belajar dari peserta yang kebanyakan usianya di atas 60 tahun. Saat mau berangkat terselip juga keraguan, mampukah saya? Satu dari peserta yang saya kenal. sudah berusia di atas 60 tahun. Itu yang menguatkan saya untuk semakin bertekad ikut ke sana. Tapi bukan itu saja. Ada peserta yang berusia 82 tahun. Namun semangat mereka dalam melayani luar biasa. Mereka tidak mengeluh dan pantang menyerah dalam menjalani medan pelayanan yang harus ditempuh. Mungkin banyak orang yang memilih pesiar di kota kota besar apalagi dalam usia senja. Tapi mereka memilih ikut mendistribusikan alkitab dengan biaya sendiri. Tidak murah juga biayanya. Nanti ditulisan lainnya saya akan posting tentang beberapa peserta yang menginspirasi saya di FB saya.
4. Sukacita bersama. Melihat mereka antusias mempersiapkan acara, dan bernyanyi dengan sukacita membuat kita yang datang turut bersuka cita. Mereka juga menerima dengan penuh sukacita, itu juga sukacita kami semua.
5. Toleransi yang nyata. Saat kami membagikan di salah satu jemaat Tamangil, kami disambut tarian penyambutan. Yang menari anak anak dari saudara kita kaum muslim. Mereka menari di tengah terik matahari. Bahkan penabuh rebana nya guru mereka yang menggunakan hijab. Sebuah pemandangan yang sudah langka di bumi pertiwi. Yang disambut orang Kristen yang menyambut orang muslim. Luar biasa sekali.

Terima kasih Tuhan yang mengijinkan saya mengikuti perjalanan kali. Terima kasih untuk kesempatan yang Tuhan berikan. Banyak berkat yang luar biasa yang saya terima yang menambah dan menguatkan iman percaya saya.

Mari kita berbagi berkat unt saudara kita. Menengok keluar karena di sana masih banyak yang membutuhkan pertolongan kita.
LAI salah satu lembaga yang bisa kita pakai untuk menyalurkan berkat. Salam Alkitab Untuk Semua.

Jatibening, 31 10 2018

Catur Rini Cahyadiningsih

Pekan Alkitab

Pekan Alkitab

LEMBAGA ALKITAB INDONESIA & GEREJA-GEREJA DI SALATIGA

Kompleks Sinode GKJ, Jalan Dr. Sumardi No. 8 & 10, Salatiga, Jawa Tengah
Jumat-Minggu, 2-4 November 2018

 

No Kegiatan Waktu Keterangan
1 Ibadah Pembukaan 2 November 2018

Pukul 13.30-14.30 WIB

2 Pameran Produk LAI 2-4 November 2018

Pukul 09.00-18.00 WIB

Diskon Produk LAI

20%-50%

3 Pameran Koleksi Museum Alkitab 2-4 November 2018

Pukul 09.00-18.00 WIB

Pameran Benda & Teks Alkitab
4 Pameran Program LAI 2-4 November 2018

Pukul 09.00-18.00 WIB

Satu Dalam Kasih, Pembaca Baru Alkitab
5 Seminar “Mengapa Alkitab Direvisi? 2 November 2018

Pukul 14.30-17.30 WIB

Ruang Pertemuan Lt.2 Sinode GKJ
6 Kuliah Umum Penerjemahan & Revisi Alkitab 2 November 2018

Pukul 09.00-12.00 WIB

UKSW
7 Seminar Penerjemahan Nama dan Sebutan Ilahi Dalam Alkitab 3 November 2018

Pukul 14.30-17.30 WIB

STT Salatiga
8 Seminar Penerjemahan Nama dan Sebutan Ilahi Dalam Alkitab 3 November 2018

Pukul 10.30-12.30 WIB

Ruang Pertemuan Lt.2 Sinode GKJ
9 Lomba Mewarnai Kelas TK A & TK B 3 November 2018

Pukul 13.00-17.00 WIB

Membawa perlengkapan sendiri
10 Lomba Mewarnai Kelas 1- 3 SD 3 November 2018

Pukul 13.00-17.00 WIB

Membawa perlengkapan sendiri
11 Lomba Menggambar dengan Tema: Toleransi Beragama Kelas 4- 6 SD 3 November 2018

Pukul 14.00-16.00 WIB

Membawa perlengkapan sendiri
12 Lomba Menyanyi Solo Remaja (SMP-SMA) 4 November 2018

Pukul 10.00-13.00 WIB

Menyanyi 1 Lagu Rohani (bebas)
13 Ibadah Penutup & Penyerahan Hadiah Lomba 4 November 2018

Pukul 17.30-18.30 WIB

 

Biaya pendaftaran Lomba Menyanyi, Lomba Mewarnai & Menggambar Rp. 20.000,-/peserta

 

Keterangan:

  • Pameran Produk, Museum, & Program LAI, Seminar: Terbuka Untuk Umum
  • Untuk Perlombaan Menyanyi setiap Gereja/Sekolah mengirimkan 1-3 orang
  • Untuk Perlombaan Mewarnai setiap Gereja/Sekolah bisa bisa mengirimkan maks. 5 peserta
  • Untuk Perlombaan Menggambar setiap Gereja/Sekolah bisa bisa mengirimkan maks. 5 peserta
  • Perlombaan memperebutkan piala dan hadiah menarik, tersedia sertifikat dan doorprize bagi peserta seminar.

 

Informasi/Pendaftaran:

Lomba Menyanyi (Merry 0822-2656-1486 & Linda 0822-2717-8775)
Lomba Mewarnai & Menggambar (Merry 0822-2656-1486 & Sindy 0812 5654 1615)
Seminar (Merry 0822-2656-1486 & Sevnat 0896-7797-1828))

LAI Peduli Palu: Bantuan Bagi Jemaat Jono Oge

title

20 hari setelah gempa bumi dan tsunami yang menerjang Palu dan sekitarnya, Tim Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), melalui Kantor Perwakilan LAI Manado mulai menyalurkan bantuan yang digalang melalui LAI Peduli Palu Donggala. Dalam tahap pertama ini LAI telah menyalurkan 200 eks Alkitab Sedang, 65 eks Alkitab Sedang, 5.000 eks Kabar Baik Ceria (KBC) Dwi Bahasa, 800 eks Komik Alkitab, 50 eks Kuis Alkitab, 20 eks chalkboard, sembako, susu, pakaian dalam, dan alat-alat sekolah.

Adapun pengiriman semua bantuan-bantuan tersebut selain dikirim lewat bus malam juga dibawa langsung oleh Kepala Kantor Perwakilan LAI dengan berkendara dari Manado ke Palu. Meskipun di sepanjang perjalanan dari Manado ke Palu selalu dihantui dengan kekhawatiran penjarahan, akhirnya bantuan yang dibawa oleh Tim LAI tiba di Palu dengan selamat.

Sesampainya di Palu Sabtu, 20 Oktober 2018 dengan diantar para Mitra LAI di Palu, Tim LAI berkunjung ke kantor Sinode Gereja Protestan Indonesia di Donggala (GPID) dan langsung diterima oleh Ketua III BPS GPID. Pnt. Uhut Hutapea. Dari Kantor Sinode GPID yang, Tim LAI mendapat data dan informasi bahwa dari jumlah 174 jemaat GPID, ada 129 gedung gereja yang mengalami kerusakan dan 2 buah gedung gereja GPID di Wilayah Petobo dan Jono Oge yang hilang terseret dan tertimbun lumpur akibat liquifaksi.

Esok harinya Minggu, 21 Oktober 2018, Tim LAI berangkat ke Kabupaten Sigi untuk berkunjung ke daerah Pombewe – Sidera di Trans Sidera, untuk memberikan bantuannya kepada para pengungsi yang berasal dari Kampung Jono Oge dan Petobo, kampong yang hilang akibat liquifaksi. Tim LAI beribadah minggu bersama para pengungsi di tenda-tenda pengungsian bersama umat yang merupakan gabungan dari berbagai gereja yang ada di Kabupaten Sigi.

Di kawasan ini, Tim LAI memberikan bantuan kepada pengungsi yang berasal dari GSJA Jono Oge diberikan 20 eks Alkitab dan Komik Alkitab dan GPdI Jono Oge diberikan 45 eks Alkitab, Komik Alkitab , dan KBC. Untuk pengungsi yang berasal dari Bala Keselamatan selain memberikan bantuan sembako, pakaian dalam, Tim LAI juga memberikan 40 eks Alkitab, Komik Alkitab, dan KBC. Sedangkan untuk pengungsi yang berasal dari GPID Jono Oge selain memberikan sembako, Tim LAI memberikan 65 eks Alkitab, Komik Alkitab, dan KBC. Demikian juga LAI memberikan bantuan kepada pengungsi yang berasal dari jemaat Gereja Toraja Jono Oge dengan memberikan sembako dan 20 eks Alkitab dan Komik Alkitab.

Esok harinya Senin, 22 Oktober 2018 sebelum kembali ke Manado, Tim LAI bertemu dengan Pdt. Franky Rewah, M.Th., Ketua Majelis Daerah GPdI, Sulawesi Tengah, di kantor Majelis Daerah GPdI, yang beralamat di Jalan Thamrin, Palu. Di tempat ini LAI menyerahkan bantuan berupa: 75 eks Alkitab, Komik Alkitab, KBC, dan sembako, serta kebutuhan dasar lainnya. Semua jemaat yang dikunjungi menyambut penuh syukur bantuan Alkitab yang dibawa oleh LAI.

Selain mendistribusikan bantuan kepada para pengungsi di Palu dan sekitarnya, Tim LAI juga memperoleh data tentang kondisi gereja yang menjadi korban bencana alam dari Bp. Khaleb Polii, Kabid. Bimas Kristen, Kementerian Agama Sulawesi Tengah. Adapun terdapat sekitar 664 gereja yang rusak akibat bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah, dengan rincian 216 gereja yang rusak di Kabupaten Donggala, 116 gereja yang rusak di Kota Palu, 307 gereja yang rusak di Kabupaten Sigi, dan 25 gereja yang rusak di Kabupaten Parigi Moutong.

Distribusi bantuan belum menjangkau Kabupaten Donggala, Kulawi, Parigi, karena akses yang masih terputus, terbatasnya waktu dan jumlah bantuan yang dibawa. Informasi dari Ketua III BPS GPID Yang perlu mendapat perhatian adalah gereja-gereja di Kabupaten Kulawi, karena sebagian besar bangunan gereja di sana rusak parah dan jemaatnya sangat memerlukan Alkitab. Kulawi adalah daerah pelayanan Bala Keselamatan. Harapannya kunjungan berikutnya daerah-daerah ini dapat dikunjungi dalam penyerahan bantuan pada tahap ke-2 sambil melakukan kegiatan ”Trauma Healing” bagi para pengungsi anak-anak dan orang dewasa yang masih mengalami traumatic akibat bencana alam tersebut.

Dari data-data yang baru terkumpul tersebut, LAI mencoba menawarkan kepada donatur yang terbeban agar dapat membantu meringankan beban hidup umat dan jemaat yang menjadi korban gempa bumi dan tsunami. Biarlah pelayanan LAI Peduli Palu dapat menjadi berkat bagi banyak orang.[]

Tuhan, Peringatan-Mu Adalah Nyawa Baru Bagi Jiwa Kami, Yang Semakin Redup Oleh Banyak Keluh Kesah Dan Putus Asa.

title

Yang lemah dikuatkan-Nya, yang terluka disembuhkan-Nya, dan yang patah semangat dihiburkan serta diberi sukacita yang baru.

Surat yang ditujukan kepada para pengikut jalan Tuhan yang berada di daerah perantauan diawali dengan sebuah pengingat bahwa mereka adalah umat pilihan Allah yang dikuduskan untuk Allah oleh darah Kristus. Untuk diberikan hidup baru dan segala berkat yang telah disimpan oleh Allah di surga yang tidak dapat rusak, cemar, ataupun layu. Ini tentu memberikan mereka kekuatan untuk hidup sebagai seorang pengikut Kristus di negeri yang baru bagi mereka dan di tengah-tengah orang yang tidak percaya. Dan agar mereka tetap setia serta kembali bergairah mengikut Tuhan sekalipun tantangan terus saja datang.

Sahabat Alkitab, ada begitu banyak hal yang dapat saja terjadi atau mungkin telah terjadi yang membuat iman kita menjadi goyah, semangat kita pudar, tenaga kita hampir habis, dan harapan kita lenyap. Saat berada dalam posisi itu tidak ada lain yang dapat kita lakukan selain melihat kepada Allah, melihat pada pengorbanan-Nya untuk memberikan hidup kepada kita, dan meyakini janji-Nya akan upah yang disediakan bagi kita yang tetap setia. Kita perlu membangkitkan kembali ingatan-ingatan akan kebaikan Allah yang telah kita alami, menghitung berkat-Nya yang membuat kita begitu terpesona akan Dia. Allah akan memberikan semangat yang baru untuk kembali berjalan bersama-Nya.

Selamat Pagi. Percayalah bahwa di dalam Tuhan selalu ada semangat dan sukacita yang baru.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Engkau Merancang Kami Untuk Saling Bergantung. Jadi Tolong Kami Berguna Serta Dapat Diandalkan. Amin.

title

Rabu 31/10/18 (Tit. 3:12-15):

Simbiosis mutualisme. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan keberadaan kita di dunia ini sebagai manusia dan sebagai orang percaya.

Titus diminta untuk membantu Zenas, seorang ahli Taurat, dan juga Apolos. Tujuannya yang terutama adalah agar pekerjaan Tuhan terus dapat dilanjutkan oleh kedua orang itu dan agar kebutuhan mereka dalam perjalanan pemberitaan Injil Kristus terpenuhi. Tidak hanya diminta untuk membantu, Titus juga harus mengajarkan cara hidup yang saling tolong menolong dalam melakukan hal yang baik kepada semua jemaat.

Sahabat Alkitab, Allah tidak pernah merancang manusia untuk menjadi makhluk yang egoistis dan egosentris, melainkan sebagai makhluk sosial dan yang berguna bagi segala makhluk. Kita dipilih oleh Allah untuk diselamatkan juga untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Titus yang dalam posisi yang juga memerlukan bantuan diminta untuk membuka diri menolong pekerja Tuhan yang lain. Menolong dan menjadi berguna bagi orang lain tidak boleh dibatasi oleh keterbatasan kita. Dalam hal memberi, tidak perlu menunggu sampai berkelimpahan dulu melainkan belajar memberi sekalipun dalam kekurangan.

Selamat Pagi. Marilah kita melintasi batas-batas diri dalam hal melakukan kebaikan bagi sesama manusia. Seperti Kristus melakukannya bagi kita.

SalamAlkitab Untuk Semua

Komunitas Verbum Domini (KVD) dan LAI

title

“Menjadikan Sabda Allah (Verbum Domini) sebagai sumber terang, hidup dan keselamatan. Itulah visi KVD,” kata dokter Irene Setiadi dalam presentasinya pada perayaan ulang tahun ke-2 KVD 25 Oktober 2018 lalu di Gedung Pusat Alkitab Jakarta. Dokter Irene adalah pencetus, pendiri dan Ketua Umum pertama KVD yang lahir 15 Oktober 2016 juga di Gedung Pusat Alkitab Jakarta. Ibu dokter yang energik ini juga anggota Pengawas Lembaga Alkitab Indonesia periode 2018-2022.

Apa yang dimimpikan KVD di atas didorong oleh harapan umat Katolik di Indonesia akan: (1) Bertambahnya pecinta Sabda Allah, (2) Perlunya wadah bagi pecinta Sabda Allah, (3) Mendukung karya Lembaga Alkitab Indonesa (LAI) dan Lembaga Biblika Indonesia (LBI), (4) Pentingnya kerjasama lintas komunitas, paroki dan keuskupan.
Kepengurusan KVD 2017-2020 terdiri dari: (1) Pembina: Prof.Dr. Martin Harun, OFM. (2) Moderator: RD. DR. Yohanes Subagyo, (3) Tim Pembimbing: RD. DR. Joseph F. Susanto, Hortensio Mandaru, (4) Ketua Umum: dr. Irene Setiadi, (5) Wakil Ketua Umum: Iljas Ridwan, (6) Sekretaris Umum: H. Suwandy Sunaryo, dan (7) Bendahara Umum: Melia Tjen.

Dari tempat pendirian, perayaan ulang tahun dan kepengurusan yang ada tampak sekali KVD sangat dekat dengan LAI. Jelas bahwa ini adalah ekspresi semangat kebersamaan antara umat Kristen Protestan dan umat Katolik. Setidak nya ada empat orang di dalam kepengurusan KVD di atas adalah juga pembina, pengawas, pengurus dan karyawan Lembaga Alkitab Indonesia. Ini menegaskan bahwa LAI adalah lembaga ekumenis interdenominasi dan interkonfesi di Indonesia.

LAI lahir pada 9 Februari 1954 dan pada tahun 1968 Gereja Katolik di Indonesia membuat keputusan yang sangat fenomenal dengan menyatakan Tim Penerjemahan Alkitabnya bergabung bersama Tim Penerjemahan Alkitab LAI. Sejak tahun 1968 itulah semua karya penerjemahan Alkitab LAI dilakukan secara bersama-sama antara tim ahli penerjemahan dari Kristen Protestan dan Katolik.

Upaya untuk mewujudkan “Alkitab Untuk Semua” adalah tugas semua umat Krsitiani di Indonesia. “Gereja adalah gerakan yang harus nyata bergerak. Kalau Gereja tidak bergerak, namanya hanya gerak-gerik,” kata Romo Subagyo yang juga Pembina LAI dalam sambutannya. “Oleh karenanya, KVD sebagai bagian dari Gereja harus merealisasi gerakan Mencintai, Membaca, dan Mengamalkan Kitab Suci,” sambungnya.

Prof Martin Harun, Pembina KVD yang juga Tim Ahli Penerjemahan LAI menyampaikan lima langkah membaca Sabda Tuhan dan menjadikannya “darah daging” kita: (1) Lectio – baca dan mengerti, (2) Meditatio – merenungkan, (3) Oratio – berdoa dengan Sabda, (4) Contemplatio – berdoa hening, dan (5) Actio – bertindak. Bila ini dilakukan konsiten dan persisten maka akan memiliki dampak yang sangat positif dalam kehidupan umat.

Dalam perayaan ulang tahun kedua ini juga disampaikan kesaksian-kesaksian para anggota KVD, Moderator dan Pembimbing yang mengungkapkan betapa sangat bermanfaatnya menjadi anggota KVD. Bila aktif dalam komunitas ini maka ada lima manfaat yang akan didapat: (1) Kebiasaan membaca FirmanNya setiap hari akan mendekatkan kita dengan Sang Sabda. (2) Bisa menjadi garam dan terang bagi mereka yang mendengar perjalanan iman kita. (3) Iman kita semakin diperkuat dengan membaca perjalanan iman teman-teman lain bagaimana Tuhan bisa menjamah setiap orang dengan caraNya yang berbeda. (4) Jika sudah terbiasa memberikan sharing singkat, kita sudah mempersiapkan diri dengan baik jika suatu hari diminta menjadi pewarta lingkungan/wilayah. (5) Yang terpenting dari semuanya, kita dipakai Tuhan untuk menjadi saksi atas cinta dan kebaikannNya melalui sepenggal tulisan.

Bagaimana caranya mendaftar menjadi anggota Komunitas Verbum Domini? Mudah sekali bisa langsung menghubungi Sekretariat KVD: Wandi 0822 1019 1519 dan Digna 0812 8128 4400. Selamat ulang tahun kedua Komunitas Verbum Domini. Tuhan selalu memberkati. Soli Deo Gloria. Salam Alkitab Untuk Semua.[]

Sigit Triyono (Sekum LAI)