CSR BRI Peduli Natal 2018 Untuk PBH/PBA LAI

title

Alkitab Untuk Semua Menjadi Semangat Bersama Untuk Melayani Sesama dan Menghadirkan Kabar Baik.

Syukur pada Tuhan, dalam rangkaian acara Natal Keluarga Besar Ikatan Karyawan - karyawati Kristen Bank BRI melalui program CSR Yayasan BRI Kasih,
Sabtu, 5 Januari 2019 di Balai Kartini Jakarta Pusat, Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) kembali menerima Dukungan untuk Program Pembaca Baru Alkitab (PBA) di Parigi Moutoung Sulawesi Tengah.

Dukungan tersebut diserahkan langsung oleh Bpk. Suprajarto, Direktur Utama BRI, kepada Bendahara Umum LAI Bpk.Moenir Rony.

Biarlah dukungan yang diberikan oleh
saudara-saudara kita di BRI, dapat menjadi berkat bagi Gereja dan Jemaat Tuhan di pelosok nusantara, khususnya untuk pelaksanaan program PBA di Parigi Moutong. Semoga semangat Natal dalam mewujudkan Alkitab untuk Semua dapat terus menjadi inspirasi dalam pelayanan bersama menghadirkan Kabar Baik di nusantara.

Salam Alkitab Untuk Semua

Seperti Hamba Abraham Itu. Dalam Segala Kesemrawutan Kehidupan Dunia, Mari Kita Bertanya Pada Diri Kita Sendiri : Siapakah Aku ?

title

Bertanyalah kepada pribadi yang tepat, yang memiliki seluruh jawaban atas segala sesuatu.

Dalam ketidaktahuan, ketidakpastian, dan atas segala kemungkinan-kemungkinan terburuk yang dapat saja terjadi, hamba Abraham bertanya kepada tuannya "Bagaimana jika gadis itu tidak mau ikut dengan saya?" Pertanyaan ini sekaligus juga menjadi pengakuan akan keterbatasannya sebagai manusia yang tidak dapat mengendalikan segala sesuatu dan juga tidak dapat memaksakan kehendaknya kepada siapapun gadis yang hendak dicarinya itu. Ia tidak berkuasa untuk itu karena dia hanyalah seorang hamba, sebuah pengakuan dan sadar diri akan keberadaannya.

Sahabat Alkitab, "Siapakah Aku? Siapakah Anda? Siapakah Kita?" pertanyaan-pertanyaan ini dapat kita tanyakan sebagai refleksi tatkala kita menghadapi semrawut dan galaunya dunia. Lalu kita bertanya lagi, "Mengapa aku ada di sini? Mengapa aku ditempatkan di sini?" Jika tidak kita temukan jawabannya, maka bertanyalah demikian: "Siapakah aku Tuhan? Mengapakah aku ada di sini Tuhan?" Niscaya kita mendapat jawabannya. Bukan hanya jawaban atas pertanyaan itu yang akan kita temukan, tetapi juga bagaimana kita harus bersikap dan apa yang harus kita lakukan di tengah segala kesemrawutan dan kegalauan yang tidak dapat kita ubah ataupun kendalikan.

Selamat Beribadah. Pakailah waktu ini untuk merenung dan berefleksi untuk menemukan diri kita yang sejati.

Salam Alkitab Untuk Semua

Bagi Sebagian Orang, Sebuah Tanda Awal Keberhasilan Sudah Dapat Membuat Mereka Berpesta. Tapi Tidak Bagi Mereka Yang Benar-benar Menginginkan Keberhasilan Sempurna.

title

Meski tersisa hanya satu langkah, jika belum menginjak garis finis, kita belum jadi pemenang. Jangan merayakan kemenangan yang belum terjadi.

Tekad yang begitu kuat untuk berhasil oleh karena tidak ingin mengecewakan tuannya membuat hamba Abraham tidak ingin menikmati "jamuan kemenangan" yang disiapkan baginya sebelum keberhasilan itu benar-benar telah diraihnya (24:33).

Sahabat Alkitab, kegagalan bukan hanya berarti keberhasilan yang tertunda, tapi dapat juga berarti perayaan keberhasilan yang terlalu dini. Terlalu cepat berpuas diri kadang membuat kita tidak dapat menikmati keberhasilan yang sesungguhnya. Seperti orang yang menggali harta karun lalu berhenti hanya karena telah menemukan sekeping logam emas. Keberhasilan dalam usaha dan kerja yang baik memang perlu untuk dirayakan, namun ingatlah bahwa Tuhan telah memberikan potensi yang "tak terbatas" kepada kita, sehingga dengan itu kita dapat menggali setiap potensi agas lebih baik lagi. Ingatlah pepatah yang berkata "Di atas langit masih ada langit" maka raihlah setiap tingkap-tingkap langit itu agar di dalamnya Allah dipermuliakan.

Selamat Pagi. Tidak ada yang lebih memuaskan Allah selain ketika kita mempersembahkan yang terbaik, yang utuh, dan yang sempurna bagi-Nya dari setiap tugas dan kerja yang Ia percayakan bagi kita.

Salam Alkitab Untuk Semua

Jalan Tuhan Begitu Lurus. Tapi Sayang, Kelemahan, Keserakahan, Dan Kesombongan Manusia Kadang Membuatnya Berbelok Tidak Karuan.

title

Mengikut Yesus seperti domba mengikuti gembala, yang tidak pernah bertanya ke mana arah dan tujuan, juga tidak pernah memprotes, karena mereka percaya ke mana gembala menuntun di situlah tempat terbaik bagi mereka.

Allah menunjukkan diri-Nya sebagai penuntun jalan yang dapat dipercaya dan diandalkan kepada hamba Abraham. Sejak semula Abraham telah memesankan kepada hambanya itu bahwa Allah-lah yang akan menuntunnya dengan mengutus malaikat-Nya (27:7) agar ia dapat menemukan istri bagi Ishak, dan hamba itu taat. Ia tidak menyimpang dan mencari jalannya sendiri, melainkan mempercayakan perjalannya itu kepada Allah Abraham (24:12-14). Ia tidak melakukan apa yang tidak dikenan oleh tuannya (24:3,5-6,8).

Sahabat Alkitab, kita semua tahu bahwa jalan yang ditunjukkan Tuhan bagi kita adalah jalan yang terbaik karena di sanalah ada kehidupan dan pengharapan, namun kerap kita mengambil jalan kita sendiri dengan tidak lagi mengindahkan Allah. Kita merasa berkuasa menentukan jalan sendiri, dan merasa tahu bahwa itu yang terbaik, hingga pada akhirnya kita berjalan semakin jauh dari Allah dan tersesat, lalu hilang. Kelemahan, keserakahan, dan kesombongan kitalah yang membuat kita menyimpang dari jalan Allah. Marilah kita belajar dari hamba Abraham itu, yang dengan rela meletakkan "pengetahuan"nya, kehendaknya, ide-idenya, rencananya, dan seluruh hidupnya pada kehendak Allah dan kehendak tuannya. Sebab ia sadar bahwa dia adalah seorang hamba.

Selamat Pagi. Berhentilah dari berlagak tahu, padahal kita tidak pernah tahu, tanggalkanlah keangkuhan dan ego. Serahkan semuanya kepada Allah dan nikmatilah berjalan dalam perjalanan bersama-Nya.   

Salam Alkitab Untuk Semua

Sifat Yang Baik Selalu Menjadi Jawaban Untuk Setiap Doa Yang Diucapkan Kepada Tuhan.

title

Mintalah yang baik, maka Tuhan akan memberikan yang terbaik. Sebab Dia tahu apa yang dibutuhkan oleh anak-anak-Nya.

Tuhan menjawab doa dari hamba Abraham. Seorang perempuan yang tepat buat Ishak, anak Abraham. Seorang gadis yang baik budinya, tepat seperti yang ia minta.

Sahabat Alkitab, dari manakah datangnya pemberian yang baik selain dari Tuhan? Sumber yang baik pasti memberikan yang baik pula. Kisah pencarian hamba Abraham ini menolong kita untuk dapat melihat mana jawaban Tuhan atas doa yang kita panjatkan kepada-Nya. Jawaban Tuhan bersesuaian dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai kebaikan, nilai-nilai moral dan kebajikan, serta sejalan dan tidak bertentangan dengan firman-Nya. Berikutnya adalah tidak terburu-buru mengklaim sebagai jawaban doa atas apa yang terlihat masih samar-samar melainkan memperhatikan dengan saksama seperti yang dilakukan oleh hamba Abraham (21).

Selamat Pagi. Tuhan kiranya memimpin kita agar dapat melihat setiap jawaban doa yang telah, sedang, dan akan diberikan-Nya.

Salam Alkitab Untuk Semua

Apa Yang Membuat Kita Tetap Bernafas Dalam Timbunan Pekat Ketidakpastian ? Harapan, Iman Dan Doa Yang Tulus Kepada Tuhan.

title

Seperti berjalan dalam gelap, iman, pengharapan, dan doa seperti secercah cahaya yang meninari kita

Hamba Abraham berjalan jauh hingga ke negeri kelahiran Abraham untuk mencari seorang istri bagi Ishak. Ini mungkin pertama kalinya dia ke sana, dan mungkin belum mengenal kerabat Abraham. Ia hanya berjalan mengikuti pimpinan Allah Abraham. Nampaknya, Abraham berhasil mewariskan imannya kepada hambanya ini, sehingga hamba itu berdoa kepada Allah untuk meminta tanda. Mengapa ia berdoa? Ia adalah hamba yang lahir di rumah Abraham, sehingga sedari kecilnya ia melihat bagaimana Abraham hidup dalam iman kepada Allahnya, dan melihat bagaimana iman Abraham itu bekerja memberkati hidup Abraham. Ia takut salah memilih, karena itu ia berdoa dan meminta tanda dari Allah

Sahabat Alkitab, bukankah kita juga sering berjalan dalam ketidakpastian? Kita berjalan tapi kita tidak tahu ke mana ujung perjalanan kita, bahkan kita tidak tahu apa yang akan terjadi dalam perjalanan itu. Lalu kita berdoa kepada Tuhan, memohon agar Dia memimpin langkah kita, kita mempasrahkan perjalan itu kepada-Nya dan berharap dapat tiba pada tujuan yang tepat, dan Allah menjawab itu. Perjalanan seperti itu terjadi setiap hari, dan setiap hari juga Allah menunjukkan kemurahan-Nya bagi kita. Besok, kita juga akan berjalan dalam ketidakpastian, tidak seorangpun yang tahu apa yang akan terjadi, tetapi kita tahu bahwa ketika iman dan pengharapan kita serahkan dan tujukan kepada Allah, maka Ia akan bekerja menyatakan kebaikan bagi kita. Marilah juga belajar berdoa seperti seorang hamba. Kata-kata seperti: tolonglah, berbaik hatilah, dialah yang Tuhan pilih, jika hal itu terjadi, adalah kata-kata doa yang menunjukkan bahwa ia benar-benar adalah seorang hamba yang meminta dengan penuh permohonan dan ketulusan tanpa memaksakan Tuhan

Selamat Pagi. Di dalam Tuhan, iman dan pengharapan kita tidak akan pernah dikecewakan-Nya, karena itu berdoalah kepada-Nya seperti seorang hamba yang memohon kepada tuannya

Salam Alkitab Untuk Semua

Lakukanlah Semuanya Untuk Aku

title

(Matius 25:31-46)
“Syukur kepada Allah, hari ini adalah hari yang baru, sebuah awal yang baru di tahun yang baru. Aku mau bangkit dan bercahaya bagi Kristus, aku mau memancarkan cahaya dan memberi kehangatan bagi sekelilingku. Aku mau melakukannya karena Kristus telah mengasihiku dan aku mengasihi-Nya.

Yesus menyampaikan pesan secara khusus kepada para murid-Nya (lih. 24:1), tentang penghakiman terakhir yang akan memperhadapkan semua orang dan membagi mereka ke dalam dua bagian di hadapan takhta kemuliaan-Nya, sama seperti gembala memisahkan antara domba di sebelah kanannya dengan kambing di sebelah kirinya (31-33). Anak Manusia (31) yang Yesus maksudkan adalah diri-Nya sendiri, Dialah yang akan menghakimi manusia pada masa penghakiman nanti.

Kepada mereka yang di sebelah kanan, Yesus akan membawa mereka masuk ke dalam kerajaan-Nya yang telah disediakan bagi mereka sejak dunia dijadikan. Kepada yang disebelah kiri-Nya, Yesus berkata, “Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya…” Mengapa? Karena mereka yang di sebelah kanan-Nya melakukan apa yang benar dan dikehendaki oleh-Nya, tetapi yang yang di sebelah kiri-Nya tidak. Pesan ini disampaikan kepada orang-orang yang telah mengenal dan mengikuti Dia, yaitu para murid.

Kepercayaan kita kepada Kristus terlihat dari buah yang kita hasilkan, yaitu apa yang kita lakukan kepada sesama kita manusia. Pengikut Kristus yang sejati akan melakukan kebaikan kepada sesama manusia sebagai bentuk kasih-Nya kepada Allah, tetapi para murid yang palsu tidak melakukannya. Dalam Matius 22:34-40 Yesus meyatukan antara hukum mengasihi Allah dan hukum mengasihi sesama manusia. Rasul Yohanes dalam 1 Yohanes 4:20 menyimpulkannya demikian, Jikalau seorang berkata: “Aku megnasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya…” Karena itu yang membuat perbedaan di antara keduanya adalah perlakuan mereka kepada sesama manusia dalam hal memberi makan, memberi minum, memberi tumpangan, memberi pakaian, melawat yang sakit, mengunjungi yang terpenjara.

Kita hidup pada zaman di mana sifat egois manusia semakin kuat, manusia menjadi kurang peka dengan keadaan sekitar, dan tangannya berat untuk terulur menolong sesamanya. Siapakah manusia itu? Manusia itu adalah kita, orang-orang Kristen, orang-orang yang mengatakan, “Aku mengasihi Kristus”, kita yang ada di dalam gereja, kita yang duduk di lembaga-lembaga Kristen, kita yang setiap hari disibukkan dengan aktivitas pelayanan dan gereja, kita yang melompat-lompat menyanyikan pujian dan berlinang air mata ketika menyanyikan lagu “penyembahan” di gereja, kita yang menjadi Kristen sejak dalam kandungan, dan kita yang telah berpuluh-puluh tahun mengenal Yesus.

Ketika kita berkata bahwa kita adalah murid Kristus dan mengasihi Allah, maka kita juga harus mengasihi manusia yang ada di sekeliling kita. Apakah yang harus kita lakukan?

Pertama, memberi makan dan minum. Kasih kita hadir untuk memenuhi kebutuhan paling dasar dan pokok dari tubuh manusia. Di sekitar, kita menjumpai orang-orang yang karena keterbatasan ekonomi sehingga untuk makan dan minum pun mereka tidak sanggup. Mereka bisa jadi tetangga kita, keluarga kita, dan orang-orang yang kita jumpai di sudut-sudut kota. Mereka semua membutuhkan kasih dan perbuatan baik dari kita.

Kedua, memberi tumpangan. Ada begitu banyak orang yang tertolak oleh lingkungannya, oleh pergaulan, tertolak dalam lingkungan kerja bahkan gereja, tertolak oleh keluarganya, lebih parahnya mereka menolak keberadaan dirinya sendiri. Mereka itu membutuhkan “tumpangan” yaitu orang-orang yang mau merangkul dan menerima mereka apa adanya. Juga kepada orang yang benar-benar tidak memiliki tempat tinggal, homeless, dan menggelandang di jalan-jalan. Masyarakat Israel kuno begitu gemar dan merasa terhormat jika ada orang yang mau menumpang di rumah mereka, sayangnya itu telah hilang di zaman Yesus, dan Yesus melihat serta mengkritisi itu. Bagaimana dengan kita? Mari membuka diri untuk mereka yang membutuhkan tumpangan.

Ketiga, memberi pakaian. Pakaian memberikan manusia kehangatan dan menutupi dari ketelanjangan serta rasa malu. Saat kasih telah kehilangan kehangatannya maka yang tersisa adalah dunia yang begitu dingin. Marilah kita hadir memberikan kehangatan di rumah kita, di tempat bekerja, bahkan di gereja, sebab mungkin dari sanalah kasih itu mulai menjadi dingin. Pakaian juga berarti identitas diri. Orang-orang tidak tahu siapa lagi diri mereka dan untuk apa mereka hadir di dunia. Mereka tidak dapat lagi melihat tujuan Allah atas diri mereka. Marilah kita hadir untuk menolong mereka menemukan kembali siapa diri mereka di hadapan Allah dan apa yang harus mereka kerjakan bagi-Nya.

Keempat, hadir untuk melawat. Ketika kasih telah menjadi begitu dingin maka yang ada adalah orang-orang saling melukai satu sama lain. Kita tengah dikelilingi oleh orang-orang yang tampak sehat dari luarnya, namun di dalam hatinya dipenuhi dengan luka-luka batin yang semakin hari semakin membusuk. Ada begitu banyak orang yang mengalami gangguan kejiwaan karena disakiti oleh orang-orang yang mereka kasihi. Kepada merekalah Allah mau kita hadir dan melawat.
Kelima, hadir kepada mereka yang terpenjara. Dosa adalah penjara bagi jiwa manusia. Terlalu banyak orang yang diikat dan dibelengu olehnya. Mereka ingin keluar tapi tidak bisa, sebab ikatan itu begitu kuat. Tidak ada seorangpun yang sanggup untuk membebaskan diri mereka sendiri. Mereka membutuhkan Kristus, dan Kristus “membutuhkan” kita untuk membawa mereka kepada-Nya. Orang-orang tidak dapat keluar dari dosa karena kita mengumbar dosa mereka menjadi bahan cerita dan obrolan kita, itu hanya akan menutup mata mereka dari kasih Kristus. Kepada merekalah Yesus mau kita hadir dan membawa kasih-Nya yang membebaskan.

Jika Tuhan berkenan, ada tiga ratus enam puluh lima hari yang akan kita lalui ke depan, dan itu adalah waktu yang singkat. Selagi masih ada waktu dan kesempatan bagi kita, lakukanlah itu semua itu bagi Kristus, karena kita tidak akan pernah tahu kapan waktu kita akan berakhir. Dan kita mau ketika waktu itu tiba, Dia berkata kepada kita: “Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.

TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. Amin. (Bilangan 6:24-26)

Selamat Menjalani tahun yang baru, rahmat Allah beserta kita sekalian.

Diantara Beribu Ketidakpastian, Janji Allah Muncul Menjadi Satu Kepastian Yang Harus Dipegang.

title

Adalah sebuah kebodohan jika kita mengharap dan berharap kepada yang tidak pasti

Abraham berpegang pada sumpah yang pernah disampaikan Allah kepadanya, dan dia sungguh meyakini bahwa ketika Allah sudah berjanji maka Dia pasti akan menggenapinya. Pengalaman Abraham bersama Allah di masa muda telah membuktikan itu. Janji Allah bahwa keturunannya akan memiliki negeri yang ia diami saat itu akan tergenapi, karena itu ia juga meyakini bahwa calon istri dari anaknya nanti akan disediakan Allah, yaitu peremupuan dari sanak familinya yang mau hidup di tanah perjanjian itu

Sahabat Alkitab, dunia dan segala yang ada di dalamnya berada dalam ketidakpastian begitu juga dengan segala yang ditawarkannya, namun janji Allah dan firman-Nya adalah "ya" dan "amin". Allah berjanji untuk menyertai kita sampai kepada kesudahan zaman (Mat. 28:20), Dia menepati itu dengan mengutus Roh-Nya yang Kudus untuk selalu berada bersama dengan kita (Kis. 2:2-4). Allah berjanji untuk memberkati, maka Dia pasti akan memberkati. Allah berjanji memberikan keselamatan kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya, maka janji itupun telah, sedang, dan akan digenapi-Nya

Selamat Pagi. Jika hanya Allah yang menawarkan kepastian, mengapa memilih yang lain?

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Kata-kata Yang Benar Adalah Sebuah Jalan Lurus Menuju Kehidupan. Tolong Kami Untuk Mengenalinya, Sehingga Tidak Tertipu Dan Tersesat.

title

Perkataan yang benar bersumber dari Allah, dengarkan dan ikutilah agar kita beroleh hidup.

Yesus adalah Firman Hidup, setiap perkataan-Nya dalah firman yang menghidupakn setiap orang yang mendengar, percaya, dan melakukannya. Perkataaan-Nya adalah terang bagi jalan-jalan manusia, setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak tinggal lagi dalam kegelapan, melainkan hidup dalam terang. Sebagian orang Yahudi mungkin menolak perkataan Yesus sebab dalam pemikiran mereka, sebagai keturunan Abraham mereka tidak pernah berada dalam kegelapan. Sebagian orang lain mungkin menerima itu sebagai sebuah kebenaran.

Sahabat Alkitab, firman Allah adalah firman yang hidup, yang dapat berbicara kepada semua orang. firman yang hidup itu juga dapat ditafsirkan oleh siapa saja, ada yang menafsirkannya dengan tetap setia pada kebenaran yang disuarakan dalam alkitab, tapi ada juga yang menyampaikannya sesuai dengan kehendak hatinya sendiri. Yesus sendiri mengatakan bahwa ajaran yang disampaikan-Nya tidak bersumber dari diri-Nya sendiri melainkan dari apa yang Dia terima dari Bapa-Nya. Kita perlu belajar lebih banyak lagi dari firman Tuhan, memahami dengan benar, dan meminta pimpinan Roh Kudus untuk peka membedakan mana firman yang disampaikan dengan benar sesuai kehendak Allah, dan mana yang disampaikan untuk kepentingan penyampainya, dan melenceng dari kebenaran yang sejati.

Selamat Pagi. Awasilah diri kita dari ajaran yang palsu agar kita tidak terjerat lalu masuk dalam kehidupan yang gelap. Firman Allah adalah terang yang memberikan hidup dan membawa pada kehidupan yang sejati.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Engkau Memang Mengajarkan Kami Untuk Tidak Takut Kepada Siapapun. Tetapi Juga Kerendahan Hati Dan Kebijaksanaan.

title

Beranilah karena benar, dan takutlah untuk berbuat kesalahan tetapi berani untuk mengakui kesalahan.

Sebenarnya banyak orang yang mulai percaya kepada Yesus karena pengajaran dan pengungkapan atas diri-Nya, mereka adalah orang-orang biasa tapi ada juga dari kalangan pemimpin agama Yahudi, yaitu mereka yang masuk dalam golongan Mahkamah Agama, namun mereka begitu takut kepada Kaum Farisi. Kaum Farisi memiliki pengaruh dan kuasa yang besar terhadap rumah-rumah ibadat dan juga dalam masyarakat Yahudi. Mereka dapat menentukan siapa yang berhak dan tidak berhak masuk beribadah. Mereka bisa mengucilkan orang dari rumah ibadat, bahkan dari lingkungan masyarakat sekalipun. Melalui forum Mahkamah Agama, mereka dapat menjatuhkan hukuman kepada seseorang hingga hukuman mati. Bagi orang Yahudi, tidak dapat masuk dalam rumah ibadat berarti sama saja mereka kehilangan identitas keyahudian mereka apalagi kehilangan jabatan sebagai pemimpin agama Yahudi. Itulah alasan ketakutan mereka.

Sahabat Alkitab, Tuhan Yesus berkata dalam Mat. 10:28 (BIMK), "Jangan takut kepada mereka yang membunuh badan, tetapi tidak berkuasa membunuh jiwa. Takutlah kepada Allah yang berkuasa membinasakan baik badan maupun jiwa di dalam neraka." Tuhan menghendaki kita mengatakan kebenaran dengan berani, tegas dan lugas. Tidak perlu takut kepada siapapun jika berada pada posisi benar, sebab Tuhan pasti memberikan perlindungan. Namun Tuhan juga meminta kita untuk menjadi tulus seperti merpati dan cerdik seperti ular (Mat. 10:16). Tujuannya agar orang-orang tidak menolak kebenaran hanya karena cara kita menyampaikan dan memberitakannya yang keliru. Banyak aspek yang perlu kita pertimbangkan seperti budaya, karakteristik, pemilihan diksi, waktu yang tepat, dan beberapa hal lainnya.

Selamat Beribadah. Beranilah seperti Daud, dan tetaplah bijaksana seperti Yusuf.

Salam Alkitab Untuk Semua