Tuhan, Engkau Memang Mengajarkan Kami Untuk Tidak Takut Kepada Siapapun. Tetapi Juga Kerendahan Hati Dan Kebijaksanaan.

  • 193
    Shares

title

Beranilah karena benar, dan takutlah untuk berbuat kesalahan tetapi berani untuk mengakui kesalahan.

Sebenarnya banyak orang yang mulai percaya kepada Yesus karena pengajaran dan pengungkapan atas diri-Nya, mereka adalah orang-orang biasa tapi ada juga dari kalangan pemimpin agama Yahudi, yaitu mereka yang masuk dalam golongan Mahkamah Agama, namun mereka begitu takut kepada Kaum Farisi. Kaum Farisi memiliki pengaruh dan kuasa yang besar terhadap rumah-rumah ibadat dan juga dalam masyarakat Yahudi. Mereka dapat menentukan siapa yang berhak dan tidak berhak masuk beribadah. Mereka bisa mengucilkan orang dari rumah ibadat, bahkan dari lingkungan masyarakat sekalipun. Melalui forum Mahkamah Agama, mereka dapat menjatuhkan hukuman kepada seseorang hingga hukuman mati. Bagi orang Yahudi, tidak dapat masuk dalam rumah ibadat berarti sama saja mereka kehilangan identitas keyahudian mereka apalagi kehilangan jabatan sebagai pemimpin agama Yahudi. Itulah alasan ketakutan mereka.

Sahabat Alkitab, Tuhan Yesus berkata dalam Mat. 10:28 (BIMK), "Jangan takut kepada mereka yang membunuh badan, tetapi tidak berkuasa membunuh jiwa. Takutlah kepada Allah yang berkuasa membinasakan baik badan maupun jiwa di dalam neraka." Tuhan menghendaki kita mengatakan kebenaran dengan berani, tegas dan lugas. Tidak perlu takut kepada siapapun jika berada pada posisi benar, sebab Tuhan pasti memberikan perlindungan. Namun Tuhan juga meminta kita untuk menjadi tulus seperti merpati dan cerdik seperti ular (Mat. 10:16). Tujuannya agar orang-orang tidak menolak kebenaran hanya karena cara kita menyampaikan dan memberitakannya yang keliru. Banyak aspek yang perlu kita pertimbangkan seperti budaya, karakteristik, pemilihan diksi, waktu yang tepat, dan beberapa hal lainnya.

Selamat Beribadah. Beranilah seperti Daud, dan tetaplah bijaksana seperti Yusuf.

Salam Alkitab Untuk Semua