Tuhan, Ketika Kami Berhenti Menjadi Egois, Maka Saat Itulah Kami Bisa Dengan Tulus Berbuat Baik Bagi Orang Lain.

title

Jangan diketahui oleh tangan kirimu apa yang telah dilakukan oleh tangan kananmu.

Dalam konteks surat Galatia ini kebaikan yang dimaksudkan oleh Paulus adalah pemberian berupa materi kepada pertama-tama para pengajar yang telah mengajarkan mereka tentang Kristus, kedua kepada saudara seiman mengingat kesusahan yang banyak dialami oleh orang Kristen mula-mula saat itu, lalu melakukan kebaikan juga kepada semua orang tanpa terkecuali. Paulus menganalogikan berbuat baik seperti orang yang menanam. Kebaikan yang terus kita lakukan seolah kita sedang menabur benih, suatu saat kelak benih itu akan bertumbuh dan menghasilkan buah, lalu kita akan menuai hasilnya. Intinya, lakukan kebaikan dengan tidak jemu-jemu, kepada semua orang, dengan tidak mengungkit-ungkit.

Sahabat Alkitab, kita tidak akan pernah mampu untuk melakukan kebaikan kepada orang lain sampai kita berhenti untuk memikirkan kepentingan diri kita sendiri. Kita hanya mampu untuk memberi saat kita mampu untuk melihat kebutuhan dan kepentingan orang lain di atas dan lebih utama daripada kepentingan diri kita sendiri. Firman Tuhan mengajarkan kita untuk tidak jemu-jemu berbuat baik kepada orang lain, dan harus didasarkan oleh motivasi yang murni dan tulus, tanpa mengharapkan balasan. Paulus tidak bermaksud dengan mengatakan,"... sekali kelak kita akan menuai hasilnya" bahwa kita harus mengingat atau mengharapkan balasan dari kebaikan yang kita lakukan, melainkan bahwa melakukan kebaikan itu seperti menabur benih di mana suatu hari benih itu akan bertumbuh dan menghasilkan buahnya untuk kita nikmati. Kebaikan akan kembali kepada pemberi tanpa diminta dan diharapkan sekalipun. Sebab Tuhan Mahamelihat, adil, dan penuh kasih.

Selamat Pagi. Marilah kita mulai melakukan kebaikan hari ini dimulai dengan hal yang sederhana; memberi senyum, salam, dan sapa yang ramah dan hangat kepada orang disekitar kita.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Dosa Memberikan Kenikmatan Tetapi Fana. Tetapi Engkau Memberikan Damai Sejahtera, Kebahagiaan Dan Kepuasan.

title

Allah menawarkan hal yang berbeda dari yang dunia tawarkan, memang tidak untuk memuaskan nafsu manusia, tapi pasti memberikan hidup yang sesungguhnya.

Paulus memberikan pembandingan antara tabiat manusia dengan tabiat orang yang dipimpin oleh Roh Allah. Sifat atau tabiat manusia meliputi dosa seksual, praktik kekafiran, keras hati dan kedurhakaan, dan kegemaran, semata-mata mendatangkan dosa, karena memang demikianlah adanya. Semuanya memberikan kenikmatan dan kepuasan jika dibuahi namun hanya bersifat sesaat. Saat kenikmatannya hilang, yang tertinggal hanyalah penyesalan dan rusaknya hubungan manusia dengan Tuhan dan dengan sesamanya. Sedangkan tabiat yang dipimpin Roh Allah jelas mendatangkan kebaikan, sukacita, kepuasan batin, dan damai sejahtera bagi semua.

Sahabat Alkitab, kita dipanggil bukan untuk melakukan apa yang cemar, dan tinggal di dalam dosa, melainkan melakukan apa yang mulia. Kita memang masih ada di dalam dunia dan godaanya akan terus mengejar hingga kita terbujuk olehnya. Tetapi syukur kepada Allah yang memberikan Roh-Nya untuk kita agar dalam pimpinan-Nya kita dimampukan untuk memilih yang benar, serta menjalaninya. Nikmat membawa maut, itulah kalimat singkat yang menggambarkan bagaimana berbahayanya dosa. Kita yang telah dipanggil oleh Allah akan selalu berusaha untuk hidup dalam pimpinan kehendak-Nya, sekalipun tidak mudah, seperti memikul sebuah kuk, namun kuk itulah yang menolong kita untuk tetap berada pada tertib hidup keselamatan yang memancarkan buah Roh.

Selamat Pagi. Marilah kita memancarkan kehidupan yang baru dalam Kristus melalui pekerjaan, dan hubungan sosial kita.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Lengkapi Kami Dengan Segala Yang Diperlukan Untuk Menyelesaikan Perpecahan Dan Menghadirkan Keselarasan

title

Satu tanda bahwa Kristus hidup dalam kita adalah damai yang kita bawa.

Akibat adanya pengajaran palsu itu, terjadi perpecahan di dalam jemaat. Ada yg ingin mengikuti ajaran itu, ada juga yang ingin tetap mempertahankan ajaran yang telah diterima dari Paulus. Paulus melihat itu, karena itu menasehati mereka agar menanggalkan segala sifat tabiat manusia yang sangat mungkin menjadi penyebab perpecahan itu. Sebab tidak mungkin mereka dapat berdiri di atas dua pijakan yang sama sekali berbeda, keinginan Roh Allah jelas bertentangan dengan keinginan manusia. Untuk menyelesaikan perpecahan itu, mereka harus hidup menurut keinginan Roh Allah yang membawa damai sejahtera.

Sahabat Alkitab, ketika kita menghadapi perpecahan atau melihat potensi itu ada dalam lingkup kerja dan pelayanan kita maka sangat diperlukan hikmat untuk menyelesaikannya. Hikmat itu harus berasal dari Allah bukan dari nafsu dan keinginan manusia. Untuk memperolehnya kita harus meminta dari Allah dan membiarkan Roh-Nya untuk memimpin setiap pemikiran, perkataan, dan tindakan kita. Tanpa pimpinan Roh Allah apa pun yang kita lakukan hanya akan menambah masalah, malah mungkin mempercepat perpecahan itu terjadi.

Selamat Beribadah. Kiranya setiap kita hadir untuk membawa damai sejahtera di manapun berada, agar orang di sekitar merasakan kehadiran Kristus.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Orang-orang Sulit Dan Para Pengacau Akan Selalu Ada Disekitar Kami. Tolong Kami Menangani Mereka Dengan Bijak Dan Sesuai Kehendak-Mu

title

Kita tidak punya kuasa untuk mengubah orang, hanya Tuhan yang bisa. Bagian kita hanya menyampaikan kebenaran, menasehati, mendisiplinkan, dan tindakan terakhir adalah memisahkannya dari yang lain.

Sedikit ragi saja dapat mengkhamirkan seluruh adonan. Paulus begitu yakin - dengan harapan - bahwa jemaat Galatia masih mengikuti ajaran yang pernah diberitakannya dan yang menyatukan mereka dengan Kristus. Namun ia tidak yakin bahwa mereka yang telah menyebarkan ajaran palsu dapat berubah dari pemahaman mereka yang salah dan maksud jahat mereka untuk "me-Yahudikan" jemaat Kristen Galatia. Karena itu dengan keras Paulus mengatakan bahwa mereka akan dihukum Allah, dan sebelum itu terjadi mereka harus dijauhkan dan dikeluarkan dari lingkungan jemaat, sebelum menyesatkan seluruh jemaat.

Sahabat Alkitab, orang sulit dan pengacau yang ada di sekitar kita memang harus dijauhkan, sebab tujuan mereka memang untuk mengacau. Bagaimanapun juga sifat atau karakter yang kuat, entah negatif atau positif, akan memberi pengaruh yang kuat terhadap sebuah lingkungan. Jika positif tentu harus dipertahankan, tapi jika negatif dan tidak ingin berubah memang harus segera dipangkas. Tindakan ini memang sangat keras, namun membiarkan sekumpulan orang yang menginginkan kebaikan bersama terpecah dan tersesat adalah sebuah kejahatan.

Selamat Pagi. Kita harus tahu membedakan antara mengasihi dengan berkompromi, seperti kita tahu membedakan antara tangan kanan dan tangan kiri, agar kita tidak bersalah dalam banyak hal.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Jangan Biarkan Kami Menyia-nyiakan Kesungguhan Kasih-Mu Dengan Kebodohan Dan Keengganan Menuruti Perintah-perintah-Mu

Galatia, Warung Sate Kamu, Timotius. Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
Galatian 5 : 1 – 6

Seperti menjaring angin, demikianlah orang yang ingin sampai ke surga dengan usahanya sendiri.

“Kita sekarang bebas… pertahankanlah kebebasanmu!” Kalimat singkat itu memiliki makna yang besar. Dengan kalimat itu Paulus ingin menyampaikan bahwa Dia dan jemaat Galatia saat itu adalah orang yang telah merdeka, karena Kristus, tidak lagi hidup di bawah hukum Taurat (Agama). Karena itu tetaplah dalam keadaan seperti itu dengan tetap percaya kepada Kristus dan hidup dalam pertolongan Roh Allah, karena berusaha melakukan satu saja dari hukum agama dengan maksud itu akan mendamaikan dirinya dengan Allah justru telah membawa diri mereka terputus dari Kristus.

Sahabat Alkitab, kita pun telah merdeka, semua orang yang telah percaya kepada Kristus Yesus sebagai Tuhan adalah orang-orang yang telah merdeka. Pengorbanan Kristus yang telah memerdekakan kita, bukan oleh inisiatif ataupun usaha kita sendiri. Kemerdekaan itu adalah pemberian yang sangat berharga dan tidak mungkin bisa didapatkan jika bukan karena Allah yang beranugerah. Karena sangat berharga maka jangan pernah kita sia-siakan dengan menjalani hidup yang tidak bermanfaat, dalam kebodohan, dan tidak sesuai dengan tertib hidup keselamatan.

Selamat Pagi. Marilah tunjukkan kepada dunia bahwa Allah tidak pernah salah memilih kita untuk diselamatkan, yaitu dengan cara hidup benar di hadapan Tuhan.

Salam Alkitab Untuk Semua

Antusiasme GPdI Mendukung Pelayanan LAI

 

“Bagaimana kami Hamba-hamba Tuhan dapat terlibat langsung dalam penyebaran Alkitab ke daerah-daerah terpencil? Mengingat GPdI itu ibarat Bank BRI yang tersebar di pelosok negeri,” tanya Pdt Hesra Sembiring, salah seorang peserta Forum Tatap Muka Nasional (FORTAPNAS) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) di Ungaran hari ini (19/9/2018).

“Kalau LAI sudah melaksanakan mandat layanan di bidang Alkitab (penerjemahan, produksi dan penerbitan, penyebaran dan upaya agar Alkitab menjadi panduan hidup umat) hemat saya GPdI tidak perlu lagi melakukan duplikasi. Kita harus mendukung LAI dengan memperkuat pelayanannya dan kita kerjakan hal-hal yang belum dilakukan LAI,” ungkap Pak Eko Nugroho, pendiri dan CEO Dreamlight World Media, yang juga salah satu narasumber dalam acara FORTAPNAS GPdI yang dihadiri para Pengurus Biro Media Cetak dan Elektronik GPdI 17 Provinsi.

“Apakah LAI dapat menjadi narasumber untuk sessi-sessi yang berhubungan dengan penerjemahan Alkitab di Sekolah Teologi GPdI di Salatiga?,” tanya Pdt G.A. Panjaitan, MTh. Ketua I Sinode GPdI yang juga Penasihat Panitia FORTAPNAS GPdI.

Pertanyaan dan pernyataan di atas menandakan antuasiasme para pengurus GPdI yang tersebar di 32 Provinsi di Indonesia dalam mendukung layanan LAI. Semangat ini membuat Tim LAI yang hadir di Ungaran (saya, Pdt Anwar Tjen, PhD – Kadep Penerjemahan, Pak Saefudin – Kadep Penyebaran, Sdr Indra dan Sdr Arif – staf Penyebaran) merasa semakin bertambah antusias untuk melangkah ke depan.

Apalagi saat LAI (saya dan Pak Anwar) mengakhiri sesi presentasi dengan mengajukan 4 pertanyaan berhadiah (berhubungan dengan Alkitab dan LAI) mampu dijawab dengan sangat lancar oleh banyak peserta. Pertanda mereka memberikan atensi yang sangat baik terhadap presentasi LAI.

LAI yang melayani seluruh Gereja interdenominasi dan interkonfesi di Indonesia sangat membutuhkan dukungan antusiasme dari seluruh hamba-hamba Tuhan dan jemaat Gereja yang dilayani. Antusiasme dalam hal mendoakan, memberi masukan-masukan, mewartakan, mendonasikan berkatNya dan mendukung aspek-aspek teknis layanan LAI. Semua ini mestinya menjadi suatu keniscayaan, mengingat tugas LAI merupakan mandat yang diberikan oleh seluruh Gereja-gereja di Indonesia.

Dengan antusiasme yang sama, maka pertanyaan Pdt Hesra Sembiring di atas saya jawab dengan semangat: “Sangat bisa Pak, dan dengan senang hati LAI menyambut partisipasi dan kontribusi para hamba Tuhan GPdI untuk bersama-sama menyebarkan Alkitab di pelosok negeri. Aspek teknisnya kita bisa diskusikan lebih lanjut.”

Saya juga menyampaikan persetujuan serta apresiasi kepada Bapak Eko Nugroho atas ide dan dukungan yang sangat luar biasa kepada LAI. Kelanjutan MOU yang sudah ditandatangani beberapa bulan lalu antara LAI dengan Dreamlight World Media semakin kongkret dan terukur. Sedang dijalankan bersama berbagai bentuk program di bidang penerbitan buku, pendidikan Alkitab, pengembangan aplikasi-aplikasi dan pembuatan program-program televisi.

Permintaan Pdt G.A. Panjaitan di atas, langsung kami jadwalkan di awal November 2018 dimana Pdt Anwar Tjen akan memberikan seminar setengah hari tentang penerjemahan Alkitab di STT Salatiga. Respon yang cepat, dan kongkret dalam semangat saling memberdayakan.

Bila antusiasme dalam level yang sama juga melanda Gereja-gereja lain di Indonesia dalam kemitraan dengan LAI, maka dahsyatlah dampak yang akan dituai bagi perwujudan Alkitab Untuk Semua di negeri ini. Salam Alkitab Untuk Semua.

Sigit Triyono (Sekum LAI)

Tuhan, Engkau Menciptakan Kami Begitu Istimewa, Dan Dengan Menebus Kami, Engkau Menjadikan Kami Jauh Lebih Istimewa

Galatia, Galatia, Warung Sate Kamu, Timotius. Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan, doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ, bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless, christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab, motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
Galatia 4 : 27 – 31

Kelahiran pertama membawa kita masuk ke dalam dunia, kelahiran kedua memberi kita hidup damai sejahtera dan jaminan hidup di surga bersama dengan Allah.

Paulus terus menekankan bahwa hidup dalam kepercayaan kepada Kristus Yesus adalah kehidupan yang penuh istimewa. Sebab, siapa yang hidup karena percaya berarti hidup atau lahir karena janji Allah. Tetapi siapa yang tidak percaya kepada Kristus Yesus mereka tetap hidup dalam perhambaan dan tidak memiliki hak untuk menjadi ahli waris dari janji Allah kepada Abraham dan keturunannya yang rohani. Dengan mengungkapkan ini Paulus mungkin berharap bahwa jemaat Galatia dapat memilih untuk tetap mendasarkan iman percaya mereka kepada Kristus dan bukan dengan melakukan hukum Taurat.

Sahabat Alkitab, keberadaan manusia di dunia ini adalah keberadaan yang istimewa sebab ketika menciptakan manusia Allah menciptakannya serupa dan segambar dengan gambar diri-Nya sendiri (Kej. 1:26-27), di mana manusia diberikan sifat yang juga dimiliki oleh Allah, walau tidak sama sempurnanya. Kejatuhan manusia ke dalam dosa telah merusak gambar ilahi itu, namun Allah dengan inisitif-Nya sendiri menebus manusia melalui pengorbanan Kristus Yesus. Kenyataan ini adalah hal yang paling istimewa, sebab dengan penebusan itu setiap orang yang percaya kepada Kristus Yesus sebagai Tuhan dan Allah diangkat menjadi anak-anak Allah, yang menerima warisan sorgawi dan kelak akan memerintah bersama dengan Allah (II Tim. 2:11-12).

Selamat Pagi. Kiranya kita menyadari status kita sebagai pribadi yang istimewa di hadapan Tuhan dan hidup berpadanan dengan itu.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Kenangan Indah Adalah Penyembuh Luka Masa Lalu, Dan Untuk Membangun Masa Depan. Terima Kasih Telah Menaruhnya Dalam Hati Kami.

Galatia, Warung Sate Kamu, Timotius. Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
Galatia 4 : 12 – 16

Terkadang dengan melihat kembali ke belakang, kita dimampukan untuk menghadapi apa yang ada di hadapan kita.

Melalui suratnya, Paulus membawa kembali ingatan masa lalu jemaat Galatia saat ia datang kepada mereka, dengan sebuah harapan ia dapat memenangkan mereka kembali. Saat itu di mana ia jatuh sakit namun dengan penuh kasih mereka menyambut kehadirannya dengan penuh sukacita dan kehangatan. Seolah-olah mereka sedang menyambut malaikat Allah atau seperti menyambut dan menerima kehadiran Kristus Yesus sendiri. Tidak ada rasa jijik melihat Paulus saat itu, malah kebahagiaan yang terpancar dari wajah mereka. Paulus bertanya, “Ke mana semua hal itu sekarang?” seolah semuanya telah hilang tergerus oleh hasutan dan pengajaran palsu dari orang-orang Kristen Yahudi. Kedekatan emosional mereka dengan Paulus turut menghilang seiring dengan hilangnya iman mereka kepada Kristus Yesus.

Sahabat Alkitab, sepanjang perjalanan hidup yang telah kita lalui tentu ada begitu banyak hal yang mewarnainya. Terkadang warna itu begitu gelap seolah tidak ada lagi harapan dan kehidupan, terkadang juga begitu cerah ceria seperti tiada kesusahan di dalamnya. Semuanya tersusun indah dan sempurna dalam sebuah bingkai mosaik kehidupan. Mengapa indah? Karena semua pengalaman dan kenangan masa lalu dizinkan Tuhan terjadi untuk membentuk kita hari ini dan menjadi pelajaran untuk melangkah di hari esok. Karena itu jangan melupakan apalagi membuangnya, biarlah itu menjadi khazanah yang memperkaya kehidupan kita, agar kita selalu ingat kepada Tuhan.

Selamat Pagi. Hari yang kita jalani saat ini akan segera menjadi masa lalu. Lakukanlah yang terbaik agar menjadi masa lalu yang indah untuk dikenang.

Salam Alkitab Untuk Semua

Pengunjung Paket Wisata Alkitab Melonjak

Data pengunjung peserta Paket Wisata Alkitab (PWA) yang datang berkunjung ke Perpustakaan dan Museum Alkitab, Bible House dan Percetakan Lembaga Alkitab Indonesia sejak Januari sampai akhir Agustus 2018 mengalami peningkatan jika dibandingkan data pengunjung PWA para periode yang sama tahun 2017. Ada kenaikan 50,3%, di mana tercatat data pengunjung PWA 2018 sebanyak 6.318 orang, sedangkan data pengunjung pada Januari sampai akhir Agustus tahun 2017 sebanyak 4.203 orang. Ini bisalah dikatakan lonjakan atau  booming. Suatu pencapaian yang luar biasa dan membuat hati sangat bersukacita. Suatu keberhasilan kerja yang dapat memicu antusiasme tim kerja untuk berlari lebih cepat ke masa depan.
Tentu kenaikan pengunjung PWA yang sangat signifikan di atas merupakan keberhasilan kolektif sebuah tim kerja yang solid. Tim kerja dari berbagai departemen di LAI sudah bersinergi dalam hal: mendoakan, mempromosikan, menerima surat permintaan kunjungan, mengatur jadwal agar tidak bentrok antar rombongan, membalas surat yang dilengkapi dengan jadwal yang sudah ditentukan, mempersiapkan kondisi prima tempat-tempat yang akan dikunjungi, dan menyambut pengunjung dengan ramah, komunikatif serta penuh antusias. Tim juga selalu menyiapkan kuis serta hadiah-hadiah khusus untuk menyemarakkan suasana kunjungan sambil belajar Alkitab. Pengunjung yang terdiri dari beragam usia (dari usia anak sekolah minggu sampai Lansia) selalu antusias berebut hadiah.
Paket Wisata Alkitab terdiri atas: (1) Wisata ke Museum Alkitab, (2) Wisata ke Perpustakaan Biblika, (3) Wisata ke Bible House dan (4) Wisata ke percetakan Alkitab.  Nomor (1), (2) dan (3) berlokasi di Jl Salemba 12 Jakarta Pusat. Sedangkan nomor (4) berlokasi di Nanggewer, Kabupaten Bogor. Perjalanan wisata ini membutuhkan waktu satu hari. Sessi pagi sampai makan siang menjelajahi nomor (1) sampai (3). Kemudian sesudah makan siang pengunjung dapat melanjutkan ke Nanggewer (sekira satu jam perjalanan) untuk melihat proses pencetakan Alkitab dari kertas kosong sampai berbentuk buku dengan berbagai ukuran.
Tujuan dibukanya program PWA ini antara lain adalah agar pengunjung dapat mengenal dan memahami: (1) betapa penting penerjemahan Alkitab ke berbagai bahasa, (2) sejarah perjalanan penerjemahan Alkitab sejak mula-mula sampai ke dalam bahasa-bahasa yang ada di Indonesia, (3) proses penerjemahan, produksi, penerbitan dan penyebaran Alkitab yang membutuhkan waktu, tenaga, kompetensi serta berbagai sumberdaya yang tidak sedikit, (4) benda-benda penting dan memiliki makna khusus yang disebutkan dalam Alkitab, serta (5) tugas-tugas pelayanan lembaga Alkitab Indonesia yang diamanatkan oleh Gereja-gereja di Indonesia.
Melalui program PWA ini diharapkan semakin banyak umat yang mencintai Alkitabnya dan menjadikan nilai-nilai dalam Alkitab sebagai pedoman hidup keseharian. Diharapkan juga dapat bertumbuh suatu kesadaran untuk bersolidaritas terhadap banyak umat yang sangat membutuhkan Alkitab dalam bahasa daerahnya, namun karena berbagai keterbatasan mereka belum mendapatkannya.
Museum Alkitab, Perpustakaan Biblika dan Bible House di Salemba Raya 12 yang diresmikan sejak tahun 2012 terus diupayakan pengkinian (up to date) terhadap isi dan penampilannya. Begitu juga dengan Percetakan Alkitab di Nanggewer Kabupaten Bogor bersama dengan departemen LAI yang lain.  Salah satu bukti adanya pengkinian adalah awal September tahun ini LAI resmi memperoleh Sertifikat ISO 9001:2015, yang berarti sistem manajemen mutunya telah berstandar internasional terbaru. Berbagai program pembenahan terus dilakukan agar seluruh pemangku kepentingan LAI semakin semangat mengikuti program PWA.
LAI selalu mendengar masukan-masukan pengunjung demi penyempurnaan program PWA ini. Salah satu masukan adalah LAI perlu mengembangkan PWA dengan menciptakan “paket program PWA dilanjutkan kunjungan ke lokasi-lokasi asli yang berhubungan langsung dengan sejarah naskah-naskah Alkitab.”  Meskipun akan membawa konsekuensi perlunya tenaga dan pembiayaan khusus, namun bila memang cukup banyak peminat yang ingin mendalami lebih detail tentang Alkitab, suatu saat ide ini pastilah akan terwujud. Salam Alkitab Untuk Semua.[]
Sigit Triyono (Sekum LAI)

Tuhan, Semua Yang Baik Engkau Sediakan Dan Berikan Kepada Kami. Dan Kami Sungguh Bersyukur Karena Semua Itu.

Galatia, Warung Sate Kamu, Timotius. Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab, galatia
Galatia 4 : 6 – 11

Bapak yang baik pasti selalu berusaha memberi yang terbaik bagi anak-anaknya. Bukankah jauh lebih lagi yang diperbuat oleh Bapa kita di surga?

Setelah perkataan-perkataan keras diungkapkan oleh Paulus, kali ini dia memberitahukan hal yang menyenangkan kepada jemaat Galatia, yaitu bahwa mereka yang adalah anak-anak Allah diberikan segala sesuatu yang baik dari Bapa. Sebab Allah Bapa mengenal dengan baik anak-anak-Nya dan karena itu Dia tahu apa yang terbaik bagi mereka. Dia memberikan Roh-Nya ke dalam hati mereka, yaitu Roh yang membebaskan dan yang mendekatkan hubungan mereka dengan Allah.

Sahabat Alkitab, kasih Allah kepada kita begitu besar hingga Ia mengaruniakan Yesus Kristus kepada kita. Allah memberikan yang paling berharga dan yang paling kita butuhkan. Melalui Yesus kita beroleh jalan untuk sampai kepada Allah, mengenal-Nya dan memanggil-Nya Bapa, sebuah panggilan yang tidak dimiliki oleh agama apapun di dunia ini. Jika yang terbaik dan yang paling berharga di surga saja Allah telah sediakan dan berikan bagi kita, masakan Ia tidak akan menyediakan dan memberikan hal-hal di dunia ini yang kita butuhkan? Allah begitu baik, tidak dapat kita membalas kebaikannya. Hal yang pantas untuk kita lakukan adalah bersyukur, bersyukur melalui perkataan dan perbuatan kita.

Selamat Beribadah. Apakah lagi yang kita keluhkan jika kita tahu bahwa Allah baik bagi kita? Beribadahlah dengan sepenuh hati kepada-Nya.

Salam Alkitab Untuk Semua