Tuhan, Buatlah Kami Sadar Bahwa Yang Kau Kehendaki Bukanlah Soal Kekayaan Atau Kemiskinan, Tetapi Menjadi Sempurna Dihadapan-Mu.

title

Mengikut Kristus bukan berarti Anda harus kaya sebagai tanda diberkati, juga bukan Anda harus hidup miskin sebagai tanda ikut menderita bersama Kristus.

Miskin atau kaya adalah keadaan dan status yang melekat dalam diri seseorang selama ia berada dalam dunia ini dan yang hanya diperhitungkan oleh manusia. Keadaan dan status seperti itu bukan jadi bagian dari tujuan Allah dalam hidup orang Kristen, sebab keduanya dapat dengan begitu mudah diputar balik oleh-Nya. Yakobus mengatakan bahwa walau miskin di dunia, orang Kristen berbangga karena ia kaya di dalam hal rohani karena Allah. Begitu juga orang kaya harus berbangga jika Allah mengambil kekayaannya, karena kekayaan yang tidak dipergunakan untuk memuliakan Allah dapat membawa mereka pada kehancuran.

Sahabat Alkitab, jika kekayaan materi adalah bagian penting dari Allah untuk menjadi kesaksian bagi orang lain, maka sudah pasti semua orang Kristen akan kaya dan banyak orang berbondong-bondong menjadi orang Kristen, kenyataannya tidak demikian. Jika kemiskinan juga bagian penting dari Allah untuk menjadi kesaksian orang Kristen akan penderitaan Kristus, maka Allah akan membuat semua orang Kristen menjadi orang miskin, tetapi itu berarti banyak orang yang akan menolak kekristenan karena tidak mau jadi miskin, kenyataannya juga tidak demikian. Yang Allah kehendaki adalah kedewasaan dan pertumbuhan rohani kita yang setiap hari menjdi semakin serupa dengan gambar Kristus, agar ketika kita kaya kita tidak melupakan Allah atau ketika kita miskin kita tidak menghujat Allah.

Selamat Pagi. Mengenal Allah dan menjadi serupa dengan-Nya adalah kebutuhan primer kehidupan kita, kejarlah itu dan berusahalah mendapatkannya.!

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan Kami tahu Engkau ingin kami berjuang menjadi Sempurna di Hadapan-MU. Sertailah kami dalam perjuangan ini

title

Senin 1/10/18 (Yak. 1:1-5):

Pada akhirnya memang semua yang dipilih dan diselamatkan oleh Allah suatu hari kelak akan menjadi sempurna seperti Kristus.

Yakobus menulis suratnya kepada semua orang Kristen baik Yahudi maupun non-Yahudi yang tengah menjalani kehidupan sebagai umat pilihan Tuhan. Dalam perjalanan panjang itu, setiap orang akan mengalami ujian dan cobaan. Allah mengizinkan dan menghendaki semua itu terjadi bukan untuk mencelakakan atau menghancurkan, melainkan ingin agar kita melewati-Nya dan setelah itu kita naik pada tingkat iman yang lebih tinggi. Pesannya sangat praktis yaitu agar setiap orang Kristen tabah dalam menghadapi ujian dan cobaan itu.

Sahabat Alkitab, ini seperti kita menempuh pendidikan di bangku sekolah atau kuliah. setiap kali kita berhasil menyelesaikan suatu ujian maka kita akan naik pada tingkat kelas yang lebih tinggi, dan itu berarti juga kita telah cakap menghadapi dan menyelesaikan ujian pada tingkat sebelumnya. Bahkan setelah kita berhasil menyelesaikan seluruh tingkatan pendidikan itu maka kita menjadi sama dengan para guru yang mengajar kita. Bagi kita yang percaya kepada Kristus, kesempurnaan adalah sebuah kepastian yang akan kita alami, begitu juga dengan ujian dan cobaan. Seperti yang dikatakan oleh Yakobus seharusnya kita merasa beruntung ("berbahagia", TB) apabila dihadapkan dengan semua itu. Karena itu akan membangkitkan gairah kita untuk berjuang dengan gigih untuk mengejar dan meraih apa yang telah dijanjikan-Nya sebagai hadiah.

Selamat Pagi. Marilah kita "bekerjasama" dengan Allah membiarkan diri dibentuk oleh-Nya melalui semua ujian dan cobaan, agar kita menjadi sempurna seperti-Nya.

Salam Alkitab Untuk Semua

Saya Nyaris Mati, Serasa Jantung Tertinggal Di Udara

Bp. Antonius Siahaan (berkaca mata) dan Andry (memegang kamera) bersama Tim SDK LAI membagikan Alkitab ke Jemaat yang ada di pulau-pulau terpencil di wilayah Halmahera Barat, Maluku Utara yang hanya dapat dijangkau oleh perahu-perahu kecil.

title

Adalah kesaksian Bp. Anton Siahaan, Kepala Departemen Produksi LAI yang sudah bekerja di LAI selama 24 tahun, namun belum pernah satukali pun mengikuti perjalanan pengiriman Alkitab ke pelosok negeri. Maklumlah, karena sejak masuk pertama di LAI pekerjaan yang ditangani selalu di bidang produksi dan percetakan, tidak langsung berhubungan dengan pengiriman Alkitab ke daerah terpencil. Pada tahun 2018 ini, demi kesehatian, antusiasme dan fokus pada pelayanan bersama Bp. Anton berangkat mengikuti perjalanan Tim Satu Dalam Kasih (SDK) dalam rangka pengiriman Alkitab ke pedalaman Halmahera Barat, Maluku Utara.

Jumat pagi lalu (28/9/2018) saat bertemu dengan saya dia langsung berkata: “Pak saya hampir mati dalam perjalanan ke Halmahera Barat 22-27 September kemarin. Saya sungguh sangat bersyukur bisa kembali lagi ke Jakarta dan hari ini bisa masuk kerja.” Saya tersenyum dan sedikit berkelakar: “Jadi sekarang sudah mengalami kebangkitan jiwa ya Pak?”

Menurut ceriteranya, menuju ke lokasi pengiriman Alkitab Satu Dalam Kasih ini harus menempuh transportasi udara, laut dan naik turun gunung dengan ojek namun lebih banyak jalan kakinya. “Yang nyaris membuat saya mati adalah saat naik kapal kecil di tengah laut, dihantam ombak sangat tinggi dan membuat tubuh saya terpelanting,” katanya dengan nada serius. “Saat melanjutkan perjalanan di darat yang harus naik ojek, karena kondisi jalan yang sangat sulit, membuat saya lebih banyak jalan kaki,” sambungnya. Saya mendengarkan kesaksiannya dengan setia. “Mujizat terjadi Pak. Saya sama sekali tidak sakit disana. Padahal medannya sangat sulit, makan susah dan tubuh kelelahan,” ungkapnya mantap. Saya melihat mata Pak Anton berbinar semangat.

Kesaksian di atas dilengkapi dengan keterangan saudara Andry dan Caroline staf Departemen Komunikasi dan Kemitraan LAI yang jauh lebih muda dan ikut dalam rombongan. Mereka berdua mengatakan memang perjalanannya tidak mudah. Banyak tantangan dan benar-benar penuh dengan perjuangan. “Pak Anton mula-mula banyak mengeluh, namun akhirnya bisa menerima keadaan dan mengikuti seluruh perjalanan dengan setia,” kata Andry.

“Saat kapal kami dihantam ombak dan kapal terangkat naik lalu turun secara drastis, rasanya jantung saya tertinggal di atas Pak,” kata Caroline dengan serius. “Saat saya masuk ke pedalaman Halmahera Barat, saya sangat sedih. Disana jalanan rusak parah, belum ada listrik, tidak ada sinyal HP dan hidup sangat sederhana. Saya selalu ingat Nomi Pak (staf Perpustakaan dan Museum LAI), karena dia kan dari sana,” sambungnya penuh haru.

Perjalanan pengiriman Alkitab dalam program Satu Dalam Kasih ke pelosok negeri adalah sebuah perjalanan spiritual yang sangat bermakna. Bukan perjalanan “tour and traveling” yang bisa selfa-selfi dan upload makanan enak. Saat kapal diterjang ombak, mana ada yang sempat memotret atau merekam dengan kamera hapenya. Yang dilakukan adalah waspada, bertahan dan berdoa dalam situasi mencekam. Selepas itu pastilah sujud syukur atas semua keajaiban yang terjadi.

Pengalaman perjalanan yang sangat sulit, akan serta merta terobati manakala bertemu dengan sahabat-sahabat di pedalaman yang sudah sangat lama menunggu untuk mendapatkan Alkitab. Sukacita, gairah, semangat, kehangatan dan ketulusan mereka dalam menyambut rombongan sungguh mendatangkan sukacita yang tiada terhingga. Semua kelelahan musnah diganti dengan antusiasme baru yang muncul dalam sanubari.

Tugas LAI dalam mewujudkan Alkitab Untuk Semua ke daerah-daerah yang sulit dijangkau akan terus dijalankan apapun tantangannya. Kemitraan dengan semua Gereja (baik individu maupun lembaga) adalah keharusan demi sinergi dalam arak-arakan bersama menghadirkan kabar baik sampai ke ujung bumi. Pengalaman sudah menunjukkan, semua perjalanan berakhir dengan sangat sukacita baik yang mengirim maupun menerima Alkitab. Penyertaan Roh Kudus sungguh nyata dalam segala tantangan dan kesulitan yang harus dihadapi. Terpujilah namaNya. Salam Alkitab Untuk Semua.

Sigit Triyono (Sekum LAI)

LAI, ACA, dan FKS 2018

Sigit Triyono, Sekum LAI mewakili Pengurus LAI tengah memberikan sambutannya dalam kegiatan Aku Cinta Alkitab 2018 di BPK Penabur International, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 29 September 2018.

title

Sabtu (29/9/2018) adalah hari yang sangat istimewa bagi Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Betapa tidak, ada dua acara besar yang sangat mendukung terwujudnya Alkitab Untuk Semua di Indonesia. Acara pertama adalah Aku Cinta Alkitab (ACA) yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Pelayanan Anak (KKPA) LAI bekerjasama dengan Yayasan BPK Penabur yang bertempat di BPK Penabur International School, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kegiatan ACA berisi: (1) Lomba Paduan Suara Anak antar Gereja, (2) Olimpiade Alkitab, dan (3) Pertandingan Futsal For Bible. Total ada sekitar 300 anak usia SD dan SMP di Jakarta dan sekitarnya yang berpartisipasi dalam acara ini.

Diawali kebaktian pembuka dengan kotbah interaktif yang disampaikan oleh Pdt. Obertina Johanis, tampak betapa percaya dirinya anak-anak sekarang. Ketika ditanya mengapa Alkitab perlu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa daerah? Banyak sekali anak yang angkat tangan untuk mengutarakan pendapatnya. Ketika diberi kesempatan bicara, jawabannya sangat cerdas: “Agar mudah dipahami,” “Karena di dalam Alkitab ada perintah Tuhan.” Luar biasa!!

Ketika ditanya siapa yang sudah punya Alkitab? Hampir semua anak angkat tangan. Pertanyaan dilanjutkan, siapa yang mempunyai lebih dari satu Alkitab? Hampir semua anak mengangkat tangan juga. Ketika ditanya siapa yang mau berbagi Alkitab untuk sahabatnya yang belum punya Alkitab? Lagi-lagi hampir semua anak angkat tangan tanda mau berbagi.

Saat saya memberikan sambutan untuk membuka ACA ini, saya menceritakan bahwa Lembaga Alkitab pertama di dunia (Lembaga Alkitab Inggris) yang berdiri 7 Maret 1804, diinspirasi oleh kegigihan gadis kecil berusia 8 tahun bernama Mary Jones. Mary yang tinggal di sebuah desa Peannat di sebelah utara Wales-Inggris, sangat terpukau pada cerita-cerita Alkitab yang dibacakan setiap Minggu di kapel kecil dekat rumahnya. Itu sebabnya ia ingin memiliki Alkitabnya sendiri. Tetapi pada masa itu, harga Alkitab sangatlah mahal, dan ayahnya hanyalah seorang penenun.

Mary menabung selama kurang lebih 7 tahun. Ia menjual kayu bakar, telur ayam, bahkan mencari pekerjaan pada tetangga-tetangganya. Setelah terkumpul cukup uang, Mary berangkat untuk membeli Alkitab. Setelah berjalan sejauh kurang lebih 41 kilometer, Mary yang saat itu berusia 15 tahun mencari rumah Pak Thomas Charles. “Pak, saya mau membeli Alkitab, saya sudah menabung selama 7 tahun, ini uangnya, silahkan hitung,” kata Mary. Setelah mendengar cerita perjuangan Mary yang bekerja keras dan menabung dengan setia untuk dapat membeli sebuah Alkitab, Pak Charles sangat terkesan dan tergerak hatinya. Alkitab yang tinggal satu-satunya, yang sebenarnya sudah ada pemesannya, akhirnya diberikan kepada Mary Jones. Dari kisah inilah Pak Charles Thomas mengajak teman-temannya di London mendirikan Lembaga Alkitab agar dapat menolong Mary-Mary yang lain yang tersebar dimana-mana.

Melalui kegiatan ACA ini diharapkan anak-anak semakin mencintai Alkitabnya dengan selalu membaca, merenungkan dan menerapkan perintah Tuhan dalam hidup sehari-hari. Lebih lanjut melalui kegiatan ini bukan semata-mata mencari kemenangan, tapi terlebih terbangun solidaritas, belarasa untuk membantu orang lain yang belum memiliki Alkitab di pelosok negeri.

Dari Jakarta Utara saya meluncur ke Jakarta Timur, tepatnya Taman Mini Indonesia Indah, dimana sedang berlangsung Festival Kitab Suci (FKS) 2018 yang diselenggarakan oleh Keuskupan Agung Jakarta. LAI diberi kesempatan untuk membuka dua booth: (1) pameran produk-produk LAI, dan (2) pameran program Sejuta Mitra LAI. Di samping itu, LAI juga diberi waktu untuk tampil dalam Talkshow bersama dengan tiga pembicara lain yang dimoderatori oleh artis Donna Agnesia.

Acara yang sangat meriah yang dihadiri oleh 2.500-an peserta bertujuan untuk meningkatkan kecintaan umat Katolik terhadap Kitab Suci (Alkitab). Seminar, talkshow, pentas seni dan pameran-pameran menjadi forum sosialisasi pentingnya membaca, merenungkan dan menerapkan ajaran Kitab Suci di kehidupan sehari-hari umat Katolik. LAI diberi kesempatan untuk memperkenalkan jatidirinya sebagai lembaga yang diberi mandat oleh seluruh Gereja Protestan dan Katolik di Indonesia. Meskipun waktunya sangat singkat, kesempatan ini cukup efektif untuk menjelaskan bahwa LAI adalah milik bersama Gereja-Gereja interdemoniasi dan interkonfesi di seluruh Indonesia. Mandat yang diberikan kepada LAI dalam penerjemahan, produksi dan penerbitan, penyebaran serta upaya menjadikan Alkitab sebagai pedoman hidup umat perlu didukung bersama seluruh umat Katolik dan Protestan di Indonesia. Kesehatian melahirkan sinergitas ekumene. Salam Alkitab Untuk Semua.

Sigit Triyono (Sekum LAI)

Sejuta Mitra LAI Dalam Festival Kitab Suci 2018

title

September adalah salah satu bulan penting bagi umat Katolik Indonesia, di mana pada bulan ini mereka merayakan salah satu perayaan besar, yakni Bulan Kitab Suci. Pada bulan ini umat Katolik diajak untuk menjadi lebih akrab dengan Kitab Suci melalui berbagai cara, sehingga dengan demikian iman mereka semakin tangguh dan teguh dalam menghadapi kerumitan dan kesulitan. Ungkapan syukur akan kehadiran Kitab Suci dalam kehidupan mereka mampu menggerakkan seluruh umat melalui perwakilan komisi-komisi di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Festival Kitab Suci (FKS) 2018 adalah puncak dari seluruh rangkaian perayaan Bulan Kitab Suci 2018.

Perayaan yang diadakan pada Sabtu, 29 September 2018 di Sasono Utomo Taman Mini Indonesia Indah, disambut dengan antusias oleh umat Katolik di Jabodetabek. Sejak pukul 07.00 pagi umat Katolik dari berbagai wilayah-wilayah Keuskupan Agung Jakarta. Terlihat jelas sejak sebelum dimulainya acara, kursi-kursi untuk umat/peserta sudah terisi semua, dan proses registrasi hampir semuanya terpenuhi.

Perayaan semakin meriah karena melibatkan beberapa artis terkenal untuk mengungkapkan kesaksian pujiannya. Adalah Donna Agnesia bertindak sebagai pembawa acara yang memandu mulainya acara pagi itu. Dengan didampingi oleh Rocky Pasadena, mereka menjelaskan garis besar tentang kegiatan FKS KAJ, mulai dari mengumumkan hasil kuis dan berbagai acara lainnya yang diadakan sebelum puncak perayaan tersebut.

Undangan yang hadir juga berkesempatan untuk menyaksikan video sambutan mulai dari Mgr. Ig. Suharyo, Ketua Keuskupan Agung Jakarta dan beberapa Imam-imam yang memimpin umat Katolik di Wilayah Keuskupan Agung Jakarta, yang tersebar di 5 wilayah di Jakarta. Di samping itu, turut hadir bersama mereka adalah komunitas-komunitas katolik yang berkaitan dengan penggiat kitab suci (Alkitab).

Pada kesempatan ini Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) diundang dan diberikan kesempatan untuk menjelaskan visi-misi dan program kerjanya, melalui Departemen Komunikasi & Pengembangan Kemitraan dan Departemen Penyebaran & Pemasaran yang juga diberikan kesempatan untuk berpameran dan berpromosi. “Semua harus bersinergi. Di sini berbagai komunitas hadir, beberapa adalah penggiat Kitab Suci. Ini pasti akan berdampak bagi LAI. Untuk itu keberadaan LAI dan komunitas penggiat Alkitab sangat diharapkan di sini.“ ujar Bpk Wandi, Anggota Dewan Komisi di Keuskupan Agung Jakarta. Menurut beliau. ada setidaknya 22 komunitas penggiat Alkitab yang ada dan hadir dalam acara FKS 2018 bersama komunitas Katolik lainnya yang ternaung di bawah payung Keuskupan Agung Jakarta. Menurut Bapak Wandi, umat katolik dapat dikatakan jarang untuk membaca Alkitab. Ini menyebabkan timbulnya komunitas-komunitas penggiat dan pencinta Alkitab.

“Bapak, Ibu mari ikut dan dukung Sejuta Mitra LAI...,” seru Selviana Bangun, Staf DepKom LAI saat memperkenalkan program Sejuta Mitra LAI kepada kepada undangan yang hadir. Sejuta Mitra LAI adalah program donasi yang mengajak berbagai macam orang untuk ikut menjadi Mitra Lembaga Alkitab Indonesia. Program ini juga untuk menggalang dana membantu penyebaran Alkitab ke seluruh pelosok negeri, bagi masyarakat pedalaman yang rindu dan haus akan Firman Tuhan, serta mengalami kesulitan untuk mendapatkan Alkitab. Sangatlah tetap apabila program menghadirkan Firman Tuhan bagi semua orang patut digaungkan bahkan dirayakan oleh umat Katolik seluruh Indonesia, karena ini semua erat kaitannya dengan Kitab Suci.

“Kami melihat bahwa Tuhan itu begitu baik untuk kita semua. Ia sangat mengasihi kita dan menyelamatkan kita semua. Jadi, kita perlu melanjutkan kasih Tuhan ini kepada mereka yang membutuhkannya.” ungkap Paulina, salah seorang yang mendatangi booth Sejuta Mitra LAI dan mendaftarkan diri menjadi Mitra LAI. Paulina menjelaskan dengan semangat mengapa ia turut serta menjadi bagian dari program ini. Ada banyak umat lain dengan pemahaman dan mimpi yang sama seperti Sdr. Paulina. Mereka dengan antusias dan gembira mengikuti program Sejuta Mitra LAI. Dan menjadi bagian di dalamnya. Apa yang menjadi kerinduan mereka sama , yaitu menghadirkan Firman Allah, juga membuat seluruh umat di pedalaman negeri ini dapat membaca dan memahami Alkitab beserta isinya.

Sampai pukul 13.00 siangg, sudah lebih dari 50 orang yang mendaftarkan diri sebagai Mitra. Ada pula yang belum mendaftar, namun membawa flyer program Sejuta Mitra pulang untuk dipelajari lebih lanjut. Namun walau begitu, terlihat kebahagiaan di wajah mereka saat memahami tentang program ini.
Festival Kitab Suci Keuskupan Agung Jakarta pagi itu telah mencapai apa yang mereka impikan bagi seluruh umat katolik, yaitu umat lebih rajin membaca serta menjadi penggiat Firman Tuhan. Tetapi, sesungguhnya lebih dari itu. Dengan tidak saja menjadi penggiat, namun juga ikut andil langsung dalam pengadaan Firman Tuhan itu sendiri, sebenarnya dalam acara perayaan ini umat katolik telah menjadi garam bagi sahabat-sahabat di pedalaman yang kesulitan mendapatkan Alkitab. Menjadi Mitra LAI, mereka semua telah melakukan dan menjadi bagian dari visi dari LAI sendiri, “Firman Allah hadir bagi semua orang dalam Bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti.”

“…Saya umat Kristen Protestan. Tapi saya juga membaca kitab-kitab Deutrokanonika. Saya pun senang memahami isinya. Karena sekarang semua sudah tidak ada perbedaan.” ujar Bp. Sigit Triyono, Sekum LAI yang mewakili Pengurus LAI dalam Mini Talkshow – Komunitas Kitab Suci dan mendapat sambutan antusias dari umat yang hadir. Kehadiran LAI hadir dalam FKS 2018 sebagai bagian dari impian akan sinergisitas yang diharapkan oleh kaum penggiat Alkitab dan kaum awam. LAI bukan saja menjaring penggiat tapi juga mereka yang ingin terkait langsung dengan proses penyebaran Alkitab melalui Program Sejuta Mitra LAI. Semoga sinergitas ini terus berlanjuta dan berkembang dalam pelayanan bersama di waktu mendatang. [hizkia]

Tuhan, Sukacita Dari-Mu Tidak Akan Pernah Pudar Di Hadapan Para Pengacau Yang Paling Menjengkelkan Sekalipun. Terima Kasih Atas Sukacita Itu.

title

Ketika kejahatan telah berhasil mengambil pengharapan dan sukacita kita, saat itulah dia telah memenangkan pertarungan ini.

Kepada orang-orng Kristen yang menerima suratnya, Yudas terus mengingatkan mereka bahwa
tidak ada satupun kejahatan yang dapat tinggal tetap di hadapan Allah. Ia memberi contoh tentang malaikat yang memberontak, mereka telah dibelenggu oleh Allah sampai waktu penghukuman bagi mereka tiba. Begitu juga dengan penduduk Sodom dan Gomora dalam kesesatan mereka yang telah sampai kepada Allah, mereka mendapatkan hukuman dengan siksaan api yang kekal. Para pengacau yang mengaburkan ajaran tentang keselamatan, dan yang menghina Tuhan dengan terus menikmati dosa dalam diri mereka, sedang dan akan menerima hukuman-Nya. Bagi para pengacau itu, surat Yudas adalah peringatan keras bagi mereka, dan bagi jemaat itu adalah surat yang memberi kekuatan untuk tetap berpegang pada ajaran yang benar sekaligus keyakinan bahwa kejahatan pasti akan dikalahkan.

Sahabat Alkitab, menyerah bukanlah pilihan bagi kita yang percaya akan kuasa dan kedaulatan Allah, terutama jika itu terhadap orang-orang jahat dan pengacau dengan kejahatan dan kekacauan yang mereka buat dalam kehidupan kita. Iman kepada Allah dan keyakinan bahwa Dia telah menang dan memberikan kemenangan itu bagi kita adalah kekuatan dan alasan untuk terus berjalan dan melangkah dalam kebenaran.

Selamat Beribadah. Tetaplah percaya dan bersukacita seperti Daud hingga ia berkata, "Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku."

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Karena Keserakahan Orang Memutar balikan Hukum. Berikan Ganjaran Yang Setimpal Ya Tuhan.

title

Segala niat dan perbuatan jahat akan mendapat balasannya. Tuhan tidak buta dan Dia tidak tertidur.

Yudas menulis suratnya kepada orang-orang Kristen saat itu untuk mengingatkan mereka akan bahaya orang-orang fasik yang masuk menyusup ke dalam persekutuan dengan maksud untuk menyesatkan dan menjauhkan mereka dari keselamatan. Yudas menyebut mereka sebagai orang-orang yang berperilaku bejat sebab memutarbalikkan kebenaran untuk kepuasan nafsu mereka. Orang-orang itu ingin hidup dengan bebas dengan melakukan apa saja sekehendak hati mereka. Karena itu, mereka menolak Yesus Kristus sebagai Tuhan dan penguasa satu-satunya. Namun bagi mereka, hukuman telah ditetapkan dan dinyatakan sejak zaman para nabi.

Sahabat Alkitab, Allah benar-benar tidak mengizinkan diri-Nya dipermainkan, Ia telah menetapkan penghukuman bagi siapa saja yang menolak-Nya dan anugerah yang diberikan melalui Anak-Nya. Pengetahuan, kepandaian, kecakapan, dan kepintaran yang kita miliki tidak diperuntukkan untuk melakukan tipu muslihat dan memutarbalikkan kebenaran, apalagi jika sampai meyesatkan orang lain dari jalan kebenaran. Dan hukuman yang pantas untuk itu adalah kematian.

Selamat Pagi. Marilah kita terus mengawasi diri dan ajaran yang kita beritakan, mengawasi jemaat dan gereja kita, agar tidak sesat dan ditolak oleh Allah.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Kami Ingin Mengukir Nama-Mu Pada Pekerjaan,Rumah Tangga,Mimpi-Mimpi Dan Hidup Kami Seluruhnya.

title

Jadilah terang di tempat-tempat yang gelap, dan jadilah jawaban bagi orang yang membutuhkan.

Pada tubuh Paulus ada tanda-tanda milik Kristus, yaitu penderitaan yang telah dia alami sebagai konsekuensi dari keputusannya mengikut dan memberitkan Injil Kristus. Tanda-tanda itu telah menjadi kesaksian bahwa dia adalah pengikut Kristus yang setia. Bagi Paulus tanda penderitaan itu jauh lebih berarti daripada tanda sunat yang dahulu telah dia terima sebagai seorang beragama Yahudi.

Sahabat Alkitab, apa yang dialami oleh Paulus adalah sebuah bentuk totalitas dan loyalitas dirinya sebagai pengikut Kristus. Bukan hanya pada tubuhnya, juga pada setiap tempat dan dalam hati semua orang yang pernah ia layani. Jejak-jejak pelayanannya terukir begitu nyata. Sudahkah kita juga telah melakukan hal yang sama seperti Paulus? Sudahkah kita menjadi saksi Kristus, tidak hanya di gereja, tetapi juga di rumah, di pekerjaan, di jalan, di tempat-tempat tersembunyi, dalam pemikiran, perkataan, dan perbuatan? Selagi masih ada waktu, marilah kita mengukir nama Tuhan di mana saja kita berada dan pada apa saja yang kita kerjakan, agar nama-Nya dipermuliakan.

Selamat Pagi. Berikanlah karya terbaik kita hari ini seolah ini adalah kesempatan terakhir bagi kita untuk melakukannya.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Kadang Kami Ingin Memaksakan Engkau Bersatu Dengan Dunia. Ampuni Kami Atas Kesalahan Kami Ini

title

Kita diselamatkan untuk menjadi serupa dengan Kristus, bukan menyerupakan Kristus dengan dunia dan kehendak kita.

Paulus ingin mengungkapkan kepada jemaat Galatia bahwa dirinya tidak lagi memandang dunia sebagai sesuatu yang sangat berarti, yaitu segala kemegahan dan kebanggaan yang dulu ia rasakan sebagai seorang yang lahir sebagai orang Yahudi, beragama Yahudi, dan yang menjalankan hukum agama dengan ketat. Jika pengajar palsu mengajar untuk mendapatkan pengakuan dari manusia dan perlindungan diri. Paulus justru telah mematikan dirinya terhadap itu semua. Dengan begitu, Paulus berharap agar jemaat kembali kepada ajaran yang telah diberitakannya dengan tidak mencari kepentingan bagi dirinya sendiri, melainkan untuk keselamatan mereka dan bagi kemuliaan Kristus.

Sahabat Alkitab, dunia dengan segala penampilannya memang begitu menarik, ini membuat kita begitu bergairah untuk mengejarnya. Mimpi-mimpi telah kita arahkan pada kemegahan dan akan kebanggaan saat memilikinya. Siapa yang tidak berbangga jika memiliki kekayaan, jabatan yang bagus, pekerjaan yang menjanjikan, atau pasangan hidup yang "menguntungkan"? Demi mendapatkan itu, kita memaksa Tuhan mengabulkan permintaan melalui doa-doa yang kita naikkan, memelintir firman Tuhan, dan menjadikan kata "beriman dan percaya" sebagai cara untuk membujuk bahkan memaksa Tuhan mengikuti kepentingan kita. Sehingga yang terjadi adalah "jadilah kehendakku di surga seperti di bumi". Bukan untuk itu Allah menyelamatkan kita.

Selamat Pagi. Mintalah biar kehendak Tuhan yang jadi atas hidup kita, sebab hanya Dialah yang tahu apa yang terbaik bagi kita.

Salam Alkitab Untuk Semua

Upah

title

Upah
Imamat 19:13

Temukan:
Ada banyak cara untuk mencuri dari orang lain. Ayat ini berbicara mulai dari larangan-larangan umum kemudian bergerak kepada jenis pencurian yang lebih khusus.

“Jangan memeras sesamamu manusia dan jangan merampas.”
Ok, tidak ada masalah di sini. Namun, lihat selanjutnya, “Jangan kau tahan upah pekerja harian sampai besok harinya.” Nah, bagaimana dengan yang ini?
Banyak pekerja upahan, dari zaman Perjanjian Lama sampai zaman Yesus, dibayar secara harian (Mat. 20:1-8).

Mereka ini membutuhkan pendapatan harian mereka untuk hidup. Menahan upah mereka sama saja dengan memaksa mereka jatuh ke dalam hutang. Mereka tidak mempunyai uang untuk membeli makanan bagi keluarga mereka, sehingga mau tidak mau mereka pun harus meminjam uang (Ul.24:14-15; Yer. 22:13-14).

Di sini, dalam pasal yang mungkin ditulis 3.000 tahun yang lalu, kita membaca sebuah kesewenang-wenangan yang terdengar sangat actual hingga saat ini. Orang menahan upah untuk beberapa waktu, sampai dia benar-benar harus memberikannya. Akan tetapi, Alkitab menentang semua praktik semacam itu. “Seorang pekerja berhak mendapat apa yang harus mereka terima,” kata Yesus (Luk. 10:7). Apa yang menjadi haknya tidak boleh kita tahan dari mereka.
Prinsipnya? Jangan mencuri; jangan berlaku curang; bayarlah upah dengan benar, dan ingat, pada waktunya.

Impikan:
Bukankah sangat menyenangkan bila Anda mendapat bayaran dengan semestinya? Bagaimana jika kita melakukan hal itu satu terhadap yang lain! Coba lihat daftar potongan gaji Anda yang terakhir. Kira-kira, ke mana uang itu pergi, Bersyukurlah!

Lakukan:
Taruh semua tagihan pembayaran di satu tempat. Selesaikan semua itu sebelum hari berakhir. Anda punya maslaah dengan keuangan? Tanyalah Tuhan untuk nasihat-nasihat yang baik. Diskusikan juga masalah-masalah itu dengan seseorang yang sungguh Anda percaya.

Doa:
Setiap tulang dalam tubuhku berseru, “Tidak ada yang seperti Engkau, Tuhan. Engkau melindungi mereka yang tidak berdaya dari orang-orang berkuasa. Engkau menyelamatkan orang miskin dan berkekurangan dari orang-orang yang hendak menindas mereka.”
Dikutip dari sisipan ALKITAB Hidup Sejahtera Berkeadilan (No.24) oleh : Julian Putera Loen