Rundown Acara Workshop From God to God

Hari/ Tanggal Jam Kegiatan
Hari I       Senin, 12-11-2018 12.00-13.00 Registrasi Peserta
Pembagian Kamar
13.00-13.30 Welcome Drink & Snack
13.30-14.00 Ibadah Pembukaan
14.00-14.30 Sambutan Pengurus LAI, Visi Misi LAI
14.30-16.00 Digital Ministry
16.00-17.00 Istirahat (Mandi, dll)
17.00-19.00 Kelas Pertama
19.00-19.30 Makan Malam
19.30-21.30 Kelas Kedua
21.30-05.00 Istirahat
Hari II      Selasa, 13-11-2018 05.00-05.30 Saat Teduh
05.30-06.00 Senam Pagi
06.00-07.00 Persiapan (Mandi, dll)
07.00-07.30 Sarapan
07.30-08.00 Ibadah Pagi
08.00-10.00 Kelas Ketiga
10.00-10.15 Snack
10.15-12.00 Kelas Keempat (Hunting & Membuat Konten Bersama)
12.00-13.00 Makan Siang
13.00-15.00 Kelas Keempat (Hunting & Membuat Konten Bersama) (Lanjutan)
15.00-17.00 Kelas Gabungan
17.00-18.00 Istirahat/ Mandi
18.00-18.30 Makan Malam
18.30-20.30 KKR
20.30-05.30 Istirahat
Hari III       Rabu, 14-11-2018 05.30-06.00 Saat Teduh
06.00-06.30 Senam Pagi
06.30-07.30 Persiapan (Mandi, dll)
07.30-08.00 Sarapan
08.30-10.00 Presentasi Konten, Evaluasi
10.00-10.15 Snack
10.15-12.00 Pembentukan Komunias Digital, Penyerahan Hadiah, Door Prize
12.00-13.00 Makan Siang
13.00-Pulang Free Time

Tuhan, Engkau Memanggil Kami Menjadi Anak-anak-Mu, Sehingga Kami Bisa Mengasihi-Mu Seperti Engkau Mengasihi Kami.

title

Kita dipanggil oleh Sang Kasih untuk hidup berkasih-kasihan. Mengasihi-Nya dan ciptaan-Nya.

Kepada semua orang baik tuan maupun hamba, baik suami maupun istri, kasih Kristus harus tinggal dalam hati sehingga bisa mengasihi dengan tulus, merendahkan hati, menyayangi satu sama lain, sekalipun ada yang berbuat jahat tetaplah memberkati mereka. Betapa damainya dunia ini jika semua orang saling mengasihi. Karena itu Petrus memulainya dari orang-orang Kristen, agar dalam penyebaran dan keberadaan mereka di tempat-tempat manapun yang mereka tampilkan adalah wajah Kristus yang penuh kasih.

Sahabat Alkitab, apakah tanda yang paling mencolok yang dapat membuat orang lain mudah mengenali orang-orang Kristen? Tanda itu adalah kasih. Allah memberikan kita kemampuan untuk mengasihi dengan kasih yang tidak biasa. Yaitu kasih yang rela berkorban, kasih yang penuh hormat, kasih yang rela menderita, kasih yang menjadi berkat bagi semua orang.

Selamat Pagi. Marilah kita mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama kita.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Mata Kami Terang Ketika Memandang Kecantikan Atau Prestasi Duniawi. Tetapi Menjadi Gelap Terhadap Keindahan Rohani Yang Tersembunyi. Tolonglah Kami.

title

Ada yang jauh lebih bernilai daripada apa yang terlihat indah dari luarnya, yaitu keindahan yang memancar dari dalam

Dari masa ke masa kecantikan fisik begitu dipuja-puja dan diinginkan oleh semua wanita, termasuk pada zaman di mana Petrus menulis suratnya. Pada masa itu nampaknya mereka yang ingin terlihat cantik berdandan dengan begitu mencolok. Menggunakan perhiasan rambut, dan berpakaian yang mahal-mahal hanya untuk mendapatkan pujian dan pengakuan manusia, mungkin juga kepuasan diri. Petrus mengingatkan agar hal itu tidak dilakukan oleh istri-istri Kristen. Mereka harus mempercantik apa yang ada dalam batin sesuatu yang sifatnya kekal, tidak luntur termakan usia. Petrus menghubungkan itu dengan ketundukan seorang istri kepada suaminya, seperti Sara kepada Abraham

Sahabat Alkitab, tidak ada yang salah dengan berdandan cantik, berpenampilan menarik. Sebab bukankah Allah memang menciptakan manusia (perempuan) itu cantik, dan diberikan pengetahuan untuk mempercantik diri. Namun kecantikan fisik bukanlah yang terutama, sehingga manusia memfokuskan dirinya hanya untuk memoles itu. Allah juga menaruh inner-beauty dalam diri perempuan dan itulah yang membuat mereka begitu berharga di mata Allah. Itulah yang harus dikejar, dikembangkan, dibuat lebih baik setiap harinya. Untuk sesaat, mata manusia memang bisa dipuaskan dengan apa yang terlihat cantik, namun hanya kecantikan batinlah yang tidak dapat direbut dan terdegradasi oleh apapun

Selamat Beribadah. Marilah mempercantik diri dengan kebaikan hati sebagai bukti atas kehidupan yang beribadah

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Ketika Dunia Telah Membuat Orang-orang Terpandang Kehilangan Sisi Baik Mereka, Tinggal Engkau Teladan Kami Yang Sejati

title

Yesus adalah teladan sejati dan sempurna. Tidak ada cela pada-Nya dan tidak berubah Dia.

Petrus adalah saksi akan teladan kehidupan yang Yesus tampilkan kepada semua orang. Petrus tahu tentang penderitaan-Nya dan di saat yang sama tentang kesabaran, kebenaran, dan kelemahlembutan-Nya. Kristus adalah teladan sempurna bagi orang-orang Kristen yang tengah menghadapi penderitaan karena iman kepada Allah.

Sahabat Alkitab, untuk menjadi baik dan lebih baik lagi, kita membutuhkan keteladanan dari orang-orang yang lebih dari kita. Namun kita juga menyadari bahwa semua manusia memiliki kelemahan dalam dirinya, ada titik-titik gelap dalam dirinya yang ia sendiri tidak bisa atasi. Syukur kepada Allah, Kristus adalah teladan yang sempurna untuk ditiru oleh kita. Pada-Nya tidak ada perubahan atau pergeseran. Ia sejati dan sempurna. Ketika teladan manusia tidak bisa lagi kita lihat atau bahkan mengecewakan kita, kita dapat memandang kepada Kristus. Petrus telah belajar dari Kristus, dan itu yang ia ajarkan kepada orang percaya mula-mula dan kepada kita hari ini.

Selamat Pagi. Arahkanlah hati dan pikiran kita selalu kepada Kristus, bukan kepada manusia yang lemah dan mudah terjatuh.

Salam Alkitab Untuk Semua

Menyampaikan Kabar Baik ke Pedalaman Sintang

title

membagikan Alkitab dukungan Satu Dalam Kasih (SDK) Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) kali ini begitu melelahkan buat saya, dibandingkan perjalanan-perjalanan SDK sebelumnya yang pernah saya ikuti. Rasanya tidak ada waktu yang cukup untuk membagikan Firman Tuhan di wilayah Sintang, Kalimantan Barat yang amat luas ini. Tidak kenal pagi, siang, dan malam, Tim SDK LAI terus bergerak membagikan Kabar Baik kepada Gereja-gereja dan umat Kristiani di wilayah pedalaman Sintang.

Meskipun sudah naik mobil, speed boat, sepeda motor, dan jalan kaki tapi perjalanan ini sangat melelahkan bagi saya. Karena kelelahan dan demam, saya terpaksa istirahat 1,5 hari dan menuntaskan perjalanan SDK ke Sintang sampai hari ini, Jumat, 9 November 2018untuk kembali ke Pontianak. Sementara rekan-rekan Tim SDK LAI masih harus menyerahkan dan menyelesaikan administrasi dan besok 10 November baru kembali ke Jakarta.

Menurut saya sebenarnya perjalanan SDK LAI ini menyenangkan, karena kita ada di tengah-tengah alam ciptaan Tuhan yang ada di Bumi Kalimantan. Kita dapat menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Kita dapat langsung bertemu dan bertatap muka dengan jemaat-jemaat Kristiani di pelosok-pelosok wilayah Sintang. Kita juga dapat bertemu dengan para Pendeta yang mempunyai semangat pelayanan yang tinggi, karena disamping mereka harus membangun dan menguatkan jemaatnya, para Pendeta ini juga terpaksa harus berladang sekedar mencukupi kebutuhan hidupnya. Karena memang jemaat-jemaat ini penuh dengan keterbatan, baik ekonomi jemaat maupun penerimaan gereja dari persembahan.

Bagi saya pribadi, perjalanan SDK LAI ini baik untuk penyegaran dan pertumbuhan Rohani. Karena kita bisa bertemu langsung dengan jemaat penerima bantuan Alkitab program SDK LAI yang telah didukung oleh jemaat perkotaan. Kemarin saat kami berkunjung ke Kayan, di daerah Tebidah, banyak jemaat anak-anak, remaja, dan pemuda yang bersekolah di SMP dan SMA. Mereka membantu mengangkat ratusan dus Alkitab untuk sampai ke Gerejanya. Melihat banyaknya orang muda di Kayan ini, Pendeta Hoseas, berkata: “Kalimantan masih terbuka luas kesempatan untuk memberitakan Kabar Baik. Ladang sudah menguning. Kita masih membutuhkan banyak para pekerjanya. Mereka, orang muda inilah calon pekerja-pekerja di Ladang Tuhan, karena Alkitab yang mereka rindukan kini sudah dapat dipelajari.” Inilah secuil kisah perjalanan SDK LAI ini di Sintang. Semoga dapat menjadi berkat bagi kita semua.[Ernanto]