Menyampaikan Kabar Baik ke Pedalaman Sintang

  • 63
    Shares

title

membagikan Alkitab dukungan Satu Dalam Kasih (SDK) Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) kali ini begitu melelahkan buat saya, dibandingkan perjalanan-perjalanan SDK sebelumnya yang pernah saya ikuti. Rasanya tidak ada waktu yang cukup untuk membagikan Firman Tuhan di wilayah Sintang, Kalimantan Barat yang amat luas ini. Tidak kenal pagi, siang, dan malam, Tim SDK LAI terus bergerak membagikan Kabar Baik kepada Gereja-gereja dan umat Kristiani di wilayah pedalaman Sintang.

Meskipun sudah naik mobil, speed boat, sepeda motor, dan jalan kaki tapi perjalanan ini sangat melelahkan bagi saya. Karena kelelahan dan demam, saya terpaksa istirahat 1,5 hari dan menuntaskan perjalanan SDK ke Sintang sampai hari ini, Jumat, 9 November 2018untuk kembali ke Pontianak. Sementara rekan-rekan Tim SDK LAI masih harus menyerahkan dan menyelesaikan administrasi dan besok 10 November baru kembali ke Jakarta.

Menurut saya sebenarnya perjalanan SDK LAI ini menyenangkan, karena kita ada di tengah-tengah alam ciptaan Tuhan yang ada di Bumi Kalimantan. Kita dapat menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Kita dapat langsung bertemu dan bertatap muka dengan jemaat-jemaat Kristiani di pelosok-pelosok wilayah Sintang. Kita juga dapat bertemu dengan para Pendeta yang mempunyai semangat pelayanan yang tinggi, karena disamping mereka harus membangun dan menguatkan jemaatnya, para Pendeta ini juga terpaksa harus berladang sekedar mencukupi kebutuhan hidupnya. Karena memang jemaat-jemaat ini penuh dengan keterbatan, baik ekonomi jemaat maupun penerimaan gereja dari persembahan.

Bagi saya pribadi, perjalanan SDK LAI ini baik untuk penyegaran dan pertumbuhan Rohani. Karena kita bisa bertemu langsung dengan jemaat penerima bantuan Alkitab program SDK LAI yang telah didukung oleh jemaat perkotaan. Kemarin saat kami berkunjung ke Kayan, di daerah Tebidah, banyak jemaat anak-anak, remaja, dan pemuda yang bersekolah di SMP dan SMA. Mereka membantu mengangkat ratusan dus Alkitab untuk sampai ke Gerejanya. Melihat banyaknya orang muda di Kayan ini, Pendeta Hoseas, berkata: “Kalimantan masih terbuka luas kesempatan untuk memberitakan Kabar Baik. Ladang sudah menguning. Kita masih membutuhkan banyak para pekerjanya. Mereka, orang muda inilah calon pekerja-pekerja di Ladang Tuhan, karena Alkitab yang mereka rindukan kini sudah dapat dipelajari.” Inilah secuil kisah perjalanan SDK LAI ini di Sintang. Semoga dapat menjadi berkat bagi kita semua.[Ernanto]