Pelatihan Pendeta Berkesinambungan GKMI, Semarang, 18-19 April 2018.
Pengejawantahan Nota Kesepakatan Kerjasama Kemitraan antara Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) dengan Sinode Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) tidak membutuhkan waktu lama untuk diimplementasikan. Hanya dalam hitungan jam, LAI bersama Sinode GKMI langsung mewujudkannya dalam bentuk pelatihan bagi para pendetanya.
Lewat pelatihan yang bertajuk “Appreciative Inquiry” dan “ST Rocket Model Strategic Management” para pendeta GKMI langsung mendapatkan manfaatnya. Adalah Dr. (Cand) Sigit Triyono – Sekretaris Umum LAI yang bertindak sebagai narasumber dalam Pelatihan Pendeta Berkesinambungan GKMI yang diikuti 32 Pendeta di Semarang 18-19 April 2018. Forum ini adalah salah satu perwujudan kemitraan LAI – GKMI.
Adapun metode yang digunakan dalam forum pelatihan ini bukan bersifat “top-down” tapi lebih bersifat “adult learning edutainment” yang sangat mengutamakan partisipatif para pesertanya. Hal ini bisa terlihat dari peran serta seluruh peserta, dimana rata-rata peserta merasakan manfaat untuk selalu berpikir positif, “ vision driven”dan lebih strategis dalam mengelola jemaat.
Ratna Harefa – Kawil LAI Medan-(kanan) tengah menyampaikan Firman Tuhan dalam Paskah 2018 PemKot Medan
Anggapan jika selama ini kerjasama kemitraan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) dengan pemerintah selalu identik dengan program kerja Kantor Perwakilan LAI Jayapura berhasil dipatahkan oleh Kantor Perwakilan LAI Medan yang baru saja menggelar Paskah 2018 bersama Pemerintahan Kotamadya Medan.
Dalam rangka kegiatan Paskah tersebut Kantor Perwakilan LAI Medan bersama para mitra pendukungnnya diberikan kesempatan untuk menjadi semacam event organizer dari rangkaian kegiatan Paskah PemKot Medan, dimana yang bertindak sebagai Panitia Paskah adalah PemKot Medan dan Yayasan Surya Kebenaran Indonesia. Adalah Ratna Harefa, Kawil LAI Medan yang bertugas sebagai Pelayan Firman dalam ibadah aksi sosial Paskah tersebut, Kawil Medan juga memotivasi para anak-anak Panti Asuhan supaya semakin mencintai Alkitab, yang adalah Firman Tuhan. “Di sanalah sebenarnya tersimpan sumber kekuatan, sumber inspirasi, sumber penghiburan, sumber pertolongan jika kita setia dan teruus berpegang kepada janji Tuhan yang terdapat di dalam Alkitab,” pesan Kawil LAI Medan kepada anak-anak panti.
Selain mewartakan Kabar Baik, Kantor Perwakilan LAI Medan juga memanfaatkan momen Paskah ini untuk menayangkan video perjalanan pembagian Alkitab ke pelosok nusantara. Harapannya bahwa Alkitab yang sudah mereka terima dan miliki janganlah disia-siakan, karena masih banyak umat Tuhan di pelosok tanah air yang belum memiliki Alkitab.
Sebelum mengakhiri seluruh acara tersebut, Tim LAI Medan mengajak seluruh anak-anak Panti Asuhan dan selurh peserta yang hadir untuk terlibat dalam acara permainan. Anak-anak, pengasuh, dan panitia terihat membaur dan menikmati permainan yang disuguhkan oleh Tim LAI Medan. Ada tawa, ada sukacita, ada kebahagian yang terpancar dari setiap wajah anak-anak Panti Asuhan, bahwasannya mereka tidak sendiri, mereka selalu ada di hati.
Untuk itulah setiap tahunnya LAI, melalui Program Penyebaran Paket Buku Rohani Untuk Anak-anak Di Pelosok (Panti Asuhan) selalu mendapat perhatian LAI, sehingga LAI selalu memasukkan program itu ke dalam Buku Pewartaan Kabar Baik Di Indonesia (Buku Program). Tahun ini lewat momen Paskah, LAI lewat Kantor Perwakilan Medan bersinergi dengan PemKot Medan dan Yayasan Surya Kebenaran Indonesia untuk menyebarkan Kabar Baik bagi Anak-anak Panti Asuhan. Semoga kerjasama ini terus berlanjut, sehingga semangat Alkitab Untuk Semua juga bisa berkumandang di seantero Sumatera. Salam Alkitab Untuk Semua. []
Sekali dayung, dua , tiga pulau terlampaui, kata pepatah itu tepat untuk menggambarkan aktivitas Sekretaris Umum LAI di Jawa Tengah sepanjang hari pada rabu, 18 April 2018. Di mana di tanggal tersebut pada pukul 13.00 telah ditandatangani Nota Kesepakatan – MOU antara Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) yang wakili oleh Sigit Triyono, selaku Sekum LAI, dengan Ketua Sinode Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Pdt. Paulus Sugeng di Kantor Sinode GKMI, Semarang.
Adapun butir kesepakatan kerjasama kemitraan tersebut meliputi bidang-bidang penerjemahan, penerbitan, penyebaran, dan penggalangan dukungan. Dalam kesempatan tersebut LAI memberikan terbitan terbarunya Alkitab Hidup Sejahtera Berkeadilan yang diserahkan langsung oleh Bp. Sigit Triyono dan diterima langsung oleh Pdt. Paulus Sugeng. Buah tanda mata tersebut biarlah menjadi bentuk lain dari perwujudan dukungan GKMI untuk mendukung gerakan Alkitab Untuk Semua, khususnya dalam menyebarkan Alkitab ke seluruh pelosok nusantara.
Selepas penandatangan tersebut Tim LAI yang terdiri dari Sekum LAI, Saefudin, Kadep Penyebaran & Pemasaran LAI, dan staf promosi melanjutkan perjalanan dari Semarang ke Salatiga untuk melakukan pertemuan dan penandatanganan Nota Kesepakatan Kerjasama Kemitraan dengan pimpinan Sinode Gereja Kristen Jawa Tengah Utara (GKJTU) di Kantor Pusat Sinode GKJTU.
Sama seperti penandatangan MOU sebelumnya dengan GKMI, pada penandatangan tersebut Pengurus LAI diwakili oleh Sigit Triyono, Sekretaris Umum LAI, sedangkan dari Sinode GKJTU langsung diwakili oleh Ketua Sinode GKJTU, Pdt. Heru Purwanta. Penandatangan Nota Kesepakatan tersebut dilakukan sekitar pukul 19.30 WIB.
Sebenarnya kerjasama LAI dengan GKJTU sudah berjalan cukup lama, khususnya di bidang penerjemahan Alkitab. Saat ini LAI dengan gereja-gereja berbahasa Jawa sedang melakukan proyek revisi Kitab Suci bahasa Jawa. Salah satu sinode gereja yang terlibat adalah GKJTU, bahkan Pdt. Daniel Iswanto (GKJTU) bertindak selaku ketua Tim Perevisi Kitab Suci bahasa Jawa. Selain itu kerjasama dalam bidang-bidang lainnya dapat terus diperbaharui, sehingga MOU bukan jadi sekadar macan kertas tetapi menjadi berkat bagi kehidupan bergereja dan berjemaat.
Proses penandatangan kedua MOU antara LAI dengan Sinode gereja tersebut akan diikuti dengan MOU-MOU berikutnya, baik dengan Sinode Gereja/Keuskupan maupun dengan Yayasan/Lembaga/Pemerintah, karena sejatinya jika ingin Firman Tuhan hadir untuk setiap orang, maka kehadiran LAI harus bisa dirasakan oleh setiap insan. Untuk itu lewat gerakan Alkitab Untuk Semua sebenarnya LAI ingin menyapa dan menjalin kemitraan yang saling bersinergi dengan semua pihak, termasuk Sinode Gereja.
Mencari musuh itu gampang, namun menjadi pembawa damai adalah pilihan yang paling berharga.
Siapa yang tidak akan bersedih dan sakit hati bila ada orang dekat kita terus menerus menghina dan merendahkan kita?
Itulah yang terjadi pada Hana. Ia bersedih bahkan sakit hati karena terus dihina oleh Penina. Walau demikian, ia tidak pernah sekalipun membalas, meski ia bisa. Dalam kesedihannya Hana datang pada Tuhan dan mengadu hanya padaNya. Alih-alih mengerutu dan berkeluh kesah pada manusia, Hana memilih berdoa pada Tuhan. Dengan keyakinan Tuhan akan menolongnya melepaskan diri dari beban penderitaan yang dialaminya.
Sahabat Alkitab, marah atau tersenyum, membenci atau mengasihi adalah pilihan, begitu juga perasaan sedih atau sukacita. Bila kita tidak dapat menanggung kesedihan, ingatlah bahwa Tuhan hanya sejauh Doa. Berdoalah dan mengadu padaNya. Itu adalah pilihan terbaik ketimbang membalas jahat dengan jahat.
Selamat Pagi. Mintalah pertolonganNya. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menguatkan kita untuk selalu gembira walau kesedihan melanda.
Jika dunia ini diibaratkan sebagai universitas kehidupan, maka keluarga adalah kelas mata kuliah dasar, di mana untuk pertama kalinya kita belajar menjadi manusia dan belajar nilai-nilai kemanusiaan. Tuhanlah Gurunya.
Dalam bacaan alkitab kita hari ini dituliskan jelas bahwa walaupun Hana mandul tapi Elkana, suaminya, sangat mengasihinya.
Sebagai seorang yang beristri dua, Elkana digambarkan sebagai sosok suami yang penuh kasih. Terlihat dari cara ia memperlakukan Hana. Dalam budaya patriarkat seperti Israel, keadaan Hana adalah sebuah aib. Walaupun sampai saat itu Hana sebagai isteri belum juga memberikannya seorang anak, namun kasihnya kepada Hana tetap dan tidak kurang sedikitpun dari anggota keluarganya yang lain. Ia tetap memberikan apa yang memang seharusnya menjadi bagian Hana.
Sahabat Alkitab, normatifnya, seorang ayah pastilah mengasihi anaknya, dan seorang suami tidak akan membenci istri yang dikasihinya. Walau pada kenyataanya ada banyak cerita istri tidak dikasihi dan anak yang tertolak oleh orangtuanya sendiri. Jika kenyataan tidak sesuai dengan yang diharapkan, apakah yang dapat kita lakukan? Keluarga adalah ruang belajar utama dan paling dasar, di sinilah kita belajar untuk saling menolong, saling berbagi, saling menerima, saling melindungi, dan saling mengasihi. Jika kita tidak pernah memperolehnya dari manusia itu bukan berarti kita tidak dapat melakukan atau memberikannya, sebab kita telah menerimanya dari Tuhan Yesus, Sang Guru Agung kita. Dialah yang kita gugu dan kita tiru, yang memberikan pelajaran dan juga teladan. Jika kita tidak dikasihi, disisihkan, atau ditolak, tetaplah mengasihi, karena Allah telah mengasihi kita.
Selamat Pagi. Marilah kita berdoa demikian: “Ya Tuhan, Engkau memberikan kami keluarga agar kami bisa saling menolong, berbagi dan mengasihi. Ajarlah kami untuk melakukan seperti yang engkau perbuat terhadap kami. Amin.”
Hanya jika kasih Tuhan memenuhi kita, barulah kita bisa membagi kasih itu kepada orang lain dan mendatangkan sukacita bagi mereka.
Bacaan alkitab hari ini menceritakan Boas yang menikahi Rut perempuan asing dari tanah Moab, isteri dari Mahlon, anak laki-laki Naomi yang telah mati. Tujuannya adalah untuk menyelamatkan garis keturunan Elimelekh, kerabatnya yang juga telah mati. Tentu ketertarikan Boas kepada Rut, janda muda yang cantik tidak dapat dikesampingkan. Rut secara khusus dan Boas telah menjadi sumber sukacita bagi Naomi, karena dari pernikahan levirat ini lahirlah seorang anak laki-laki yang diharapkan akan memelihara kehidupan Naomi pada masa tuanya dan penerus garis keturunan. Anak itu yang diberi nama Obed, kelak akan memperanakkan Isai, dan Isai memperanakkan Daud, raja Israel, nenek moyang Yesus. Hanya karena kesetiaan dan ketulusan yang bersumber dari kasih Allah saja sehingga Rut dan Boas mampu menjadi berkat dan sukacita bagi Naomi.
Sahabat Alkitab, mengasihi sesama manusia adalah bukti kalau kita mengasihi Allah. Dan itu hanya bisa kita lakukan, jika terlebih dahulu kita telah menerima kasih Allah. Karena itu mintalah kepada Allah agar memenuhi kita dengan kasih-Nya setiap hari. Tetap semangat menjadi berkat bagi banyak orang.
Selamat Pagi. Mari berdoa demikian: “Ya Allah, penuhi kami hari ini dengan kasih-Mu. Dan jadikanlah kami alat penyebar kasih kepada sesama kami manusia tanpa membeda-bedakan, sehingga kehadiran kami bisa menjadi sumber sukacita bagi setiap orang, terutama kepada mereka yang malang, amin.”
Menolong orang lain itu tidak selalu mudah, terkadang sangat merepotkan, terutama di zaman sekarang ini. Tapi bagaimanapun ini adalah perintah Tuhan dan ucapan syukur kita.
Agar tidak menjadi prasangka dikemudian hari, Boas mengajak para tua-tua untuk menjadi saksi. Dia ingin melakukan dengan cara yang benar dalam melaksanakan niat baiknya. Boas tidak hanya ingin mendapatkan keuntungan, semua orang disitu menjadi saksi ketulusan hatinya sehingga pantas mendapat berkat dari tua tua dan semua yang menyaksikan.
Sahabat Alkitab, bila kita bertemu seseorang yang meminta pertolongan apakah kita akan langsung menolongnya? Akan ada banyak pertimbangan dalam benak kita. Kita berpikir, “Apakah orang ini menipu? Apakah dia sungguh butuh pertolongan? Apa yang akan dikatakan orang? Apakah ada untungnya bagiku?” dan ada begitu banyak pertanyaan lain yang terlintas. Sejujurnya, kita ini adalah orang-orang yang telah menerima pertolongan Tuhan, sedang menerima, dan akan menerimanya lagi. Kematian Yesus di kayu salib adalah salah satu bukti pertolongan-Nya. Bukan karena kita pantas menerima pertolongan itu, tetapi karena kebaikan dan kasih karunia-Nya saja. Tuhan sudah melakukannya bagi kita, sekarang adalah kesempatan bagi kita untuk memberi pertolongan bagi orang lain. Itu sama dengan memberikan yang terbaik bagi Allah.
Selamat Pagi. Marilah kita berdoa demikian: “Ya Tuhan, Engkau memakai kami untuk menolong orang-orang lain. Berikan kepada kami tangan yang kuat, juga hati yang penuh dengan sukacita untuk melakukannya. Amin”
Hak dan tanggung jawab merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
Apakah kita adalah orang yang ngotot menuntut hak tapi menghindari tanggung jawab?
Penebus yang disinggung dalam bacaan kita adalah orang pertama yang berhak membeli tanah Naomi sesuai adat istiadat Israel saat itu. Bukan karena persoalan harga, tetapi karena di dalam jual beli ini ada tanggung jawab moral dan budaya. Satu-satunya yang mengurungkan niatnya adalah karena Rut istri mendiang Mahlon adalah orang asing yang dikhawatirkan dapat merusak warisan keluarganya. Boas yang hatinya tulus berniat membantu Naomi ingin melakukannya dengan cara yang benar dan sudah siap dengan segala konsekuensinya.
Sahabat Alkitab, ketulusan hati seharusnya tidak mempertimbangkan untung rugi. Orang yang tulus melakukan sesuatu bukan demi kepentingan diri pribadi melainkan untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan dan sesamanya melalui setiap tindakannya.
Selamat Pagi. Mari berdoa demikian: Ya, Tuhan sudah seharusnya pelayanan kepada-Mu dan kebaikan sesama menjadi alasan utama kami melakukan sesuatu. Ajar kami untuk tidak terlalu terpesona pada keuntungan atau terlalu takut pada kerugian.
Seperti layaknya sebuah aquarium, kehidupan kita dapat dilihat oleh siapa saja dari semua sisi. Tuhan adalah yang paling tahu dan melihat semuanya.
Seperti yang sudah dijanjikannya, hari itu juga Boas segera menemui dia yang paling berhak dan wajib menebus Rut. Ini adalah perkara yang besar karena tidak hanya menyangkut kehidupan satu orang saja, tetapi sebuah keluarga dan keturunan selanjutnya. Maka dari itu, Boas tidak ingin perkara ini diputus tanpa melibatkan banyak saksi. Hal ini juga sudah merupakan sebuah tradisi dalam budaya Israel. Boas melakukannya di tempat terbuka yaitu di pintu gerbang kota sehingga siapa saja dapat melihat, serta memanggil sepuluh pemuka masyarakat agar putusan perkara itu sah secara hukum masyarakat dan mengikat.
Sahabat Alkitab, kita adalah anak-anak terang, melakukan segala sesuatu dengan tidak sembunyi-sembunyi, sesuai dengan aturan yang berlaku, dengan pertimbangan legal dan etis budaya. Karena kita dilihat oleh semua orang, dan Tuhan sendiri adalah saksi kita. Apa yang kita lakukan adalah kesaksian hidup kita di tengah-tengah dunia ini. Sedikit saja kita menyimpang, akan merusak seluruh kesaksian yang sudah terbangun. Memang tidak ada yang sempurna dalam hal ini, tapi kita bisa melatih dan terus belajar untuk selalu bertindak benar, karena kita ini dibentuk oleh Allah yang sempurna untuk menjadi serupa dan segambar dengan Kristus.
Selamat Beribadah. Jika Tuhan adalah Saksi yang Mahamelihat, masihkah kita menganggap ada tindakan kita yang luput dari pandangannya?
Segala hal yang baik datangnya dari TUHAN, baik rencana, baik keinginan. Sebab di luar TUHAN tidak ada satupun yang baik dari anak-anak manusia.
Saat itu Rut mungkin melihat bahwa perjodohan ini datangnya atas rencana dari Naomi, sebab dialah yang terlihat paling menggebu agar dirinya segera menikah. Begitu juga dengan Boas, dalam hal ini rencananya untuk menebus Rut telah bulat dengan pengecualian jika penebus yang kekerabatannya lebih dekat tidak ingin menebus Rut. Numun hari ini kita dapat melihat bahwa semua yang terjadi saat itu bukanlah rencana manusia tetapi rencana besar dari ALLAH. Semua bermula dari ALLAH. Dialah yang menaruh rencana-Nya dalam hati manusia, dengan tidak membiarkan rencana itu berjalan dengan sendirinya, melainkan menentukan langkah demi langkah agar rencana-Nya terlaksana secara sempurna.
Sahabat Alkitab, kita tahu firman yang berkata: “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Kita bersyukur untuk itu, lebih lagi kita bersyukur karena Allah mau mengkomunikasikan rencanan-Nya kepada kita dan mau memakai kita sebagai alat untuk menggenapi rencana-Nya itu dalam kehidupan kita sendiri, juga dalam kehidupan orang lain, bagi kemuliaan nama-Nya.
Selamat Pagi. Mari bersyukur kepada Allah yang mau menaruh rencana-Nya yang baik dan sempurna dalam hati kita, dan yang menggenapinya.