Dalam Satu Perspektif Tertentu, Semua Orang Adalah Kawan Yang Menguntungkan

Ini bukan tentang sifat pragmatisme, tetapi memang tidak ada lawan yang abadi – sebaiknya memang begitu – Tuhan bisa mengubahkan segala sesuatu termasuk dalam hal ini.

Cermat, cepat, dan tepat (13-14). Itulah tiga kata yang dapat menggambarkan pengerjaan pembangunan Bait Suci setelah Raja Darius mengeluarkan perintah. Berkaca pada kejadian masa lalu yang membuat pembangunan ini sempat terhenti dengan penyebab utama orang Israel tidak menginginkan adanya campur tangan dari orang-orang kafir (4:3), ternyata justru karena campur tangan merekalah semuanya dapat selesai dengan baik. Siapakah orang-orang kafir itu? Raja Darius, Tatnai, Syetar-Boznai, dan banyak penduduk Efrat Barat lainnya, tidak lupa juga ada Raja Kores yang memprakarsai ini dan Raja Artahsasta. Sekali lagi, Allah menggerakkan para raja kafir sekaligus penjajah serta penduduk sekitar Israel yang juga dianggap kafir untuk melaksanakan tujuan-Nya yang mulia. Dalam tangan Allah, musuh pun menjadi kawan yang menguntungkan.

Sahabat Alkitab, kalau kita sungguh-sungguh mempercayai Allah sebagai Yang Mahakuasa maka kita pun harus percaya bahwa setiap orang disekitar kita telah ditempatkan oleh Allah secara sengaja untuk menolong kita melaksanakan tujuan-Nya. Dan bahwa Allah juga memakai orang-orang yang tidak kita sukai untuk mendatangkan keberhasilan bagi kita hari ini.

Selamat Pagi. Bersyukur untuk setiap pribadi yang mewarnai kehidupan kita.

Pekerjaan Tak Menyenangkan Hanyalah Sebuah Kesempatan Yang Berbeda

Bekerja tidak hanya semata untuk kesenangan kita, tetapi untuk melaksanakan dan mencapai satu tujuan utama.

Niatnya untuk menggagalkan pembangunan Bait Suci bertepuk sebelah tangan. Raja Darius justru meminta agar Tatnai gubernur provinsi Efrat Barat, dan Syetar-Boznai serta para pejabat di Efrat Barat membantu semaksimal mungkin agar pembangunan itu cepat selesai, dan yang terpenting agar mereka mengurungkan niat buruknya. Mendapat perintah itu sudah pasti bukan hal yang menyenangkan. Perasaan marah, dongkol, dan berat hati pasti menyelimuti mereka. Satu bukti lagi bahwa Allah bisa memakai siapa saja untuk melaksanakan rencana-Nya termasuk orang-orang yang bahkan membenci Allah. Karena semua orang, baik dan jahat adalah hamba-hamba-Nya.

Sahabat Alkitab, adakah hari ini Anda sedang mengerjakan pekerjaan yang tidak Anda sukai? Tetaplah kerjakan itu! Allah pasti punya tujuan dibaliknya. Lakukanlah sampai Allah memberikan kesempatan yang berbeda.

Selamat Pagi. Mari kita belajar mencintai setiap pekerjaan dengan bertanggung jawab atasnya. Melakukannya seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Jangan Mudah Membuang, Masa Depan Mungkin Memerlukan

  • Jika masa lalu tidak ada maka masa depan pun demikian, karena masa depan adalah produk dari masa lalu.

Raja Darius akhirnya menemukan dokumen atau surat perintah pembangunan kembali Bait Suci di Yerusalem, meski telah melewati dua generasi. Perintah itu pernah dikeluarkan oleh Kores, pendahulunya. Karena penemuan ini, maka tidak ada lagi yang dapat menghalangi atau bahkan menggagalkan pembangunan itu.

Sahabat Alkitab, bisa dibayangkan jika arsip dari masa lalu itu tidak ada lagi. Maka semakin sulitlah upaya mereka untuk membangun. Di sini kita dapat belajar tentang betapa pentingnya pengarsipan. Dalam hal yang lain pun masa lalu kerap dibutuhkan, termasuk masa lalu yang paling kelam sekalipun. Sebagai contoh: Hanya orang yang pernah kehilangan karena kematian orang yang dikasihi yang dapat memberikan penghiburan kepada mereka yang sedang mengalaminya.

Selamat hari minggu dan selamat beribadah. Tuhan memberkati kita semua, amin.

Tuhan Sering Bekerja Melalui Tangan Manusia

Allah memakai apa dan siapa saja untuk melaksanakan kehendak-Nya. Manusia adalah alat Tuhan yang efektif.

Perintah untuk membangun kembali Bait Suci memang pertama kali datang dari Kores (5:13), namun dibalik itu Allah adalah sutradaranya. Allah yang mendorongnya untuk mengeluarkan perintah itu (1:2). Begitu juga dengan pembuangan ke Babel. Nebukadnezar terlihat sebagai pelaku utama, tetapi lagi-lagi Allah adalah sutradaranya. Karena murka-Nya atas Israel, Allah membangkitkan seorang penguasa yang kuat untuk menghancurkan dan menawan penduduknya. Allah juga yang menggerakkan raja Darius untuk mengizinkan kembali pembangunan itu dilanjutkan.

Sahabat Alkitab, kita harus tahu bahwa manusia adalah alat dalam tangan Tuhan, tanpa terkecuali. Orang benar maupun orang jahat dan orang berdosa adalah hamba Allah yang akan dipakai-Nya untuk melaksanakan kehendak-Nya.

Selamat Pagi. Pastikanlah bahwa Anda adalah orang yang dipakai oleh Tuhan untuk melaksanakan maksud-Nya yang mulia.

Kebaikan Hanya Dapat Dihentikan Untuk Sesaat

Kebaikan akan selalu menang atas kejahatan, cepat atau lambat. Ini adalah fakta yang tidak bisa dibantah.

Tatnai, gubernur provinsi Efrat Barat mengirimkan hasil penyelidikannya terhadap pembangunan Bait Allah kepada Raja Darius. Niatnya mungkin tidak hanya sekedar melaporkan tapi ada harapan lain yaitu agar raja menghentikan pembangunan itu seperti yang dilakukan oleh Raja Artahsasta sebelumnya. Apapun niatnya, orang Israel telah menemukan kembali visi mereka untuk menyelesaikan pembangunan Bait Allah sesuai dengan nubuat nabi Haggai dan Zakharia.

Sahabat Alkitab, entah kita percaya atau tidak, di mana-mana telah terjadi kebaikan akan selalu menang. Untuk sesaat mungkin kejahatan berkuasa tapi itu tidak akan lama. Allah yang adil akan membalikkan keadaan.

Selamat Pagi. Jangan pernah berhenti untuk melakukan kebaikan sekalipun banyak orang yang tidak menyukainya. Allah menyukainya maka kebaikan pasti menang.

Kata-Kata Adalah Sebuah Kekuatan

Jangan memandang remeh sebuah kata-kata, apabila itu datangnya dari TUHAN niscaya akan terlaksana.

Setelah terbengkalai cukup lama, akhirnya pembangunan Bait Allah dimulai kembali, yaitu pada tahun kedua pemerintahan Raja Darius. Bagaimana mungkin? Ya, itu terjadi karena firman TUHAN yang datang dengan perantaraan nabi Hagai dan nabi Zakharia (Hag. 1:1; Zak. 1:1) isinya agar umat Israel yang ada di kota Yerusalem dan Yehuda segera bertobat dan memulai kembali pembangunan itu. TUHAN pun melindungi mereka dalam melakukan pekerjaan itu dari usaha manusia untuk mengacaukannya lagi.

Sahabat Alkitab, tahukah kita bahwa setiap kalimat yang keluar dari mulut kita memiliki dampak? Jika yang kita keluarkan adalah kalimat-kalimat positif yang bertujuan membangun maka yang terjadi demikian. Begitu juga jika yang keluar adalah kalimat negatif, maka yang terjadipun adalah hal yang negatif. Karena itu hendaklah kita senantiasa memperkatakan perkataan yang baik dan benar sesuai dengan firman Tuhan. Agar kita dan orang yang mendengarnya pun beroleh berkat.

Selamat Pagi. Jadikanlah mulut kita sebagai saluran berkat bagi semua orang, mulailah dari hari ini.

Mimpi-Mimpi Terbang Seperti Burung Yang Bersayap

Jika tidak mawas diri, maka semua yang diimpikan dapat berlalu begitu saja.

Sukacita bangsa Israel harus terhenti untuk beberapa waktu lamanya. Bagaimana tidak, pembangunan Bait Allah terpaksa harus terhenti karena gangguan dari penduduk negeri yang dipimpin oleh Rehum, Simsai, dan beberapa orang lainnya. Mereka telah menjadi penghalang yang nyata dalam pembangunan ini. Kesalahan awal berujung pada kegagalan.

Sahabat Alkitab, dalam hidup ini pasti Anda mempunyai mimpi-mimpi yang ingin diraih. Anda berusaha keras untuk mewujudkannya. Hanya awaslah, jangan sampai mimpi itu tinggal menjadi mimpi karena kelalaian atau kesalahan. Pengalaman Israel hendaklah menjadi pelajaran berharga.

Selamat Pagi. Mari terus berjuang sambil menjaga hidup dengan baik dan terus berharap kepada Tuhan agar mimpi Anda dapat terwujud.

Hidup Manusia Adalah Sebuah Tulisan Terbuka Yang Dapat Dibaca Siapa Saja

Baik atau buruknya isi sebuah surat bergantung kepada kita sebagai penulisnya.

Rupanya kabar tentang karakter bangsa Israel yang suka memberontak telah diketahui sejak zaman itu. Semua orang tahu siapa dan bagamana kehebatan Allah Israel yang telah membebaskan bangsa itu dari perbudakan di Mesir tetapi disaat yang sama mereka juga tahu bahwa bangsa itu adalah bangsa yang tegar tengkuk, tidak setia, dan suka melawan bahkan terhadap Allah mereka sendiri. Isi surat yang ditulis itu adalah fakta sejarah yang tidak bisa dipungkiri.

Sahabat Alkitab, seperti halnya bangsa Israel, kehidupan kita pun adalah surat terbuka yang dapat dibaca semua orang. Jika yang kita tampilkan adalah kebaikan maka yang terbacapun adalah kebaikan sebaliknya jika yang buruk kita tampilkan yang terbacapun adalah hal-hal yang buruk. Semua orang dapat melihat, semua orang adalah saksi, semua orang menilai kehidupan kekristenan yang kita tampilkan.

Selamat Pagi. Memang tidak ada yang sempurna, tetapi sedapat mungkin mulailah di hari ini untuk menampilkan cara hidup seorang pengikut Kristus yang taat dan setia.

Menumbuhkan Sahabat, Menuai Kemudahan

Seribu teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak.

Untuk setiap tindakan pasti ada akibatnya. Penolakan yang sebelumnya dilakukan oleh Zerubabel, Yesus, dan para kepala kaum rupanya berbuntut panjang. Mereka yang tadinya ingin membantu pembangunan Bait Allah berubah menjadi musuh, bukan hanya satu musuh tetapi banyak, sebab mereka mengajak orang-orang lain untuk menggugat pembangunan itu. Penolakan atas dasar SARA itu dibalas dengan permusuhan atas dasar yang sama.

Sahabat Alkitab, kita sendiri mungkin pernah mengalami dimana sahabat terbaik berubah menjadi musuh terjahat. Banyak penyebabnya dan akibat dari semuanya itu adalah kekecewaan dan sakit hati. Jika sudah begitu, kita sendirilah yang akan menuai akibat buruknya.

Selamat Pagi. Mari kita terus memelihara persahabatan, dan jika ada musuh maka hari ini lakukanlah rekonsiliasi.

Cinta Yang Tulus Retak Oleh Keterbatasan Manusia

Jika ada cinta yang tidak ada batasnya, maka cinta itu pasti berasal dari Allah.

Orang-orang penduduk negeri yang merupakan orang-orang berdarah campuran ini ingin terlibat dalam pembangunan Bait Suci di Yerusalem, dengan alasan bahwa mereka juga beribadah dan mempersembahkan korban kepada ALLAH yang sama. Tetapi niat itu tidak disetujui oleh Zerubabel, Yesus dan para kepala kaum. Mereka menganggap bahwa hanya orang Yahudi murnilah yang boleh mengambil bagian dalam pekerjaan ini dan sama sekali tidak mengizinkan orang “asing”. Sebagai akibat dari penolakan tersebut, niat untuk membantu berubah menjadi niat untuk mengganggu.

Sahabat Alkitab, ada pepatah mengatakan “Tak Ada Gading Yang Tak Retak”. Pepatah ini sangat cocok untuk ditujukan kepada cerita di atas dan kepada semua manusia. Seberapapun tulusnya cinta manusia, pada satu titik dimana cinta itu tidak dihargai, tidak direspon, direndahkan, atau dicampakkan, akan sirna juga dan dalam sekejap saja dapat berubah menjadi benci. Itulah realita kehidupan manusia yang berdosa dan penuh kelemahan. Dalam hal lain pun ini bisa saja terjadi.

Selamat Beribadah. Mari kita belajar dari Allah tentang cinta, ketulusan, dan penghargaan kepada sesama kita