Tuhan, Ketika Kami Berada Dalam Masalah, Ajar Kami Bertindak Benar, Bukan Menambah Masalah Dengan Berdosa Kepada-Mu

  • 21
    Shares

title

Keputusan dan tindakan yang sifatnya emosional terkadang lebih banyak salahnya daripada benarnya. Tanyalah Tuhan sebelum bertindak.

Pertempuran Israel dengan orang Filistin menghasilkan kekalahan yang sangat besar. Sejumlah kira-kira empat ribu tentara Israel tewas dalam medan pertempuran. Bahkan di zaman ini dengan jumlah manusia yang sudah begitu banyak, jumlah itu sudah begitu besar, apalagi itu terjadi pada zaman itu dengan jumlah manusia yang tidak sebanyak sekarang. Jelas membuat pemimpin Israel ketakutan dan mungkin kehabisan akal sehingga tindakan mereka selanjutnya sudah diluar kepatutan sebab menganggap Peti Perjanjian TUHAN sebagai benda yang dapat memberikan kemenangan, bukan TUHAN. Seharusnya mereka bertanya kepada TUHAN, mengapa Dia membiarkan mereka mengalami kekalahan lalu melakukan introspeksi diri. Tindakan mereka juga seolah menunjukkan bahwa mereka dapat mengatur TUHAN mengikuti apa yang mereka kehendaki, bukan apa yang TUHAN kehendaki. Parahnya lagi keputusan dan tindakan itu diprakarsai oleh para pemimpin Israel.

Sahabat Alkitab, tidakkah kita melihat tindakan para pemimpin Israel itu sebagai tindakan yang juga sering kita lakukan? Ketika menghadapi masalah bukannya kita instrospeksi diri dan bercermin mengapa itu bisa terjadi, apa kesalahan yang sudah kita buat, apakah ini peringatan atau hukuman dari Tuhan? Kita malahan sibuk dengan melakukan tindakan-tindakan bodoh yang sama sekali tidak menghormati kekudusan, kuasa, dan kedaulatan Tuhan. Lebih parahnya kita mencoba memperalat Tuhan dengan penggunaan simbol-simbol agamawi (benda, ayat firman, ritual,dll) agar Tuhan melakukan apa yang kita kehendaki. Jauh lebih parah lagi jika tindakan itu kita lakukan dalam posisi sebagai seorang pemimpin yang harusnya menjadi teladan yang baik dalam pengambilan keputusan dan tindakan. Akibat dari itu sudah pasti adalah masalah yang bertambah besar dan runyam. Ingatlah ini: Tuhan adalah Tuhan, manusia adalah hamba. Manusia tidak dapat memerintah dan menyuruh Tuhan apalagi memperalat-Nya. Penggunaan simbol-simbol agamawi untuk "memaksa" Tuhan sudah menunjukkan bahwa kita bukanlah orang yang beragama dan ber-Tuhan.

Selamat Pagi. Saat kita berada dalam masalah baiklah kita berdiam diri, berdoa, membaca firman-Nya, mencari kehendak-Nya, lalu melakukan itu. Bukan mencari pelarian, melakukan kehendak sendiri, atau melakukan tindakan bodoh dan berdosa lainnya.

Salam Alkitab Untuk Semua