Tuhan, Kami Percaya Kepada-Mu Dan Kami Ingin Sungguh-sungguh Percaya Kepada-Mu. Tolonglah Kami.

  • 133
    Shares

title

Setengah percaya berarti belum percaya, tiga perempat percaya juga belum benar-benar percaya. Iman kepada Allah harus bulat, penuh, total, dan utuh.

Yesus menanyakan kembali akan kepercayaan Marta, apakah ia sungguh-sungguh percaya kepada-Nya dan seberapa kuat kepercayaan itu. Pernyataan Yesus akan diri-Nya bahwa Dia adalah pemberi hidup dan dapat membangkitkan orang mati adalah sebuah pernyataan yang tidak biasa dan tidak mungkin diucapkan oleh manusia biasa. Marta yang mendengar-Nya juga mungkin berpikir keras menangkap maksud pernyataan itu. Apalagi Yesus melanjutkan dengan berkata, "Orang yang percaya kepada-Ku akan hidup, walaupun ia sudah mati. Dan orang hidup yang percaya kepada-Ku, selama-lamanya tidak akan mati...". Pertanyaan langsung yang menuntut jawaban spontan dari Marta: "Percayakah engkau akan hal itu?" dan Marta memberi jawaban retorik bahwa ia percaya Yesus adalah Mesias.

Sahabat Alkitab, seperti halnya kepada Marta, Yesus juga ingin kita sungguh-sungguh percaya kepada-Nya, percaya dengan sebulat hati, dan melepaskan segala keraguan kita akan Dia, akan kuasa, kasih, pemeliharaan, dan campur tangan-Nya dalam hidup kita. Kita percaya bahwa Yesus adalah Tuhan itu baik. Kepercayaan itu haruslah benar-benar bersumber dari dalam hati kita, mengakar kuat dalam kehidupan, barulah ia keluar dalam sebuah pengakuan percaya. Allah menghendaki kita secara totalitas percaya dan menggantungkan kehidupan kita kepada-Nya. Itu hanya bisa terjadi dengan penyerahan diri dan pertolongan Allah.

Selamat Pagi. Mari kita setiap hari belajar untuk sungguh-sungguh percaya kepada Allah di dalam Tuhan kita Yesus Kristus.

Salam Alkitab Untuk Semua