Tuhan, Dunia Begitu Mengagumi Orang Kaya, Sebaliknya Sangat Memandang Rendah Orang-orang Miskin. Tolong Kami Menjadi Berbeda Dengan Dunia.

  • 12
    Shares

title

Jika Allah hanya memperhitungkan iman manusia dan bukan kekayaannya, mengapa kita melakukan sebaliknya? Bertobatlah!

Yakobus menasehatkan orang-orang Kristen agar tidak menilai manusia berdasarkan kekayaan yang dimiliki atau kemiskinan yang dialaminya. Penghargaan kepada manusia sama sekali tidak boleh berdasarkan pada kekayaan, itu tidak berperikemanusiaan. Yakobus mengatakan bahwa kalakuan seperti itu bersumber dari pikiran yang jahat.

Sahabat Alkitab, ketika pikiran kita hanya dipenuhi dengan materi, uang, kekayaan, maka kita juga akan memandang segala sesuatu berdasarkan nilai itu semua, termasuk cara kita memandang dan memperlakukan manusia. Jika bagi kita uang sangat penting, maka kita akan menaruh hormat dan penghargaan yang tinggi kepada orang-orang yang beruang. Sebaliknya kita akan memandang rendah atau paling tidak kurang menghargai dan tidak menganggap mereka yang miskin. Tuhan tidak menginginkan anak-anak-Nya bersikap dan berbuat demikian. Kita diselamatkan dan diutus ke dalam dunia bukan untuk menjadi sama dengan sifat dunia, melainkan untuk mempertontonkan karakter Kristus yang dapat mengubahkan dunia. Kita harus menghargai sama semua orang pertama-tama karena semua manusia adalah ciptaan Tuhan yang berharga, kemudian menghargai mereka karena karakter ilahi yang dimilikinya.

Selamat Pagi. Kekaguman kita harusnya ditujukan kepada kebaikan, kehidupan bermoral, dan karya yang dilakukan seseorang bagi kebaikan manusia.

Salam Alkitab Untuk Semua