Tuhan, Bersihkanlah Kami Dari Kenangan-kenangan Buruk Yang Hanya Membawa Penderitaan Dan Kehancuran.

  • 78
    Shares

title

Kita tidak bisa mengubah masa lalu, namun kita bisa memilih ingatan mana dari masa lalu yang perlu dibuang dan mana yang perlu untuk dipelihara dan dibagikan kepada orang lain.

Lebih dari tiga tahun melayani dan berkeliling mengikut Yesus untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah, tentu menyimpan banyak kenangan dalam diri Petrus. Ada peristiwa yang begitu agung seperti ketika ia menyaksikan Yesus dalam kemuliaan-Nya (lih. Mat. 17:1-8; Mrk. 9:2-13; Luk. 9:28-36), juga ada peristiwa yang begitu menyesakkan untuk diingat yaitu ketika ia menyangkali Yesus yang sedang berjalan menuju penderitaan. Kepada orang-orang Kristen masa itu, Petrus memilih untuk mengingat dan menceritakan kejadian yang pertama sebab itu akan semakin mengokohkan keyakinan mereka bahwa apa yang Petrus sampaikan tentang Yesus adalah benar, Petrus adalah saksinya, sehingga iman mereka semakin kokoh terbangun dalam ajaran yang benar.

Sahabat Alkitab, kita memiliki begitu banyak ingatan-ingatan yang terus tersimpan dalam memori kita. Kumpulan ingatan itu punya begitu banyak makna bagi kita yang mampu menggerakkan roda semangat kehidupan tetapi ada juga yang dapat menghentikan dan memadamkan semangat. Allah memberikan kita kemampuan untuk mengolah semuanya itu. Sebagai pengelola yang baik maka ingatan-ingatan yang dapat membangunlah yang harus kita pertahankan. Apalagi jika ternyata ingatan itu dapat dipakai untuk membangun dan menguatkan kehidupan orang lain. Bahkan ingatan-ingatan akan luka masa lalu pun dapat dikelola sehingga menjadi obat penyembuh bagi orang lain yang sedang menghadapi masalah yang serupa.

Selamat Beribadah. Marilah mengarahkan hati dan pikiran kita kepada Tuhan dan beribadahlah dengan penuh hikmat dan ucapan syukur.

Salam Alkitab Untuk Semua