Tuhan, Apakah Akhir Dari Sebuah Perjuangan Dan Usaha Keras ? Bukankah Upah Yang Engkau Janjikan Ya Tuhan ?

Timotius. Hakim-hakim, BIMK, Lembaga Alkitab Indonesia,LAI, united bible society, sahabat alkitab, renungan pagi, santapan rohani, warung sate kamu, kasih, suka cita, damai sejahtera, pengharapan, iman, bijak, amsal, pengkhotbah, doa, kehendak tuhan, alkitab berkata, alkitab, ayat alkitab, renungan,  doa, firman tuhan, firman, tuhan, jesus christ,  bible, god, yesus, jesus, kristen, god bless,  christan motivasi, inspirasi, renungan alkitab,  motivasi, mindset, semangat, cinta, tuhan memberkati, kata bijak, amen, gereja, komunikasi, keselamatanku, keselamatan, gitu, renungan pagi, critical christians, gereja tuhan, bijaksana, bijak, saat teduh, kekristenan, mikir, generasiku, alkitabku, sabdaku, my bible, CSLewis, Religion, gereja masa kini, gereja mula mula, kemyliaaan. Kebaikan tuhan, kasih karunia, pertobatan, roh kudus, buah roh, faith, kristen cerdas iman, berkat, amanat agung, melayani, injil, menginjili, satu dalam kasih, sahabat alkitab
1 Timotius 5 : 17 – 20 (BIMK)

Setiap pekerja patut mendapatkan upahnya. Upah yang layak sehingga ia tidak perlu lagi memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya.

Paulus meletakkan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada para pemimpin yang telah bekerja dengan baik, dalam konteks saat itu adalah para pemimpin jemaat yang dapat mengurus jemaat dengan sebaik mungkin dan rajin memberitakan firman serta mengajar. Paulus mendasari itu pada firman yang terdapat dalam Ulangan 25:4 yang mana muncul sebagai larangan untuk bertindak sewenang-wenang dan berlaku tidak adil yang merendahkan harkat dan derajat manusia. Firman yang sama ia pakai dalam membela hak para rasul (1 Kor. 9:9), dan dipakai juga oleh Yesus ketika mengutus murid-murid-Nya yang menunjuk pada sebuah jaminan bahwa kebutuhan penghidupan mereka akan tercukupi. Semuanya dipakai dalam konteks yang hari ini disebut sebagai “Pelayanan”. Paulus juga mengingatkan agar tidak mudah menerima tuduhan yang datang terhadap para pemimpin sebabnya karena semakin seseorang berada di atas, semakin kencang pula angin yang menerpanya.

Sahabat Alkitab, kita sering mendengar kalimat bijak “Hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha”. Kalimat itu benar tetapi tidak selalu terwujud, sebab manusia yang harusnya menjadi perpanjangan tangan Allah dalam menghargai usaha sesamanya ternyata tidak melakukannya. Tidak menghargai pemimpin dan setiap orang yang telah melakukan kewajiban dan tugasnya dengan baik adalah sebuah tindakan yang tidak adil dan tidak memanusiakan manusia. Setiap usaha dan kerja manusia sudah sepatutnya mendapatkan upahnya, seperti halnya Tuhan telah menyediakan upah yang terbaik bagi setiap orang yang setia mengikut-Nya.

Selamat Pagi. Jika kepada lembu saja Allah memberikan “kemerdekaan” untuk menikmati hasil pengirikannya, masakan manusia memberangus dan merampas kemerdekaan sesamanya dengan tidak memberikan penghargaan yang layak? Jauhlah itu daripada kita semua.

Salam Alkitab Untuk Semua