TUHAN, Adakah Kedatangan-Mu untuk Menghukum atau Memulihkan Kami?

  • 60
    Shares

title

Di tengah harapan dan penantian para murid dan orang Israel secara umum akan pembebasan Yerusalem dari tangan penjajah Roma, Yesus justru berkata, “Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat…”

Seketika Yesus meruntuhkan harapan mereka akan pemulihan Israel, bahkan menghancurkannya - Orang Israel memiliki pengharapan eskhatologis yang selalu mereka nantikan yaitu datangnya Sang Mesias dari tunggul Isai yaitu Dia yang diurapi yang akan memimpin mereka untuk menegakkan kembali kerajaan Israel dan yang akan memerintah dengan penuh hikmat, perkasa, dengan roh takut akan TUHAN, dengan kebenaran, dan keadilan (Yes. 11:1-5). Yesus yang mereka kira akan memimpin mereka melawan penjajahan Roma justru menubuatkan penjajahan dan kehancuran kota Yerusalem yang lebih parah. Peristiwa itu akan menjadi peristiwa yang begitu mengerikan bagi semua penduduk negeri, orang-orang akan berlarian untuk mencari perlindungan, banyak orang akan mati dibunuh, sebagian besar menjadi tawanan, tidak ada yang terluput bahkan ibu-ibu hamil dan menyusui sekalipun. Tuhan akan menumpahkan murka-Nya kepada umat-Nya. Namun setelah masa itu genap, Allah akan memulihkan kembali keadaan umat-Nya, Ia sendiri akan melawan bangsa-bangsa yang menindas umat-Nya. Inilah pengharapan baru bagi Israel bahwa di balik hukuman atas dosa dan ketidaktaatan itu, Allah yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia akan mengangkat dan memulihkan mereka kembali.

Sahabat Alkitab, dunia memang tengah dilanda huru-hara, ketakutan, perang, kekacauan, dan semua kondisi yang tidak menentu. Dengan pedang, Allah menghukum dunia karena dosanya. Tetapi kita sekalian memiliki pengharapan yang pasti bahwa setelah masa ini genap, Yesus Kristus akan datang kembali untuk kali yang kedua. Ia akan memulihkan keadaan kita dan mengangkat kita pada kemuliaan-Nya.

Marilah kita memasuki minggu Adven dengan terus menaruh pengharapan kita pada Kristus, amin.