Tidak Ada Yang Mustahil Bagi Tuhan

 

Mempercayai Tuhan berarti mempercayai bahwa tidak ada satu hal pun di dunia ini yang mustahil. Satu-satunya hal yang mustahil adalah kemustahilan itu sendiri.

“Adapun Abraham dan Sara sudah sangat tua, dan Sara sudah mati haid.” Redaksi ini lebih dari cukup untuk menjelaskan mengapa Sara tertawa. Keduanya berada pada posisi “Double Impossibility” Jadi memang sangat mustahil Abraham memiliki keturunan dari Sara. Redaksi tadi dijawab dengan redaksi lain dari salah seorang tamu Abraham dengan pertanyaan retorika, “Adakah sesuatu yang mustahil bagi TUHAN?” Kemustahilan bagi manusia berbanding terbalik dengan kuasa TUHAN semesta alam.

Sahabat Alkitab, jika kita sunguh-sungguh mau melihat kebelakang dan berpikir kembali tentang kehidupan kita di masa lalu maka yang kita dapati adalah kehidupan yang dipenuhi dengan kemustahilan-kemustahilan yang menjadi nyata. Setiap langkah yang kita ambil telah melewati beribu-ribu jalan kemustahilan yang berubah menjadi keniscayaan. Apakah itu karena kita yang melakukannya? Tidak! Bukan! Semua adalah karena Tuhan yang bekerja di dalamnya.

Selamat Pagi. Jangan menertawakan Tuhan, tetapi tertawakanlah kemustahilan itu.