Tuhan, Keinginan Adalah Kekuatan Bagi Kehidupan. Tolong Kami Untuk Tetap Membuatnya Berjalan Dalam Jalan-Mu

title

Jalan hidup manusia dituntun oleh keinginannya, jika keinginannya baik maka ia akan berjalan ke arah yang baik, sebaliknya jika keinginannya jahat maka ia akan berjalan ke arah jalan yang jahat pula.

Mengapa manusia jatuh ke dalam berbagai-bagai dosa? Yakobus mengungkapkan bahwa manusia ditarik dan dipikat oleh keinginan atau hawa nafsunya sendiri yang semata-mata jahat lalu menuruti keinginannya yang jahat, itulah yang mendatangkan dosa baginya. Ini menunjukkan bahwa keinginan manusia pada dasarnya memiliki daya yang begitu kuat untuk menggerakkan manusia itu sendiri untuk mewujudkan apa yang keinginan itu mau.

Sahabat Alkitab, kejatuhan manusia memang telah membuat kerusakan total dalam dirinya (total depravity) sehingga baik keinginan maupun perbuatan manusia semata-mata jahat. Namun manusia yang telah ditebus oleh Kristus adalah manusia dengan "benih" yang baru yang dapat hidup memuliakan Allah dan keinginan yang telah dimurnikan sehingga dapat menjauhi dan mengatasi keinginan yang jahat. Ketika keinginan kita adalah keinginan yang baik yang sesuai dengan kehendak Allah maka itu akan menggerakkan kehidupan kita yang hidup dan yang dapat menghidupkan. Kita akan menjadi lebih bergairah dan menggairahkan kehidupan orang lain. Kita akan memancarkan semangat, sukacita, kebaikan, dan kebenaran dan menularkannya kepada orang lain, membuat hidup mereka menjadi lebih hidup. Keinginan yang baik akan menghasilkan karya yang baik juga.

Selamat Pagi. Kiranya Tuhan menolong kita untuk hidup selaras dengan keinginan-Nya, bukan memaksakan keinginan kita kepada-Nya.

Salam Alkitab Untuk Semua

Tuhan, Kasih-Mu Mengubah Karakter Yang Buruk dan Menguatkan Yang Baik. Terimakasih, Kami Akan Menggunakannya Demi Kemuliaan Nama-Mu

Galatia 1: 10-15

Sejak kita mengalami kelahiran kembali secara rohani, maka harus ada yang berubah dalam hidup kita, dari yang buruk menjadi baik (benar), yang sudah baik menjadi semakin baik.

Dari pembacaan kita, terlihat bagaimana Paulus mengungkapkan dualisme dalam karakternya sebelum mengikut Yesus. Ia adalah seorang yang sangat agamawi, setiap hukum dan adat istiadat Yahudi ia jalankan dengan begitu teliti dan totalitas, tidak bercacat, melebihi orang-orang Yahudi sebayanya. Namun di saat yang sama ia begitu haus untuk dalam menyiksa dan memperlakukan dengan kejam pengikut Kristus. Semua menjadi berbeda ketika ia “ditarik” oleh Kristus.

Sahabat Alkitab, tidak semua karakter masa lalu Paulus buruk. Kita harus belajar bagaimana totalitas seseorang dalam mengikuti dan menjalankan apa yang dipercayainya. Apa yang baik dalam dirinya disempurnakan oleh Allah untuk pemberitaan Kabar Baik. Kita juga memiliki benih baik dalam diri kita – Allah yang menanamnya. Ketika kita mengalami kelahiran baru, Allah akan semakin mengasah itu dan menjadikannya semakin sempurna untuk memulihkan-Nya. Sementara apa yang buruk dan tidak berkenan, akan dimatikan. Dalam kedua hal itu, Allah berkenan untuk “bekerjasama” dengan kita.

Selamat Pagi. Marilah menyerahkan diri kita untuk dibentuk, dipakai, dan disempurnakan oleh Tuhan.

#lembagaalkitabindonesia #alkitabuntuksemua #dsr #september #2018 #perjanjianbaru #Galatia #Paulus #Timotius #Tuhan #kasih #mengubah #karakter #buruk #menguatkan #baik #kemuliaan #namaMu #inspirasi #medan #jakarta #manado #makassar #jayapura #indonesia