Manusia Hanya Bisa Melihat Tindakan Tapi Hati Tidak

TUHAN tidak pernah salah menjatuhkan hukuman, Ia akan menghukum orang yang bersalah dan membebaskan orang yang benar. TUHAN itu adil, sebab ia mengetahui jalan setiap orang sampai pada apa yang tidak terlihat oleh mata manusia, sebab Dia melihat sampai ke dalam hati.

Abraham melakukan tawar-menawar dengan TUHAN perihal Sodom dan Gomora. Dalam pandangannya tidak mungkin seluruh orang di sana jahat, pasti masih ada yang baik. TUHAN mungkin telah salah mengambil keputusan untuk memusnahkan kedua kota itu. Abraham merasa dialah yang paling tahu tentang orang-orang di Sodom dan Gomora, itulah sebabnya dia berkata, ” Janganlah orang-orang yang tidak bersalah itu dibunuh bersama-sama dengan yang bersalah. Jangan TUHAN! Sebab jika TUHAN melakukannya, orang yang tidak bersalah pasti akan dihukum bersama-sama dengan yang bersalah. Mana mungkin hakim semesta alam semesta bertindak tidak adil!” Abraham mungkin mengingat tindakan baik raja Sodom yang pernah ingin memberinya seluruh harta rampasan perang (Kej. 14:21). Ia lupa bahwa ia sedang berhadapan dengan ALLAH yang tahu dan melihat semuanya.

Sahabat Alkitab, Abraham mewakili sifat manusia pada umumnya. Kita manusia memang hanya dapat melihat orang dari apa yang diperbuatnya, apa yang dikatakannya. Kita tidak dapat melihat apa yang ada dalam pikiran dan hati seseorang sampai semuanya berbuah pada tindakan nyata. Karena itu kitalah yang membutuhkan Tuhan sebagai penasehat kita dan bukan sebaliknya.

Selamat Beribadah, marilah kita datang dengan penuh penyerahan diri kepada Tuhan, Penasehat ajaib kita. Ia yang melihat jauh ke dalam lubuk hati manusia akan memberkati mereka yang sungguh-sungguh beribadah kepada-Nya.