Manny Pacquiao: Firman Tuhan Pelita Bagiku

  • 62
    Shares

title

Siapa tak kenal “Packman” julukan bagi petinju kidal asal Filipna yang bernama lengkap Emmanuel Dapidran Pacquiao atau biasa dipanggil Manny. Manny Pacquiao adalah juara dunia tinju profesional asal Filipina. Pacquiao adalah petinju dari benua Asia pertama yang berhasil meraih gelar juara tinju profesional di enam kelas yang berbeda.

Adalah Freddie Roach pelatih tinju yang menemukan Manny Pacquiao dari jalanan. Karena sejak usia 14 tahun, Manny sudah hidup sebagai anak jalannya. Untuk dapat bertahan hidup dan akibat kerasnya hidup di jalanan, Manny sudah sejak muda menceburkan diri menjadi petinju profesional.

Hingga suatu malam, Manny tidur di alas kardusnya dan bermimpi bertemu dengan 2 malaikat dan mendengar suara Tuhan. Sejak saat itu perlahan-lahan kehidupannya berubah total, ia mulai suka membaca Alkitab. Kebiasaannya membaca Alkitab terus ditekuninya hingga sekarang.

Kemana pun Manny pergi selalu membawa dan membaca Alkitab. Baik itu di rumah, saat perjalanan dengan mobil, di dalam pesawat terbang, dan dimana pun dia berada Alkitab tidak pernah luput dari tangannya.

Saat Manny diwawancarai Rick Warren dalam salah satu ibadahnya, Manny sanggup menghafal dan mengutip 50 ayat Alkitab di luar kepala. Ketika Rick Warren bertanya kepada Manny, “seberapa pentingkah Firman Tuhan bagi Anda?” Manny menjawab, bahwa hanya percaya dan doa saja tidaklah cukup, seperti tertulis dalam firmanNya Yakobus 2: 19-20, Lukas 6: 46, dan Matius 7: 21). Dikatakannya, bahwa kita juga harus melakukan Firman Tuhan lewat perbuatan kita, sebab iman tanpa perubatan adalah kosong.

Menurut Manny sebenarnya cita-cita hidupnya bukanlah menjadi petinju, tetapi tujuan utamanya adalah memberitakan Firman Tuhan dan menjadi Saksi Kristus dimana pun dia berada. Manny membangun sebuah gedung gereja “The Word for Everyone” di Santos City, Filipina yang sanggup menampung 5.000 orang dengan dana US$ 6,7 juta yang berasal dari koceknya sendiri.

Manny Pacquiao adalah pengikut Kristus yang taat seperti yang ditulis di dalam Alkitab. Saat Manny membaca ayat demi ayat Alkitab, ia tidak hanya sekedar menempatkannya di dalam pikiran tetapi ia juga mengaplikasikannya di dalam kehidupan sehari-hari. Karena baginya, Firman Tuhan adalah pelita bagi jalannya. []