Ketika Yang Paling Kita Inginkan Telah Diberikan Kepada Orang Lain, Masih Berartikah Hidup Ini Untuk Dijalani ?

  • 125
    Shares

title

"Ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa, ada waktu untuk meratap, ada waktu untuk menari" demikianlah kata Pengkhotbah (Pkh. 3:4)

"... dia menangis dengan nyaring dan penuh kesedihan" Kalimat ini mungkin cukup untuk menggambarkan bagaimana keadaan Esau saat tahu bahwa semua yang ia miliki dan akan ia miliki, telah diambil dari padanya, bahkan mungkin kalimat itu belum cukup menggambarkannya. Sebab apa yang diambil darinya mungkin jauh lebih penting dari hidupnya sendiri dan juga bersifat kontinuitas hingga akhir zaman, yaitu hak kesulungan dan segala berkat dari Ishak. Semua terjadi karena kesalahannya sendiri yang menganggap remeh (25:32) dan karena penipuan yang dilakukan oleh Yakub dan Ribka (27:8-10).

Sahabat Alkitab, inilah yang sering terjadi yaitu kita baru akan menyadari sesuatu itu sangat berharga dan berarti bagi kita setelah kita kehilangannya. Saat masih dalam genggaman, kita menganggap remeh, tidak mengacuhkan, bahkan membuangnya, setelah itu datanglah penyesalan dan kepedihan yang dalam pada kita, karena apa pun yang kita lakukan, apa pun yang mau kita korbankan, dan berapapun mahalnya harga yang ingin kita bayarkan, tidak akan mengubah atau mengembalikannya lagi. Masihkah hidup kita berarti setelah itu? Ya. Jika Tuhan masih memberikan kehidupan berarti masih ada harapan dan kesempatan yang baru. Kita dapat memulai kembali dari awal, tentu dengan upaya yang lebih, walaupun yang kita dapatkan nantinya mungkin tidak akan pernah sama lagi.

Selamat Pagi. Tuhan akan membuat segala sesuatu indah pada waktunya, jika kita mempercayai janji-Nya dan menghargai apa yang diberikan-Nya.

Salam Alkitab Untuk Semua