Kesepakatan Kerjasama LAI dengan Gereja Pentakosta di Papua

  • 23
    Shares

Dalam teori-teori Church Planting and Growth dinyatakan bahwa terdapat banyak faktor penyebab terjadinya keberhasilan dalam pertumbuhan Gereja. Salah satu di antara faktor penentu tersebut adalah kemitraan (partnership). Artinya Gereja tidak bisa berdiri sendiri dalam membangun jemaat tanpa bantuan atau bekerjasama dengan pihak lain. Teori ini juga dijadikan acuan dan dirumuskan dalam visi-misi Lembaga Alkitab Indonesia (LAI).

 Jika selama ini kemitraan hanya baru bersifat insidentil, yaitu dalam mengadakan event-event tertentu saja, maka kebutuhan zaman now adalah kemitraan yang bersifat permanen, yang terus-menerus terjalin dan bahkan semakin erat.  Meskipun sudah dilakukan sejak LAI berdiri, namun baru 18 tahun ini mulai serius menggarap kemitraan bersama gereja. Sejak Konferensi Nasional Kemitraan di Hotel Aston, Cengkareng 2012 sudah ada sekitar 225 Sinode dan Keuskupan di Indonesia yang bekerja sama dengan LAI, baik itu dalam bidang penerjemahan Alkitab, penerbitan dan penyebaran Alkitab, ataupun bidang penggalangan dukungan. Sejak itu LAI menargetkan setiap tahun minimal ada 20 MoU dengan Sinode/Keuskupan yang harus ditandatangani. Dan penandatanganan MoU dengan GPDP di Manokwari adalah dalam upaya menjalin kemitraan dengan gereja-gereja di Papua Barat.

Kota Injil, julukan bagi Manokwari, Papua Barat adalah pantas. Karena selain di kota ini Injil pertama kali masuk ke Tanah Papua, tetapi sekarang kota ini menjadi saksi sejarah bagi terciptanya kerjasama antara Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) dan Sinode Gereja Pentakosta di Papua (GPDP). Tepatnya tanggal 4 Februari 2018 dengan disaksikan oleh Ibu Yohana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak dan Bp. Dominggus Mandacan, Gubernur Papua Barat dan 1.500 jemaat GPDP dilakukannya penandatanganan Kesepakatan Kerjasama Antara LAI dengan GPDP. Kesepakatan kerjasama ditandatangani langsung oleh Ketua dan Sekretaris Umum GPDP Pdt Otniel Marini, S.Th dan Pdt. Amos Asmuruf, SH dan dari LAI oleh Pdt. Dr. Ishak P. Lambe (Ketua Umum).

Lengkap rasanya ketika penandatanganan kesepakatan ini dilakukan pada saat momentum di mana seluruh umat Kristen di Papua tengah memperingati Injil Masuk Tanah Papua tepatnya 5 Februari 2018. Semoga kerjasama ini membawa dampak yang baik bagi kekuatan dan keutuhan iman. Hati umat terbuka untuk sebuah kebenaran dan niat hati LAI untuk menopang pelayanan GPDP. []